My Secret Alora

My Secret Alora
Si Psyco Kembali


__ADS_3

Hampir 20 menit dua pemuda tampan yang sedang membersihkan lapangan basket dalam kesunyian. Terlihat mengerjakan pekerjaannya masing-masing dengan tertib dan aman. Andre menyapu debu di lantai lapangan lalu diikuti Beni dari belakang mengepel. Terlihat kompak dari pantauan pak Ihsan (jauh).


Mari kita lihat lebih dekat! Sedari tadi Beni melirik pemuda lainnya yang membuatnya kesal, sedangkan Andre hanya mengerjakan tugasnya tanpa ingin membuat keributan.


"Cepetan nyapunya! Lembek banget jadi cowo!" Lempar Beni sambil bergerak secepat mungkin ingin menyamakan posisi setara dengan Andre yang menyapu di depan.


"Sabar!" Sahut Andre malas.


Beberapa detik kemudian Beni menyerang lagi "heh! Cepetan! Bentar lagi pulang sekolah, gua mau pulang!"


Andre memutar kepalanya melempar sorot mata tajam ke arah Beni sebentar lalu melanjutkan tugasnya. Namun Beni sudah menemukan cara memulai perdebatan, pemuda itu dengan sengaja menendang ember berisi air pel hingga semua debu yang sedang di tumpuk Andre untuk di angkat kembali mengalir bersama air tumpah itu.


"Oh my Gosh! Loe ceroboh banget sih! Jadi jorok banget gini!" Kesabaran Andre mulai terkikis perlahan.


Andre berusaha mengumpulkan debu itu di atas serok agar ia bisa menyelesaikan tugasnya lalu pergi. Namun, Beni dengan sengaja berpura-pura mengepel secara mundur lalu menabrak Andre hingga pemuda itu terjatuh dan seragamnya jadi kotor.


"Sorry!" Ucap Beni lalu melanjutkan mengepel bagian lain.


Andre masih bersabar, lalu pergi mengangkut sampah ke luar.


...


Begitu bel berbunyi Alora dan Lia menghampiri dua pemuda yang sedang di hukum ke lapangan basket.


"Ya ampun Ndre! Kenapa baju loe sekotor itu?" Tanya Lia.


"Loe tanya aja si psyco itu!" Andre melirik Beni yang berpura-pura tidak dengar.


"Loe bawa jaket kan? Di kelas ya? Biar gua ambilin!" Kata Alora pada Andre lalu berlari ke kelas sekalian mengambil tas Andre.


Alora kembali lalu memberi jaket pada pacarnya itu. Di sisi lain Beni hanya bisa melirik, sebenarnya ia ngin mendapat perhatian yang sama, tapi statusnya berbeda. Jadi ia harus menarik perhatian agar ternotice.


"Loe mau ngomong apa tadi?" Tanya Alora yang sudah di depan Beni selama ia melamun sebentar.


"Huh?" Beni agak terkejut. Entah bagaimana di matanya Alora terlihat berbeda hari ini.

__ADS_1


"Gua capek banget sama kelakuan loe! Loe mau ngomong apa sampe narik-narik gua dan berakhir di sini?"


"Gua kangen sama loe!" Sahut Beni yang tentu saja membuat semua orang di tempat itu bingung.


Andre terlihat mengupat dalam hatinya yang tampak dari wajah kesalnya.


"Maksud loe apa?" Tanya Alora.


"Gua kangen aja! Narik tangan loe, seret loe ke tempat favorit gua dan menghina loe! Gua kangen menikmati moment saat loe marah dan nambah kerutan di muka loe!" Beni adalah makhluk misterius dan aneh, sepertinya memang benar dia psycopath.


Alora tersenyum sinis "cih! Manusia memang nggak bisa berubah secepat itu! Gua nggak heran tiba-tiba loe jadi baik dan jahat.. karna naluriah loe!"


Ketiga remaja lainnya perni meninggalkan Beni di tempat yang harus menyelesaikan mengepel.


...


Perpisahan sekolah semakin dekat, pengumuman penerimaan mahasiswa baru adalah hari ini jam 12 siang.


