
Di kampus yang cukup mewah, Kinan baru saja mendapatkan teman setelah beberapa hari di sana. sama sama orang indonesia dan berhijab. meskipun dari jurusan yang berbeda, namun hubungan di antara keduanya lumayan baik.
"Kinan" panggil seorang wanita, yaitu Devi Safira. yang selalu di panggil Fira oleh teman temannya.
"Akhirnya kamu masuk juga, kemana saja seminggu ini" tanya Fira.
Fira lebih muda dari Kinan, wanita jujur, sopan dan cantik, meskipun sedikit blak blakkan namun dia tipikal orang yang enak untuk di ajak ngobrol. persis sekali dengan sikap Kinan. apalagi Fira yang murah senyum juga sama halnya dengan Kinan
"aku lagi sibuk Fir"
mereka sudah berjalan beriringan, menuju kelas mereka masing masing yang kebetulan jalannya memang searah
"sibuk apa sampai seminggu lebih? kamu tau? aku sampai bolak balik mencari kamu di kelasmu" protesnya "mungkin teman sekelas mu sampai bosan melihat ku" Kinan tersenyum mendengat omelan teman barunya itu
"dan wakil dewan juga sering mencari kamu" tuturnya membuat Kinan menoleh ke arahnya
"wakil dewan siapa?"
"aku juga tidak tau, tapi sepertinya dia kenal sama kamu deh"
"kamu yakin?"
"iya" Fira mengangguk penuh keyakinan. dan tepat saat melihat ke arah depan, dia melihat wakil dewan yang tengah mereka bicarakan
"itu dia wakil dewan" menunjuk seorang laki laki yang tengah berjalan ke arahnya
"Kak Reyfan" gumam Kinan
"jadi kamu kenal dia?" Kinan mengangguk
__ADS_1
"yang kamu maksud wakil dewan adalah dia?" tanya Kinan
"iya, dia sudah hampir 3 tahun menjadi wakil dewan disini" tutur Fira
"Assalamualaikum Kinan"
"Waalaikum salam" jawab mereka berdua
"sudah lama tidak bertemu"
lama? perasaan baru lusa kemarin yang ketemu. kak Rey yang benar saja. Kinan tersenyum dan menyadari bahwa masih ada teman di sampingnya yang tidak mengerti apa apa disana.
"kalau begitu Aku duluan ya Kin"
"Iya Fir"
Tinggallah Kinan dan Reyfan saat itu, berjalan beriringan.
"tidak apa apa kak, Maaf ya sudah merepotkan mu sebelumnya" Kinan berbicara tanpa menoleh ke arah Reyfan
"santai saja"
"kemana saja selama seminggu ini?"
"Ada urusan keluarga" jawab Kinan tersenyum
"keluarga suamimu?" Kinan mengangguk
"jadi kamu benar benar sudah menikah dengan dia?" yang dia maksud adalah Reynando yang dia temui kemarin lusa. dan Kinan kembali mengangguk
__ADS_1
"Selamat ya" meskipun ada perasaan getir di hatinya, Reyfan berusaha memberikan ucapan selamat dengan tulus
"terima kasih kak"
___________
"Tuan, anda tidak mau ke kantor?"
Jhonatan sudah berada di apartemen Reynando, dia mendapati Rey yang masih tidak bersiap untuk ke kantor
"tidak, aku mau menunggu istri ku"
"memang nona kemana?" Jhonatan ikut duduk di sofa
"dia ke kampus, bahkan tidak menunggu ku bangun terlebih dahulu. sepertinya dia benar benar marah" terdengar helaan nafas berat dari dirinya
"dia berubah padaku Jhon, dia tidak seperti biasanya. aku sangat khawatir" lanjutnya
ini pertama kalinya tuan muda curhat pada ku, aku harus menjawab apa?. Jhonatan menggaruk garuk tengkuknya. dan hanya menganggapi Reynando dengan tersenyum bodoh.
"percuma cerita ke kamu" Rey kembali menyandarkan tubuhnya di sofa
"bagaimana kalau tuan jemput nona muda, dari pada nunggu disini dengan frustasi"
"Benar juga. tapi..." wajah yang tadinya berbinar kini berubah bingung kembali
"aku bahkan tidak tau jadwal kuliah dia"
waduh tuan. anda benar benar suami yang hebat.
__ADS_1
"serahkan pada saya"
tanpa menunggu jawaban dari tuannya, Jhonatan beranjak keluar dari apartemen dan sepertinya dia tengah menghubungi seseorang. Reynando menunggu Jhonatan dengan gelisah, pikirannya masih kalut dengan perubahan Kinan.