My Possesive CEO

My Possesive CEO
Candu


__ADS_3

"Tuan apakah anda besok akan ke kantor ?" tanya Jhonatan


"Tidak, kamu handle dulu masalah kantor, kalau ada apa apa segera laporkan padaku"


pintanya dan menutup sambungan telepon


ini sudah hampir seminggu Reynando bahkan tidak pergi ke kantor, masih menikmati dirinya yang berpura pura sakit di depan Kinan demi mendapat perhatiannya, dan selama hampir satu minggu ini juga, mereka menjadi semakin dekat. setiap malam Rey akan pergi ke kamar Kinan. Seperti malam ini, ketika tidak melihat Kinan kembali ke kamar miliknya setelah makan malam, Reynando pun langsung pergi ke kamarnya.


"Kak Rey"


Mereka berdua mematung, Rey pikir Kinan sudah tidur. karena dia tidak bisa menghadapi suasana canggung ini ketika secara terang terangan ketahuan oleh Kinan Rey sengaja masuk ke kamarnya. selama ini Rey selalu datang ketika Kinan sudah terlelap dan Rey juga selalu menemukan alasan kenapa setiap Kinan bangun selalu ada dia di sampingnya. meskipun sebenarnya, Kinan tidak mempermasalahkan dan tidak membutuhkan alasan apapun ketika tidur bersama dengan suaminya sendiri.


"Emm itu.. aku hanya memastikan kamu sudah tidur apa tidak?" Kinan tersenyum dan Rey baru pertama kalinya dia merasa malu oleh tingkah lakunya sendiri.

__ADS_1


"kalau begitu aku keluar dulu" Rey bergegas kembali ke kamarnya. tidak tahan melihat Kinan yang hanya terbalut kain tipis, tubuh yang biasanya tertutup dari ujung rambut sampai ujung kaki, secara tidak langsung memperlihatkan bagian tubuh yang membuat tubuh Reynando gemetar. leher jenjang yang indah, kaki putih bersih yang menggoda. pikir Reynando.


ah Sial. Umpatnya....


sudah lupakan. hanya untuk malam ini, besok aku akan membawanya ke Mansion papa. Pikir Reynando


Reynando sudah bersiap untuk tidur, namun tetap saja tidak kunjung terlelap. dia sudah menjadi candu dengan memeluk tubuh Kinan selama hampir satu minggu ini. memeluk guling pun tidak ada artinya. dia menginginkan Kinan malam itu. karena gengsinya dia hampir semalaman tidak bisa tidur dan hanya berguling kesana kemari. sampai akhirnya jam dinding sudah menunjukkan jam 2 pagi barulah Reynando memutuskan untuk pergi ke kamar Kinan. dan saat itu barulah, dia tertidur dengan lelap memeluk tubuh mungil istrinya di balik selimut yang menghangatkan mereka berdua.


______


"Selamat pagi? enak banget ya meluknya"


Kinan terperanjat dan sontak saja dia melepaskan tangannya dari tubuh Reynando.

__ADS_1


"Kak Rey, sejak kapan kakak ada disini?" tanya Kinan dan mencoba menutupi bagian tubuhnya yang terlihat.


Reynando tidak menjawab pertanyaan Kinan dan menariknya kembali berbaring di dekat Reynando.


Sejak memutuskan akan memberikan kesempatan untuk Kinan menjelaskan atas semua yang terjadi, Rey percaya Kinan adalah wanita yang baik. dan memutuskan untuk memperlakukan Kinan dengan baik dan saat itu juga perlakuannya berubah sangat drastis pada Kinan.


"Kapan kau akan menjelaskannya padaku?" tanya Reynando sambil memeluk Kinan, membenamkan wajahnya di pundak istrinya.


"kalau besok bagaimana?"


"secepat itu?"


"apa kakak tidak mau secepatnya semua ini menjadi jelas?" tanya balik Kinan. Rey diam

__ADS_1


"Baiklah besok dan Nanti aku akan membawa mu ke Mansion papa untuk menginap beberapa hari di sana, mereka bilang kangen sama kamu, kalau tidak membawamu kesana sesegera mungkin. mereka mungkin akan menghancurkan apartemen ini" Ucap Reynando terdengar sedikit sebal. karena keluarganya itu ingin merebut istrinya kesayangannya itu darinya.


"Baiklah, sekarang kakak mandi. aku siapkan sarapan dulu buat kakak" Rey mengangguk dan beranjak menuju kamar mandi.


__ADS_2