Tampak semua orang menunggu hasil pengumuman seleksi dari perguruan tinggi yang mereka daftar. Di antaranya ada yang sedang berdoa, ada yang mondar-mandir panik, ada yang santui karena ada orang dalam dan ada pula yang santui karena tidak niat kuliah contohnya Alora. Gadis itu hanya tertidur nyaman saat orang-orang sibuk membicarakan hasil ujian yang mereka ikuti.


Pemuda lainnya yang juga tidak terlalu peduli, ia hanya ingin satu kampus dengan pacarnya. Otak seksi dengan kepintaran itu ditambah ia juga rajin karena di paksa belajar oleh orang tuanya. Tidak menutup kemungkinan dia pasti lolos.


Dan di sisi Alora, Lia tampak sangat gelisah. Walau ia yakin sudah menjawab seluruh soal ujian dengan benar, namun ia dengan kekhawatiran berlebihan itu terus mengganggu Alora dengan pertanyaan.


"Lora kalo gua gagal gimana? Gua udah nyerah sama jurusan psycologi, gua pasti bisa lolos bareng loe kan?" Pertanyaan yang terus muncul karena rasa gelisah yang di picu alam bawah sadarnya.


"Loe pasti lolos! Jurusan psycologi bakalan nerima loe! Kenapa loe nyerah? Yok semangat yok!" Alora berusaha menenang bestie-nya.


***


.


.


.

__ADS_1


Tahun ajaran baru di mulai, begitupun tahun ajaran perguruan tinggi juga akan segera di mulai. Oleh karena itu mahasiswa baru (Maba) sedang sibuk mempersiapkan dirinya untuk memasuki universitas impian mereka.


Menghabiskan waktu untuk berlibur dan healing dari kehidupan sekolah yang melelahkan. Karena akan ada tantangan baru yang lebih berat di masa depan. Kuliah hanyalah langkah awal dari kehidupan, yang sebenarnya akan jauh lebih sulit dari sebelumnya.


Dear masa lalu,


Masa-masa terindah dan juga menyakitkan, banyak yang ingin mengingatnya dan kembali ke dalamnya namun ada pula yang ingin melupakannya karena rasa sakit tak berdarah yang pernah melukainya. Keadilan dan ketidakadilan bercampur di satu atap yang bernama sekolah. Hierarki dan kasta menjadi faktor pemisah dan terbagi menjadi beberapa golongan.


Dari golongan yang berbeda maka perlakuan yang diterima pun berbeda. Menjadi titik terendah bukan lah hal yang mudah, serasa ingin menghapus seluruh kenangan buruk di dalamnya.


Namun ini pesan buat kamu "aku yang tidak tau apa-apa di saat kalian diam-diam menertawakanku. Sebenarnya siapa yang munafik? Aku yang berpura-pura tidak terjadi apa-apa, atau kamu?"


...


Alora duduk di teras depan rumahnya bersama Lia yang menyendekan kepalanya di bahu sahabatnya itu. Rintik hujan yang menetes menjadikan cuaca dingin bagi dua gadis dengan setelah hoodie itu.


"Lora! Gua pengen banget kehidupan kita tetap seperti ini selamanya!" Ucap Lia.


"Tapi gua udah punya pacar! Gua bakalan sibuk!" Sahut Alora sembari tersenyum kecil ingin melihat reaksi lebay sahabatnya.


Lia langsung mengangkat tegak kepalanya.


"Dasar loe! Emang selama ini loe pernah punya waktu buat gua? Enggak kan? Loe sibuk kerja sampe lupa loe punya sahabat yang bisa loe jadikan tempat curhat kalo loe ada masalah" Lia berpura-pura memasang wajah cemberut yang terlihat imut.


"Iya deh! Loe sahabat terbaik gua! Gua doain deh loe punya pacar juga! Semoga kak Andi peka ya! Xixixi" Alora tertawa setelah menyelesaikan kalimatnya.


Lia yang tersipu saat mendengar nama itu langsung menggerutu lalu memeluk lengan Alora dan melanjutkan tidur di bahu sahabatnya.


"Lia! Apa kita udah dewasa?"


.


.


.

__ADS_1


tbc


__ADS_2