My Possesive CEO

My Possesive CEO
Berbelanja


__ADS_3

"Ini kartu buat kamu"


Pagi itu, sebelum Reynando berangkat ke perusahaannya, dia memberikan Kartu kredit hitam tanpa batas pada Kinan.


"Ini buat apa sayang?"


"buat kamu beli apa saja yang kamu inginkan" Kinan masih bingung dengan kartu di tangannya


"Nanti mama ngajakin kamu belanja kan? pakai kartu ini dan bersenang senanglah" Rey mengecup kening Kinan


"dan ingat, kamu tidak boleh bekerja. singkirkan pikiranmu untuk mencari kerja"


"kenapa sayang? aku sudah dapat tempat dimana aku harus bekerja" protes Kinan


"Aku suami mu, aku tidak akan membiarkan istriku bekerja"


"tapi, belum juga mulai kerjanya masa sudah mau berhenti"


"Sayang.. kalau kamu tidak menurut kayak gini, kapan aku bisa menjadi suami yang baik?" Kinan diam

__ADS_1


"tugas istri hanya melayani suami, tidak wajibkan untuk ikut mencari nafkah bukan?" Kinan mengangguk


"Ok.. aku berangkat kerja dulu" sekali lagi mengecup kening Kinan


"pergunakan kartu itu dengan benar, karna jika kamu tidak memakainya. aku akan marah" Kinan mencium punggung tangan Reynando dan membiarkan pria itu berlalu dari hadapannya.


__________


pagi sudah beranjak menjadi siang dengan terik matahari yang cukup menyengat. Namun tidak dengan mereka yang tengah berada di mall di pusat kota Paris. bisa di bilang mall paling besar disana.


Kinan dan Jena juga tengah berada mall tersebut. sebuah mall yang bertengger indah dan sangat mewah di tengah tengah kota.


Mereka berdua terlihat tengah berkeliling menyusuri setiap sudut dari mall. mencari cari adakah yang cocok untuk mereka berdua. Namun sayang, Kinan tak melihat adanya yang cocok untuk dirinya. karena ini di luar negeri yang bahkan agamanya sangat berbeda dengan dirinya, membuatnya tak mudah menemukan hal hal yang satu agama dengan Kinan. begitu pula dengan masalah pakaian, lebih banyak pakaian terbuka yang sangat tidak cocok bagi Kinan. Jena hanya membelikannya beberapa setel pakaian panjang yang tidak terlalu ketat untuknya.


"tidak ma.. kak Rey sudah memberikan ini sama Kinan" Kinan memperlihatkan kartu hitamnya


"Bagus, kita habiskan saja uang suami mu" Jena tersenyum puas. ternyata anaknya pengertian juga. pikirnya


saat mereka beranjak pada lantai paling atas di mall tersebut. ada sebuah toko yang berisi baju baju syar'i. sepertinya toko itu di buat khusus untuk para orang asing yang sama seperti Kinan. Kinan berinisiatif terlebih dahulu untuk memasuki toko tersebut. Terlihat Jena tengah menunjukkan beberapa pakaian yang bagus untuk Kinan.

__ADS_1


"sayang... kamu coba baju yang ini. kayaknya bagus deh" menyodorkan baju yang benar benar bagus pada Kinan


"tapi ma.. ini sudah banyak sekali" mengangkat paper bag di kedua tangannya


"sudah tidak apa apa, sana coba dulu" Kinan hanya mengikuti perintah ibu mertuanya. mencoba baju yang di pilihkannya.


memang sangat cantik dan sangat cocok untuk Kinan. Namun dirinya yang tak terbiasa berbelanja membuat dirinya sedikit aneh karena menghabiskan begitu banyak uang. meskipun itu uang dari suaminya sendiri


"sayang sudah selesai? coba keluar mama mau lihat" suara di balik pintu


"ah iya ma.. sebentar lagi" Setelah bergegas memakai baju yang di pinta untuk di coba. Kinan keluar memperlihatkannya pada Jena. wanita itu manggut manggut takjub dengan kecantikan istri dari anaknya.


"Kamu memang cantik. kita beli ini, sekalian langsung kamu pakek" perintahnya


"tidak mau ganti dulu ma?"


"tidak usah, kamu sudah sangat cocok dengan baju ini"


Jena memanggil pelayan mall.

__ADS_1


"hitung sekalian dengan yang ini" menunjuk baju yang sudah di kenakan oleh Kinan.


Setelah merasa puas berbelanja. mereka sepertinya tengah beristirahat di sebuah restoran yang tidak jauh Mall. melepaskan penatnya seharian ini, dan mengisi perut mereka dengan berbagai macam hidangan


__ADS_2