
Pada akhirnya di Apartemen yang terbilang mewah, Kinan, Reynando dan Jhonatan tengah menikmati masakan yang di masak sendiri oleh Kinan. kuliner ala Indonesia yang di masaknya sangat menggugah selera, meskipun dia berada di luar negeri, Kinan tidak pernah melupakan makanan Khas dari Negaranya.
Makanan hangat di suasana yang dingin ini cukup membuat mereka bertiga merasa sangat menikmati.
"Masakan nona enak sekali"
"Kakak bisa kesini setiap hari kalau kakak mau makan"
"benarkah nona?"
"Tidak, siapa yang memberimu izin untuk mengundangnya" Rey memandang Jhonatan tidak suka, seperti dapat mengira Jhon akan mengganggu dirinya dengan Kinan
"sayang... kenapa? tidak ada salahnya kan kita berbagi" Kinan menghela nafas
"Lagian kak Jhon juga bukan siapa siapa"
"ya sudah lah asalkan dia tidak mengganggu kita berdua, aku tidak masalah" Rey melanjutkan menikmati makanannya dan memilih mengalah karena tidak ingin berdebat dengan istrinya
"siap tuan, saya tidak akan pernah menganggu anda dan nona Muda" sembari membungkukkan badannya
"Cih, sepertinya kau sangat senang menumpang makan disini" Kinan hanya menggeleng melihat suaminya yang ke kanak kanakan
"sudah sudah, habiskan makanan kalian"
__ADS_1
__________
"Biar saya yang mencucinya nona"
"Tidak usah kak, biar aku saja"
"tidak apa apa, karena nona yang sudah memasak jadi biarkan saya membantu anda dengan mencucinya"
"sudah lah sayang, biarkan saja" Rey merangkul bahu Kinan. "hitung hitung buat membayar apa yang telah dia makan" Jhonatan mengangguk setuju
"Tidak boleh begitu sayang, kalau kita memberi sesuatu itu harus ikhlas. tidak boleh mengharapkan imbalannya" Lagi lagi Rey salah
"sudah tidak apa apa nona, saya sudah terbiasa kok melakukan hal seperti ini" Jhon bisa melihat rasa bersalah di wajah Reynando saat Kinan memarahinya tadi
"Beneran tidak apa apa kak?" Jhon mengangguk
"iya nona"
Kinan menarik tangan Reynando meninggalkan dapur, membiarkan Jhonatan melakukan pekerjaannya
"Lain kali tidak boleh seperti itu lagi ya"
"iya sayang maaf" Rey memegang telinganya tatkala mengatakan maaf pada Kinan. tanpa Rey sadari tingkahnya benar benar membuat Kinan ingin tertawa
__ADS_1
"iya iya" Kinan mengusap usap lembut kepala Reynando
"sudah malam, ayo tidur" Ajak Reynando
"bagaimana dengan kak Jhon?"
"dia sudah besar, tidak perlu kamu khawatirkan" Saat Reynando menarik tangan Kinan ke kamarnya, wanita itu menurut saja.
"Aku ingin kamu mengenakan baju tidur yang sudah aku siapkan" bisik Reynando saat mereka sudah berada di dalam kamar.
walaupun sedikit gugup Kinan mengangguk, dan mulai memasuki ruang pakaian dan mencari cari maksud dari suaminya. ternyata benar saja, baju tidur yang sangat tipis dan transparan itu mampu membuat Kinan membulatkan matanya. berbagai macam waran dan model yang berbeda beda bergantung rapi di salah satu lemarinya
Kinan mulai melepaskan hijab yang memang terus melekat di kepalanya, mengganti gamis dengan baju tidur yang sudah di siapkan oleh Reynando. Meskipun pertama kali melihat baju itu Kinan menggeleng gelengkan kepalanya, namun Kinan tetap menerimanya, Karena bagaimanapun juga Kinan sudah bersiap untuk menerima dan menjalankan tugasnya sebagai istri yang sesungguhnya
Semenjak perubahan sikap Reynando padanya. Saat ini Kinan sudah mulai berani memberikan sepenuh hatinya untuk Reynando.
Bismillah, semoga ini menjadi awal yang lebih baik lagi kedepannya.
Ketika pintu sudah terbuka, Kinan melihat Suaminya yang sudah telanjang dada tengah menantinya di atas tempat tidur.
Rey sempat takjub melihat pemandangan di matanya.
Benar benar cantik. Gumam Reynando, tubuh mungil yang hanya terbalut kain tipis dan rambutnya yang terburai membuat Reynando merasakan hal aneh pada dirinya.
__ADS_1
"Kenapa hanya berdiri di sana, kemarilah!" menepuk nepuk bagian kosong di sebelahnya.
Rey hanya tersenyum melihat Kinan yang Malu menutupi sebagian tubuh yang terlihat dengan kedua tangannya. meskipun gugup dia selangkah demi selangkah melangkah kan kakinya untuk mendekat pada Reynando.