
Tak terasa tiga jam lebih Reynando berada di dalam ruang Meeting, setelah meeting selesai dia buru buru melangkah menuju ruangannya.
tepat saat pintu di buka Rey mendapatkan Kinan yang tertidur memeluk buku di tangannya. sudut bibir Reynando tertarik ke atas menampilkan senyum tulus dan manis disana.
dengan perlahan Rey melangkahkan kakinya mendekat pada sang istri.
"wanitaku cantik" ucap Rey ketika sudah duduk di dekat istrinya, membelai pucuk kepala Kinan dengan sayang.
Kinan yang Tertidur dengan posisi duduk menyadari adanya seseorang di sampingnya dia mulai mengejapkan mata lentiknya.
"sudah selesai meeting nya kak? " tanya Kinan ketika mendapati sang suami yang tengah menatapnya lekat. Rey hanya mengangguk.
"maaf ya, pasti kamu kebangun gara gara aku" ucap Rey mengelus kepala Kinan lembut
"enggak kok kak" ucap Kinan tersenyum.
Rey menarik Kinan kedalam pelukannya, membenamkan wajahnya di leher sang istri yang tertutup hijab syar'i nya.
Kinan tersenyum membalas pelukan sang suami dengan penuh kasih sayang.
"kakak capek? " tanya Kinan dan Rey hanya mengangguk tanpa berniat membalas pertanyaan sang istri.
"ya sudah kakak tidur aja" ucap Kinan melepaskan pelukannya. menepuk pa*anya agar Rey berbaring dan meletakkan kepalanya disana
"sama kamu"
__ADS_1
"kakak aja. mana muat kalau kita berdua disini" jawab Kinan
"muat sayang" tanpa aba aba Rey mengangkat tubuh mungil istrinya ala bridal style menuju pintu di salah satu ruangannya. walau sempat terkejut, Kinan menurut saja di bawa oleh sang suami
setelah Rey membuka pintu, kini Kinan jadi mengerti ruangan apa dibalik pintu itu. ternyata pintu itu menghubungkan ruangan sang suami dengan kamar yang tak kalah mewahnya dengan kamar di mansion mereka.
dengan hati hati Rey meletakkan tubuh istrinya dikasur king size miliknya.
"kakak cuma mau tidur kan? " tanya Kinan karena saat itu suaminya sudah melepas jas dan kemeja yang dia pakai. Saat ini Rey sudah bertelanjang dada membuat Kinan berdebar menatap tubuh atletis suaminya
Rey tidak menjawab, dia memilih menyusul Kinan dan berbaring disampingnya. mereka saling berhadapan, saling memandang penuh cinta.
Rey terseyum ketika menyadari bahwa wanita cantik di depannya adalah istrinya.
" cantik" ucapnya. yang berhasil menimbulkan semburat merah di pipi istrinya
Kinan sudah tidak sekaku semalam, dia mulai belajar dari sang suami. dia mencoba untuk mengimbangi permainan Reynando.
setelah asupan oksigen dalam dirinya menipis Rey segera melepaskan pagutannya. keduanya terengah dan dengan rakus menghirup oksigen sebanyak-banyaknya sebelum melanjutkan kegiatan mereka
"aku jadi ingin memakan mu saat ini" ucapnya dan lagi lagi berhasil membuat Kinan tersipu
"Tadi malam kan sudah kak. kakak masih mau lagi? " Tanya Kinan tak habis pikir dengan suaminya yang sudah hampir semalaman menggempur dirinya di atas ranjang. dan sekarang dengan santainya lelaki ini kembali menginginkan dirinya.
Rey tidak mendengarkan protes istrinya. dia mulai melucuti setiap kain yang melekat di tubuh Kinan. setelah hanya tersusa ********** saja, Rey kembali memagut bibir Kinan dengan penuh nafsu tidak dengan kelembutan seperti tadi.
__ADS_1
"ennnggh"
Akhirnya pergulatan panas semalam kembali di ulangi oleh keduanya. suasana panas kota Paris bertambah panas dengan adegan keduanya yang bahkan AC di kamar tersebut tak mampu memadamkan panas nya hasrat di tubuh keduanya.
Dua sejoli itu masih terlihat berlomba lomba mencari kepuasan dalam kegiatan panas mereka setelah hampir dua jam tak ada di antara keduanya yang terlihat akan mengakhiri adegan panas tersebut. meskipun Rey lah yang lebih mendominasi, Kinan hanya pasrah dan menerima semua yang suaminya itu lakukan. karena selain pasrah dia juga merasakan nikmat tiada tara saat suaminya meng absen setiap jengkal kulitnya.
Setelah hampir tiga jam Rey menghentikan aksinya saat sudah mencapai *******. Rey berhenti saat sudah melihat wajah istrinya yang kelelahan, walau belum puas dia tidak boleh egois dan harus memikirkan tubuh istrinya.
terbukti saat Rey menyudahi permainannya, Kinan langsung tertidur nyenyak dengan tubuh polos tanpa benang sehelai pun. Sebelum bangkit dari tubuh istrinya Rey tersenyum dan mengecup dalam kening Kinan yang masih ada sisa keringat disana.
"Tidurlah, kau pasti lelah" ucapnya dan merapikan anak rambut Kinan yang berantakan.
Rey bangkit dan segera pergi ke kamar mandi yang ada di kamar tersebut. membersihkan diri dan mengambil setelan jasnya yang memang tersimpan disana.
Setelah selesai dengan ritualnya Rey kembali ke ruangan kerjanya setelah lebih fresh dari sebelumnya. dan kembali Melanjutkan pekerjaannya setelah memesankan baju ganti untuk Kinan kenakan pada sekretarisnya di luar
Bersambung.......
Hai readers...
apa kabar nih? semoga pada baik baik aja ya semuanya
Othor mau nanya nih. kalo othor buat grup chat bakal ada yang minat tidak ya?
kalo kalian berkenan kira kira yang cocok mau di kasih nama apa?
__ADS_1
komen di bawah ya kesayangan othor, berikan pendapat kalian
see you All 😘😘😘