
Bukan hanya tidak mengawasi Kinan, Namun Lauren seakan akan tidak mau melepaskan Kinan dari pandangannya. bahkan saat di perpustakaan pun Lauren terus mengekori nona mudanya tapi dia cukup mengerti dan menjaga jarak dengan Kinan agar tidak menjadi sorotan bagi yang lainnya
"Kinan dia siapa? sepertinya dari tadi dia memperhatikan mu" Fira yang penasaran akhirnya membuka suara.
"Entah lah, aku juga sulit menjelaskannya"
walaupun merasa risih namun Kinan tetap harus sabar, biar bagaimanapun wanita itu di kirim langsung oleh suaminya.
"Dia bodyguard kamu?"
pertanyaan itu membuat Kinan bungkam, perlakuan Reynando menurut Kinan terlalu berlebihan. dia tau Rey mengkhawatirkannya, namun dia merasa tidak membutuhkan perlakuan seperti itu.
"jadi bener dia bodyguard kamu?" tanya Fira sekali lagi, dan Kinan hanya mengangguk
"wah hebat sekali.. sepertinya tuan muda itu benar benar sayang ya sama kamu" Fira menyenggol Kinan dengan dengkulnya.
"Tapi aku rasa, kak Rey terlalu berlebihan Fir. aku sudah gedhe begini tidak butuh bodyguard atau apalah itu" protes Kinan
" Kamu ini, bukannya syukur malah protes tidak jelas. kamu tau? di kota yang besar dan asing ini, kita tidak tau seperti apa di luar sana, dengan adanya dia. aku yakin itu akan meringankan beban suami mu" menepuk bahu Kinan
"Aku tau dia pemilik perusahaan besar, tanggung jawab yang di pikulnya juga besar. apalagi dia mempunyai seorang istri yang sangat jarang ada dalam jangkauannya, dengan adanya dia" menunjuk Lauren yang tidak jauh dari mereka
"Aku yakin bisa lebih meringankan beban yang di pikulnya. kamu tidak kasihan sama suami mu? belum lagi masalah perusahaan. bagaimana jika terjadi sesuatu dengan kamu. itu malah akan menambah lagi bebannya."
Kinan merenungkan perkataan temannya. Kali ini Kinan setuju dengan Fira, yang di katakan nya sangat benar. seharusnya aku bersyukur mempunyai seorang suami yang sangat peduli, Apalagi aku tidak bisa membatu jika perusahaan sedang ada masalah mungkin dengan adanya dia memang bisa mengurangi sedikit bebannya. Kinan tersenyum setelah memikirkan itu semua.
__ADS_1
"Kami pintar juga ya"
"Sudah dari dulu" mereka mulai melanjutkan aktivitasnya, Kinan juga sudah mulai bisa menerima dan tidak merasa risih ketika Lauren yang terus memperhatikan dirinya.
__________
Hari ini Kinan memilih untuk mengakhiri kuliahnya lebih awal, dia ingin pergi menemui suaminya.
"Lauren..." sedikit canggung namun Kinan mencoba untuk akrab dengannya
"Iya nona muda" Lauren tidak menoleh dan memilih fokus pada kemudinya
"Panggil saja aku Kinan"
"Maaf nona, itu tidak pantas bagi saya"
"Maaf nona"
"ya sudah tidak apa apa" Kinan mengalah karena dia tau tidak akan ada gunanya jika berdebat dengannya
"kamu tau dimana restoran yang enak?" Kinan berniat untuk membawakan makan siang untuk suaminya
"Nona mau makan siang?"
"tidak, aku mau membawakan makan siang untuk kak Rey"
__ADS_1
"kamu tau dimana?" tanyanya sekali lagi
"iya nona saya tau"
Lauren terus mengemudikan mobilnya menembus jalanan yang cukup menyengat siang itu.
Saat mobil sudah mulai memasuki halaman parkir restoran yang memang termasuk restoran kelas atas yang tak asing bagi Kinan. Benar, Epicure tempat dimana dia pernah melamar kerja paruh waktu bulan lalu.
Kenapa aku bisa lupa kalau disini termasuk Restoran kelas atas, yang tentu saja kualitas makanannya tidak akan mengecewakan.
"Nona sudah sampai"
"bisakah kamu saja yang masuk?" Kinan hanya tidak mau berpapasan dengan pemilik restoran ini, yang nantinya mungkin akan menanyakan banyak hal padanya
"baik nona, anda mau membeli apa?"
"Aku tidak tau, beli saja 4 porsi makanan yang menurut mu paling enak disini" Kinan tidak tau makanan apa yang akan cocok pada suaminya nanti.
"Pakai ini saja" Kinan menyodorkan kartu tanpa limitnya pada Lauren
Lauren memesan sesuai perintah Kinan dan membayar dengan kartu yang di berikan nya.
ting....
sebuah pesan masuk dalam Hp Reynando, itu adalah notif bahwa ada yang sedang menggunakan kartu miliknya. dan ternyata benar notif tersebut adalah pemberitahuan dari kartu yang ia berikan beberapa Minggu yang lalu pada Kinan
__ADS_1
"Sepertinya dia berbelanja dengan kartu yang ku berikan" Rey tersenyum mengetahui istrinya sudah mulai menggunakan kartunya