
sudah saatnya bagi Reynando untuk pergi ke luar Kota. Kinan juga sudah berada di Mansion keluarga Abraham. Waktu yang memang sudah siang, Rey juga membawa Kinan pada keluarganya hampir jam 11, karena waktu penerbangannya jam 11.30 dia sengaja tidak segera membawa Kinan ke Mansion, dia masih ingin menghabiskan waktunya dengan istri tercintanya sebelum pergi.
"Hati hati di sana, jaga diri baik baik." ucap Kinan, Rey mengangguk
"Kak Jhon, Kinan titip kak Rey ya" beralih pada Jhonatan yang tidak jauh dari mereka
"nona tenang saja" jawab Jhonatan tersenyum.
"jangan lupa Sholat" kembali pada suaminya dan Rey mengangguk kembali
"Jangan lupa telfon aku kalau sudah sampai di sana" Rey tersenyum
"ternyata.. kamu bawel juga ya" goda Rey membuat semua keluarga yang menyaksikan mereka tertawa. Kinan tersipu malu.
"Rey jangan begitu dong, Istrimu kan mengkhawatirkan kamu" bela mama Jena
"iya ma iya" Rey mengalah. "titip Kinan ya ma"
"Kamu kayak orang luar saja" Jena memukul lengan putranya.
"Ya sudah Rey pamit ya ma, pa, Kakek" Rey menyalami mereka semua, sudah banyak perubahan yang sudah keluarga Abraham lihat dari putra mereka.
"Aku pamit" Kinan menyalami suaminya dan Rey mencium kening Kinan
"Baik baik disini" bisik Reynando yang di balas anggukan oleh Kinan.
Mobil Reynando berlalu meninggalkan halaman Mansion. Keluarga Abraham yang melihat mobil Rey sudah hilang dalam pandangan mereka. mereka memutuskan masuk ke dalam berkumpul di ruang keluarga.
"Sayang, mama sudah kangen banget sama kamu" ucap Jena bahagia melihat menantunya yang akan menginap cukup lama di sana. Kinan hanya tersenyum manis.
__ADS_1
"Mantu mama makin cantik ya pah" Berpaling pada Willbert yang tak jauh dari mereka
"Tentu saja, Anak papa pasti menjaga mu dengan baik kan sayang?" Kinan mengangguk
"Awas saja kalau bocah nakal itu sampai berani tidak baik sama cucu kakek yang cantik ini" semua tertawa bahagia, termasuk Kinan karena sudah di pertemukan dengan keluarga yang begitu mencintainya.
"Nak Kinan sudah makan?" tanya kakek Abraham. Kinan yang memang belum memakan apapun hanya menggeleng dengan polosnya
"abis ini kita makan siang bareng ya sayang, kamu ke atas dulu gih. bersihin badan kamu" perhatian Jena
"Kinan mau sekalian Sholat ya ma"
"Iya sayang" Kinan berlalu dari hadapan mereka
"Aku senang melihat hubungan mereka baik baik saja" Ucap Abraham.
"Kinan benar benar bisa merubah Reynando" Will menimpali
"ayah memang tidak salah pilih" lanjutnya lagi
tak ada habisnya mereka mengucapkan kekaguman pada menantu mereka. karena dia bisa mengubah anak laki laki yang terkenal.
Di dalam kamar, setelah membersihkan badan dan mengerjakan Sholat, Kinan ikut bergabung dengan keluarga yang lainnya. Hijabnya masih melekat di kepalanya, sangat Cantik meskipun tanpa polesan Make up sekalipun.
"Gimana kuliahnya sayang?" tanya Jena ketika mereka sudah menyelesaikan makan siang bersama.
"Lancar ma"
"Sebentar lagi ujian ya?" Kinan mengangguk.
__ADS_1
"Oiya Kinan, kapan mau memberi kakek cicit, kan sudah tidak sabar" ucapan kakek membuat Kinan terbelalak, wajahnya bersemu merah.
"Oiya sayang, mama juga sudah tidak sabar pengen gendong cucu, papa juga kan pah?" Jena sangat bersemangat menanyakan hal itu pada suaminya
"Tentu saja dong ma"
Kinan merasa Kikuk dengan pertanyaan mereka, dan Abraham menyadarinya
"tidak apa apa nak, tidak perlu buru buru. Kakek hanya ngetes kamu doang, siapa tau sudah ada tanda tanda" goda Abraham lagi.
"jalani saja dulu, kapan saja kalian merasa siap, kami selalu menunggu hari itu tiba " Terselip senyum penuh arti di kalimat terakhir kakek Abraham.
"Betul kata kakek sayang, sebenernya kita tidak buru buru kok. kami tau kamu belum siap, apalagi kuliah juga belum lulus. pelan pelan saja" Jena merangkul Kinan dalam pelukannya.
Sepertinya kakek, mama dan papa berharap sekali kami mempunyai anak. tapi bagaimana dengan kak Rey ya. Kinan memandang ke tiga orang tuanya secara bergantian, entah apa yang Kinan pikirkan. Namun perasaannya bercampur aduk.
Bersambung.........
Hai Reader. . . .
Apa kabar nih? sehat semua kan? Author berharap begitu supaya kalian tercinta selalu mengikuti kelanjutan cerita ini.
Kalau kalian merasa ada yang kurang dengan Alur cerita atau apalah, silahkan komen dan terus kasih Author semangat dan inspirasi dengan komen komen sehat dari kalian
jangan lupa juga vote vote vote
dan jangan lupa juga like like like dan like yang banyak. itu juga adalah salah satu cara kalian mendukung author.
Dan tidak lupa Author ucapkan Terimakasih untuk selama ini atas dukungan kalian. ILY kalian semua
__ADS_1