My Possesive CEO

My Possesive CEO
Tamu tak di Undang (2)


__ADS_3

"jangan kamu kait kaitkan lagi kejadian masalalu dengan sekarang, kenyataannya kamu sendiri kan yang meninggalkan aku dan lebih memilih lelaki kaya itu" Reynando duduk di sofa dengan penuh arogan, menunjukkan bahwa dia sudah berubah sepenuhnya.


"bukankah kau mengatakan sudah muak dengan ku? aku bahkan pergi dari negara ku sendiri untuk menghindari mu. apa kamu tau kenapa?" Rey menghidupkan rokok di tangannya


"Karena aku lebih muak ketika melihat mu"


kenapa dia masih ingat dengan apa yang aku katakan waktu itu. wajahnya berubah menjadi pucat pasi.


"kenapa setelah bertahun tahun kau muncul lagi di hadapan ku?" tanya Rey to the poin.


"Aku merindukan mu Rey"


Rey mengangkat tangannya, menghentikan Veya untuk melanjutkan ucapannya


"Jhon.. tunggu istriku di bawah, dan bawa dia ke ruang tunggu. aku akan menemuinya ketika sudah menyelesaikan masalah disini"


"Baik tuan" Awalnya Jhon merasa ragu ketika harus meninggalkan tuan mudanya berdua dengan mantan kekasihnya. Namun setelah Rey berhasil meyakinkan Jhonatan, Pria itu berlalu meninggalkan ruang Presedir.


"Katakan.. apa yang membawa mu kesini? sebaiknya katakan dengan cepat, aku tidak punya banyak waktu dengan mu" Rey menyandarkan kepalanya dan memejamkan matanya. Namun tiba tiba tubuh Rey sudah di dekap oleh Veya.


"Aku tau, kamu masih mencintai ku" membenamkan wajahnya di dada bidang milik Reynando


"makanya, kamu lebih mementingkan aku dari pada istri mu" Rey masih diam, membiarkan Veya terus berbicara


"aku sangat merindukan mu sayang"


"maaf kan aku, yang dulu dengan begitu bodohnya meninggalkan mu" ucapnya

__ADS_1


"seharusnya aku tau, tidak ada lelaki setulus dirimu dalam mencintai ku"


"nyatanya kau memang meninggalkan ku kan? meninggalkan aku demi seorang ber uang. kenapa? setelah aku mendapatkan semuanya kau kembali tertarik pada ku?"


"bukan begitu Rey, aku khilaf. aku tau aku bodoh saat itu, aku menyesal" mengalirlah air dari kelopak matanya, entah itu tulus atau palsu tidak ada yang tau.


"Kita mulai lagi dari awal ok! aku tau kamu masih mencintai ku"


"kau terlalu percaya diri, semuanya sudah berubah selama lima tahun. kau sudah bagaikan orang asing saat ini" Rey mulai melepaskan pelukan Veya


"dan kau sudah benar benar terlambat. aku sudah mempunyai istri sekarang. kau sudah tau itu kan? bahkan kau pernah mengacau di pernikahan kami" Rey berbicara bahkan tanpa menghadap pada Veya, tekadnya untuk benar benar melupakannya sudah bulat, dan tidak akan membiarkan masa lalunya ini menjadi penghalang antara hubungannya dengan Kinan.


"jangan bilang kau benar benar jatuh cinta dengan wanita norak itu, heh di jaman sekarang mana ada seseorang yang menutupi seluruh tubuhnya seperti itu" Veya benar benar membayangkan Kinan di dalam benaknya dan meremehkannya di depan Reynando


"aku tau Rey, selera mu bukan seperti dia. kau hanya ingin memprovokasi ku kan?"


"Ku harap kamu tidak akan pernah mengganggu ku lagi setelah ini"


"tidak Rey, aku tidak percaya kalau kau tidak mencintai ku lagi" Veya kembai memeluk tubuh Rey dari belakang dengan erat


"Aku mohon jangan tinggalkan aku"


"Tuan, gawat"


Namun.. belum sempat Veya melanjutkan pembicaraannya Jhonatan sudah menerobos masuk ke dalam ruangan Reynando dan harus menyaksikan hal yang seharusnya tidak dia lihat. tentu saja itu membuat Veya merasa terganggu karena Rey segera melepaskan pelukan Veya secara paksa.


"Ada apa?" Rey menghampiri Jhonatan yang terlihat gelisah

__ADS_1


"Nona... nona dia"


"kenapa dengan Kinan? katakan dengan jelas Jhon" Rey tanpa sadar sudah meremas kemeja Jhonatan. dia tidak bisa berpikir jernih jika itu berhubungan dengan Kinan.


"Nona sepertinya sudah salah paham tuan, dia pergi setelah menitipkan ini kepada anda" Jhon menyodorkan sekotak makanan yang di pegangnya


"salah paham? pergi? kenapa kamu tidak membiarkan dia menunggu bersama mu"


"keburu telat tuan, seorang staf Resepsionis kita mengusirnya. karena mereka salah mengenali nyonya perusahaan. aku rasa ada seseorang yang tidak tau malu telah mengaku ngaku sebagai istrimu" Jhon melirik tidak bersahabat pada Veya.


apa? wanita norak itu di usir, bagus sekali. Veya membalas tatapan Jhonatan dengan senyum liciknya


"Ayo kita pergi temui Kinan. aku tidak mau ada kesalah pahaman di antara kami" Reynando sudah mengambil jas di kursinya dan bersiap untuk pergi


"tunggu Rey" Veya menangkap tangan Reynando


"bagaimana dengan ku?"


"Urus sendiri urusan mu, apa belum puas setelah mengacau di perusahaan ku?" Rey menghempas tangannya dan berlalu meninggalkan Veya.


Selama di perjalanan Rey benar benar merasa khawatir. apa dia akan menangis? dia wanita yang lemah, aku harap dia tidak akan salah paham. Rey memijat kepalanya yang tidak sakit, bayangan Kinan terus melintas di pikirannya. biar bagaimana pun, hubungannya baru saja berjalan dengan baik dengan Kinan.


"Apa kau sudah mengurus para resepsionis yang mengusirnya?" Rey masih memejamkan matanya


"saya sudah memecatnya tuan"


"Kerja bagus" Rey kembali bersandar dan berharap semua akan baik baik saja.

__ADS_1


__ADS_2