My Possesive CEO

My Possesive CEO
Kencan (1)


__ADS_3

Klik....


Pintu terbuka, dan Rey mendapatkan Kinan yang sudah terlelap di atas sofa.


"pasti lama nunggunya" Rey menghampiri istrinya


"Jhon batalkan jadwalku malam ini"


"dan Siapkan mobilnya sekarang"


"Baik tuan" Setelah Jhonatan berlalu Rey mengangkat tubuh istrinya menuruni perusahaan menggunakan lift. tidak sedikit pegawai di sana merasa takjub, dengan hadirnya istri yang begitu baik dan cantik. Rey terlihat sudah semakin banyak tersenyum dari biasanya.


_________


"Emm ini dimana?"


Perlahan Kinan mengerjapkan matanya, dan mendapati dirinya tengah berada di taman yang tidak jauh dari menara Eiffel, duduk bersandar di bahu hangat milik suaminya.


"sudah bangun?"


"Hemmm" Kinan tidak henti hentinya memandang pemandangan yang sangat indah di depannya.


"Kamu tidur seperti kebo" ledek Reynando


Kinan hanya melengos mendapat ledekan seperti itu darinya. Menara Eiffel terlihat sangat jelas dari tempat dimana dia berada.


"Indah sekali" gumamnya

__ADS_1


"kamu suka?" Kinan mengangguk dan kembali menyandarkan kepalanya di bahu hangat Reynando


"kenapa mengajak ku kemari?" tanya Kinan


"ingin kencan sama kamu" Kinan tergelak mendengar ucapan suaminya


"kenapa kamu tertawa"


"Lucu saja dengernya" masih menghabiskan sisa sisa tawa di bibirnya. Cukup lama tertawa, tiba tiba muncul anak kecil dengan seikat bunga di tangannya.


"Untuk ku?" tanya Kinan pada anak kecil tersebut ketika menyodorkan bunga ke arahnya. dan anak itu mengangguk


"Terimakasih" Anak kecil itu berlalu dengan riang.


"Bunga yang indah" Gumam Kinan dan terus menciumi bunga tersebut.


Tidak lama kemudian, Muncul lagi anak kecil yang berbeda dengan sekotak coklat berbentuk hati. dan anak kecil itu juga menyodorkan coklatnya ke arah Kinan.


Rey membayangkan bagaimana Jhonatan mencari anak anak itu untuk melancarkan rencana mereka.


Aku ingin tau bagaimana keadaan dia sekarang. Rey tersenyum geli


Ini pasti kak Jhon yang melakukannya. Kinan menggeleng melihat tingkah ke dua pria itu.


"Kamu yang menyiapkan ini semua?" tanya Kinan


"menurut kamu siapa" Kinan menggeleng dan tersenyum pada Rey.

__ADS_1


"Kasian kak Jhon, tidak tau sekarang dia lagi menyiapkan apa lagi" Kinan dan Rey tertawa bersama.


Sedangkan orang di balik layar yang sedang mereka bicarakan tengah pusing mencari anak kecil. Meskipun hanya mencari tiga anak, bukan lah hal mudah jika di lakukan malam malam begini. bukan lagi harus membujuk orang tuanya dan mengajari ini itu pada anak kecil yang sudah dapat ijin orang tua mereka. dan bukan lagi dia yang harus mengawasi mereka dengan selamat setelah selesai melakukan tugas mereka.


"Ini benar benar hal yang paling memalukan yang pernah aku lakukan" Gumam Jhonatan ketika dengan keras orang tua anak kecil tersebut menolak mentah mentah permintaan Jhonatan. dan mengatainya kekanakan


"sudah lah, biar bagaimanapun ini semua demi nona muda" Jhonatan berhenti mengeluh sampai akhirnya dia menyelesaikan tugasnya


"Kamu suka?" Tanya Reynando.


Bunga, Coklat dan Boneka yang termasuk boneka kesukaan Kinan sudah berada di tangannya.


"Suka" jawab Kinan singkat. Mereka melanjutkan menikmati keindahan malam di kota Paris, lampu taman yang menyinari mereka, dan Bulan yang tengah malu menyembunyikan dirinya di balik awan malam.


Malam ini terasa indah, dengan dia yang ku cintai bersama dengan ku.


"habis ini mau kemana?" Tanya


"Dinner"


"Berdua?"


"Kamu mau makan bersama Jhonatan dan Lauren lagi" tanya Reynando kesal


"Bukan sayang, kan aku cuma nanya"


"kalau bukan kita berdua, lalu mau nambah siapa lagi"

__ADS_1


"Baiklah"


Benar benar pemarah. Kinan hanya mengelus dada sabar menghadapi sifat suaminya yang berubah ubah.


__ADS_2