
"Sudah sampai?" Tanya Kinan
sepertinya dia sedang berbicara dengan seseorang di telefon nya.
📞 "iya" Jawab dari seberang
"Sudah Sholat Isya' sayang?"
ya, yang di telefon adalah Reynando yang baru selesai menemui para pekerja di kantor cabang.
📞 "Belom"
"ya sudah, mandi dulu habis itu sholat ya, kalau capek langsung istirahat saja" ucap Kinan
📞 "Tapi aku masih kangen kamu" Rengeknya
"kangennya nanti saja ya, sekarang mandi dulu terus sholat. bau tauk hihihihi" ledeknya
📞 " Baiklah, aku mendengarkan mu"
__ADS_1
"Assalamu'alaikum"
📞 " Wa'alaikum salam"
tut...
panggilan berakhir dan Kinan beralih pada keluarga yang sedari tadi di sampingnya.
"Dari anak mama?" Tanya Jena dan Kinan mengangguk
"Dia sudah sampai?"
"Syukurlah"
"Kalian anak muda, baru beberapa jam terpisah sudah kangen kangen nan" goda kakek Abraham. Kinan tersipu malu
Setelah merasa jenuh di dalam ruangan Kinan pamit ke taman yang ada di samping Villa. Semenjak menikah, ini pertama kalinya bagi dia jauh dari suaminya. Khawatir namun demi karir sang suami, Kinan tetap percaya diri dan yakin pada Reynando.
"Aku yakin kau bisa menjaga cinta kita kak, meskipun terhalang oleh waktu aku yakin. Tuhan akan selalu menjaga kesucian Cinta Kita" Kinan terus memandang bintang bintang cerah di langit.
__ADS_1
meskipun bulan tampak malu menampakkan wujudnya, namun sinar redup dan beberapa bintang masih terlihat sangat indah.
Hari hari berlalu, Kinan masih melakukan aktivitasnya seperti biasa meskipun tanpa suaminya. Sudah dua Minggu berlalu, tidak ada habisnya, ketika Reynando memiliki waktu senggang, selalu melepaskan rindunya lewat panggilan Vidio. Kinan juga dengan sangat senang Hati menerima panggilan Vidio dari suaminya. Meskipun sering kali Reynando mengeluh karena tidak membawa Kinan pergi, Kinan hanya tersenyum mendengar celotehan yang menurutnya sangat membahagiakan.
Hari itu, adalah hari terakhir bagi Reynando berada di luar kota. Namun sebelum kepulangannya, para karyawan mengadakan makan malam dengan atasan mereka. dan dengan senang hati Reynando menerimanya.
Makan malam di adakan di Restoran Hotel yang cukup mewah di kota tersebut, Jhonatan yang selalu mengikuti Reynando juga begitu memperhatikan keamanan tuannya. Namun di saat tengah malam, entah kenapa Rey merasa pusing dan ada seseorang yang membawanya ke suatu tempat ketika dia maupun Jhonatan sedang tidak sadar. Jhonatan juga tertidur, entah itu sebuah konspirasi atau memang tidak di sengaja, tidak ada yang tau. Mereka dibawa ke kamar yang berbeda.
Ketika hari sudah siang, Rey perlahan membuka matanya. namun entah karena apa dia masih merasa pusing. setelah sekian lama memijat kepalanya, Rey mendapatkan dirinya yang setengah telanjang.
Apa yang terjadi padaku, kenapa aku ada disini. Gumam Reynando. dia mencari seisi kamar hotel, adakah orang lain selain dirinya di kamar tersebut. Namun nihil, tidak ada siapapun selain dirinya di kamar tersebut.
"Ah.. mungkin Jhonatan yang membawaku kesini" Rey diam sekajap
"Lalu... untuk pakaian tidak mungkin Jonathan yang melakukannya" kembali berpikir, namun tidak dapat menemukan apapun dalam ingatannya
"Ah sudah lah, pasti aku sendiri yang melakukannya" Akhirnya Rey memutuskan untuk membersihkan diri.
Disisi lain, Jonathan yang baru saja bangun. juga kebingungan dengan keadaannya yang berada di kamar hotel. dia juga tidak mendapatkan kabar dari tuannya.
__ADS_1
"Sial... Apa yang terjadi" Jhon bergegas membersihkan dirinya dan mencoba mencari keberadaan Reynando yang memang berbeda lantai dengannya.