
Hari sudah beranjak, tepat jam 15.00 Reynando membawa Kinan pulang. sedangkan Farhan masih berkeliling di kota Paris dengan di temani oleh Reyfan.
Wajah Reynando terlihat murung, banyak pikiran yang berkelebat di sepanjang perjalanan pulang mereka.
"Kakak kenapa?" Kinan merasa khawatir karena suaminya hanya diam saja tak berekspresi
"tidak apa apa. kakak lagi memikirkan sesuatu" masih fokus mengemudi
"Mikirin apa?"
Reynando masih diam, seperti memikirkan apa yang mau di sampaikan pada Kinan
"kakak khawatir kakak mu akan benar benar membawa mu pergi dari ku" akhirnya setelah lama tidak menjawab
"Banyak sekali orang yang mau merebut mu dari ku" lanjutnya lagi, terlihat rasa khawatir di raut wajahnya
"kakak berpikir apa sih?" Kinan mencoba menenangkan suaminya
"Kakak mu sepertinya tidak menyukai ku"
"yang penting kan Kinan yang menyukai kakak" balas Kinan
"Tapi aku benar benar khawatir" Rey menarik nafas panjang.
"Memangnya kakak mau berbuat hal, yang akan membuat kak Farhan membawa ku pergi dari sisi mu"
"Tidak mungkin" menjawab cepat
"Apa aku gila akan membiarkan orang lain membawa mu pergi dari ku" lanjutnya lagi. Ada perasaan senang yang menyeruak di hati Kinan. setelah semua yang mereka alami, Kinan masih tidak percaya akan mendapat Cinta Reynando secepat itu.
Mungkin kau memang dingin, tapi hatimu sangat hangat. Senyumnya terukir di wajah Cantik Kinan.
__ADS_1
"ya sudah, apa yang kakak takutkan, kakak hanya perlu mengingat semua yang kakak katakan hari ini pada kakak ku, buktikan padanya bahwa kak Rey bisa menjaga ku" Rey melirik Kinan disampingnya, tersenyum dan mengangguk dengan permintaan yang di ucapkan Kinan.
"Tapi ada satu hal yang harus kau ubah"
"Apa?"
"berhenti memanggil ku kakak" perintahnya
"Panggil aku sayang"
"Apa? Kenapa?" Kinan benar benar kaget. yang bener aku harus memanggil kak Rey sayang?. Kinan melirik Rey di sampingnya
"Aku tidak suka"
"Iya kenapa kak? Bukannya selama ini Kinan juga memanggil kakak dengan sebutan itu. dan kakak juga tidak keberatan kan"
"Sekarang sudah berbeda, aku tidak mau kamu memanggilku kakak" bersikeras dengan pendapatnya sendiri
hhha alasan macam apa ini. Kinan sedikit tertawa mendengar alasan suaminya
"Tapi kak Kinan sudah nyaman dengan panggilan itu"
"Tidak usah tertawa, turuti kemauan ku" protes Reynando
"Tapi kak"
"Kinan sayang... kamu sudah berani membantah perintah ku yah" penuh dengan tekanan di setiap ucapannya.
"Mana berani" gumam Kinan namun masih terdengar samar oleh Reynando
"Baiklah baiklah. aku akan panggil kakak sayang" Kinan menyerah
__ADS_1
"tapi kalau lagi berdua ya kak, rasanya malu memanggil dengan sebutan itu ketika didepan umum" tambah Kinan
"Kamu malu?" Rey terlihat kesal
"Kamu malu memanggil suami mu sendiri di depan orang lain? kamu malu punya suami seperti ku?" intonasinya sudah meninggi. kelihatannya tambah marahlah Reynando saat itu.
Astagfirullah ... posesif sekali suami ku.
"tuh kan kumat lagi. kakak curigaan mulu sih.. dengerin Kinan" Memegang bahu Reynando mencoba menenangkan dirinya yang terlihat kesal
"bukan itu yang di maksud Kinan kakak, kenapa Kinan harus malu mempunyai Suami hebat seperti kakak" Kemarahan Reynando menurun mendengar penjelasan Kinan.
"Lalu maksud perkataan mu tadi itu apa?"
saat ini Mudah sekali bagi Kinan membujuk suaminya yang sedang marah. hanya dengan kelembutan dirinya, mampu membuat hati Reynando luluh padanya.
"Kinan hanya malu ketika memanggil sayang di depan banyak orang, Kinan tidak terbiasa kak"
"makanya biasakan dirimu mulai sekarang. aku pokoknya tidak mau tau, kamu harus memanggilku sayang" Rey menarik nafas panjang, berniat mempertahankan pendapatnya. dia adalah suaminya, tidak ada salahnya kan ketika istrinya memanggilnya dengan panggilan romantis. begitu pikir Reynando
"Mau itu berdua atau di depan orang sedunia sekalipun, kamu harus memanggil ku seperti itu" lanjutnya
"Biar saja semua orang tau bahwa kamu adalah milik ku" tambah Reynando
"Aku tak akan membiarkan orang lain membawamu, dan membiarkan mereka tau bahwa kamu bahagia bersama ku" Rey lagi lagi mengingat kejadian beberapa jam yang lalu. masih bertekad membuktikan pada kakak Kinan bahwa dirinya sanggup membahagiakan adik kesayangannya.
Kinan tersenyum. jadi itu alasan mu? baiklah sesuai keinginanMu.
"kalau begitu, baik lah Sayang" Kinan memalingkan wajahnya keluar jendela. menghindari bersitatap dengan suaminya. Kinan malu, karena itu pertama kalinya bagi dia memanggil seseorang dengan sangat intim.
"Kau malu?"
__ADS_1
"tidak" jawab Kinan cepat. mulut dan hatinya mengatakan hal yang berbeda. membuat Reynando tersenyum melihat istrinya malu malu kucing di depannya.