
Adzan subuh sudah berkumandang di Hp Kinan. karena dia tinggal di luar negeri yang bahkan tidak mendengar adzan sama sekali. Kinan memutuskan menghidupkan alarm di setiap waktu sholat, dengan begitu dia kembali bisa mendengar suara Adzan di Hpnya.
Hari itu, Hari yang membahagiakan untuknya. ini pertama kalinya, ketika dia terbangun hal yang dia lihat pertama kali adalah wajah teduh suaminya yang masih terlelap, dekapan yang sangat kuat seakan mengartikan Rey tidak mau melepaskan Kinan.
Kinan berusaha melepaskan pelukan Reynando, dengan hati hati agar tidak membangunkan suaminya. Namun apa? bukannya terlepas, saat Rey merasakan ada pergerakan pada istrinya Reynando malah memeluknya lebih kencang.
"Kakak... Kinan sholat dulu ya, habis itu Kinan buatin sarapan yang enak buat kakak. Mau?" bisik Kinan mencoba membujuk suaminya.
Rey melepaskan pelukannya, yang artinya dia setuju dengan bujukan Kinan.
______
Disisi lain, di sebuah bandara yang cukup terkenal di Paris. Seseorang baru saja mendarat.
"Akhirnya sampai juga, tunggu aku Reynando sayang" Terukir senyum penuh kelicikan di wajahnya, entah apa yang dia rencanakan tidak ada yang tau
"Seluas apapun negeri ini, aku pasti bisa menemukan Mu, secara kamu orang terkenal disini" Wanita itu kembali memakai kaca mata hitamnya. mencari taxi untuk mengantar ke hotel yang sudah di pesannya.
_______
Kinan sudah sangat cantik pagi itu, wajah yang biasa natural. Kini terlihat ada polesan sedikit make up di wajahnya. Cantik, hanya itu gambaran Reynando yang di lihat dari pandangannya saat melihat Kinan baru masuk kedalam kamarnya. wanita yang selalu tertutup dengan hijab itu memang sangat sempurna.
"kakak mau mandi? Kinan sudah siapkan air hangat untuk kakak"
__ADS_1
Kenapa wanita ini menjadi sangat bersemangat seperti ini?. Reynando terheran, karena semenjak tadi pagi. Kinan menjadi seperti orang yang berbeda dari biasanya. dia yang pendiam sekarang sudah banyak bicara
Karena menurut Kinan, jika dia benar benar ingin memenangkan hati Reynando, dia tidak hanya bisa diam saja. harus melalui tindakan barulah benar, pikirnya.
"Kakak mau aku bantuin" tawarnya
seketika wajah Reynando memerah, mungkin karena malu atau apalah. dia masih tidak terbiasa dengan sikap Kinan yang berubah padanya. Rey mamalingkan muka dan menjawab
"eheem... tidak, aku bisa sendiri" jawabnya singkat dan berlalu. Kinan tersenyum, ada kalanya dia melihat Reynando yang malu, tidak seperti biasanya yang dingin dan kejam. mungkin hari itu hari yang paling langka baginya.
Hampir setengah jam dan Rey masih tidak keluar dari kamar mandi, saat tengah mondar mandir di kamar Reynando. tiba tiba Jhonatan memanggilnya.
tok.. tok..
"Nona..." Panggil Jhonatan.
"Aku sudah tau apa yang menjadi penyebab kesalah pahaman di antara kalian"
"Benarkah?"
Jhonatan menjelaskan secara detail apa yang dia dapat, dia juga menceritakan tentang foto yang di terima oleh tuannya ketika hari pernikahan mereka. di tengah tengah fokus membincangkan hal itu. tanpa mereka sadari seseorang sudah berada di belakang mereka.
"Apa yang kalian bicarakan?" Aura penuh tekanan menguasai ruangan itu, suasana menjadi canggung. dan tidak tau kenapa, sepertinya Rey terlihat marah apalagi pada Jhonatan. tatapannya seakan mengatakan aku akan membunuhmu jika dekat dekat lagi dengan istriku. Rey tau bahwa pada awalnya Jhonatan juga tertarik pada istrinya itu. jadi dia lebih posesif ketika melihat Kinan dekat dengan sekretarisnya itu.
__ADS_1
"kakak sudah selesai? sarapan dulu yuk" Kinan menarik tangan Reynando yang sudah rapi dengan baju santai yang di kenakannya. yang namanya pria tampan, memakai baju apapun tidak mengurangi nilai ketampanannya. Pikiran Kinan mulai ngawur, apalagi sekarang dia menggandeng tangan Reynando menuju ruang makan. senangnya bukan main baginya.
Saat mereka sudah duduk semua, Rey melotot saat Jhonatan ikut duduk bergabung dengan sepasang suami istri itu.
"Hei, kau mau apa?"
"Mau sarapan tuan"
"Siapa yang menyuruh mu ikut makan dengan kami"
"Nona muda yang menyuruh saya tuan"
"Apa?" Rey beralih memandang Kinan disampingnya yang terdengar tawa kecil di bibir mungilnya. Rey meminta penjelasan padanya dengan pandangan yang sudah terlihat kesal.
"Sudah lah kak, biarkan kakak Jhon ikut sarapan dengan kita" Pinta Kinan mengeluarkan jurus ampuhnya untuk meluluhkan hati suaminya. sedikit demi sedikit Kinan sudah bisa mengatasi Suami posesifnya itu. semenjak mendapat info dari Jhonatan Kinan semakin percaya diri bahwa dia masih ada sedikit harapan.
ok baiklah, kau menang hari ini karena istriku memintanya. tapi tidak ada lain kali. batin Reynando dengan pandangan mengancam pada Jbonatan yang masih tersenyum bodoh.
seakan akan Rey sudah melupakan masalah masalah yang terjadi antara hubungannya dengan Kinan, Mungkin karena terlalu menikmati perhatian Kinan yang tak mau dia bagi bahkan dalam hal sarapan apalagi masih ada obat nyamuk yang begitu tidak tau malu menikmati masakan istrinya yang seharunya hanya dia yang bisa menikmatinya. hal itu membuat Rey jengkel dan tidak nafsu makan.
Kinan menyadari tingkah suaminya itu dan tersenyum. akhirnya aku bisa sedikit menggerakkan hati Mu kak.
"Mau aku suapin?" tanya Kinan saat melihat Rey terus memandang marah pada Jhonatan yang juga merasa tidak nyaman dengan tatapan itu. karena terasa canggung, Kinan hanya bisa melakukan itu untuk mencairkan suasana.
__ADS_1
"Ok"
Akhirnya suasana kembali normal, perhatian Reynando beralih pada istrinya dan sarapan pagi itu akhirnya berjalan dengan lancar.