My Possesive CEO

My Possesive CEO
Posesif


__ADS_3

"Kalian dari mana saja?" tanya Jena ketika melihat ke dua anaknya baru tiba di Mansionnya.


Rey duduk dengan lesu di dekat ibunya yang disusul oleh Kinan. Rey menyandarkan kepalanya dan memejamkan matanya.


"Kamu kenapa Rey?"tanya Jena khawatir


"Kak Rey masih memikirkan yang tadi?"


"Apa katamu?" Rey sudah duduk dengan benar dan melihat tajam ke arah istrinya.


"Aku menyuruhmu memanggil ku apa?" tanya Rey sekali lapi


"ups lupa, maaf" Kinan tersenyum manis mencoba meminta maaf pada suaminya


"tapi disini ada mama aku malu" lanjut Kinan berbisik di telinga Reynando, berharap Jena tidak mendengar perkataannya. Namun Jena tersenyum, dan sepertinya dia sedikit samar mendengar ucapan menantunya.


"aku tidak mau tau, sebagai istri yang baik kamu harus mengikuti perintah ku" seolah olah dirinya sudah menjadi suami yang baik bagi Kinan.


"iya iya sayang maaf"


apa sayang? ga salah denger nih. Jena tersenyum mendengar panggilan menantu untuk anaknya. sangat manis pikir Jena.


"Rey sama Kinan tadi baru saja bertemu dengan kakaknya Kinan mam" tutur Reynando


"loh Kinan punya kakak?"


"punya ma"

__ADS_1


"terus di hari pernikahan mu itu kenapa mama tidak melihatnya?"


"kebetulan hari itu Kakaknya Kinan ada kerjaan di luar negeri ma. jadi tidak sempat datang" ucapnya


"tapi dua hari sebelum pernikahan kakak Kinan pulang untuk memberi hadiah dan mengucapkan selamat sama Kinan" imbuhnya. Jena masih sangat antusias mendengarkan.


"karena berjanji akan mengunjungi Kinan disini. Kinan tagih saja sekarang, sambil menjelaskan sama seseorang yang lagi salah paham sama Kinan" Ucapnya sedikit menyindir suaminya


"Hei.. kau membicarakan ku?" Reynando masih kesal


"Tidak kak"


"apa?" menatap tajam pada Kinan


kenapa sangat ingat kalau aku salah memanggilnya.


"tidak sayang"


aduh.. kenapa jadi begini sih. Kinan mulai bingung mau menjelaskan dari mana


"Orang asing siapa yang kakak katakan? Kak Farhan? dia bukan orang asing sayang. dia teman masa kecilku. lagian siapa yang membicarakan dia" Penjelasan Kinan bukan malah mereda kemarahan Reynando, tapi membuatnya semakin marah.


"itu kan... kamu malah membelanya. kamu kenapa sih? kayaknya kamu suka banget sama pria asing itu" intonasinya sudah meninggi


Kenapa anak ku jadi bodoh sekarang. Jena menggeleng melihat anaknya yang tak masuk akal


"sayang, siapa yang membelanya?"

__ADS_1


"aku tidak mau kau membicarakan orang lain ketika bersama ku. ingat itu!" Rey beranjak dan berlalu meninggalkan Kinan dan Jena


"Kakak kenapa ya ma?" Kinan pusing sendiri menghadapi sifat suaminya


"itu wajar sayang. dia sayang sama kamu. jadi dia tidak mau orang yang dia sayang membicarakan orang lain" Jena menyentuh bahu menantunya


"dulu papa mu juga begitu, sangat keras dan posesif sama mama. sepertinya suami mu juga menuruni sifat papanya" imbuh Jena


"Kamu yang sabar ya, mama yakin suatu saat kamu pasti bisa membuat dia patuh padamu" Senyumnya masih sangat cantik meskipun di wajahnya sudah ada garis penuaan.


"pasti ma" Kinan membalas senyum mertuanya tidak kalah manisnya. dan Kinan masih tidak beranjak dan melanjutkan mengobrol beberapa percakapan dengan Jena.


___________


"Lihat... dia bahkan tidak mengejar ku" Rey menendang udara, merasa kesal sendiri setelah menunggu cukup lama. Namun Kinan tetap saja tak menghampirinya.


aaaggghhhh...


Rey beranjak dan masuk ke dalam kamar mandi. membersihkan dirinya yang sudah lengket karena keringat.


Cukup lama di sana, sampai akhirnya dia sudah keluar dengan baju santainya. Kemarahannya masih tidak mereda, apalagi melihat kamar masih tidak menemukan keberadaan istrinya. sepertinya aku terlalu baik padanya. gumam Reynando. masih mengomel tidak jelas tentang Kinan.


kreeekk.....


pintu terbuka, munculah Kinan di balik pintu. dengan senyum sumringah yang di milikinya. Dia mendekat pada Reynando yang sedang duduk di sofa.


"Sayang sudah mandi?" Rey diam tak menjawab dan terus memainkan Hpnya.

__ADS_1


mulai deh ngambeknya. Karena tak mendapat jawaban dari Reynando. Kinan melangkah kan kakinya menuju kamar Mandi. Memilih untuk mengumpulkan kembali tenaganya dengan berendam, barulah setelah itu dia berniat untuk berurusan dengan suaminya.


Rey membanting Hpnya ketika Kinan benar benar cuek padanya. Lihat! bahkan dia tidak berusaha membujuk ku. Kesal setengah mati Rey hanya menunggu Kinan keluar. Namun sangat lama, itu memakan semua kesabaran Reynando. sudah beberapa kali Rey mengumpat di dalam hati. Namun Kinan masih tak kunjung keluar. memang seperti itulah perempuan, akan sangat lama jika berurusan dengan badannya.


__ADS_2