
Nathan sedang berdiri disamping mobilnya, cler yang baru keluar rumah dibuat bingung, kenapa nathan belum berangkat kekantor pikir cler.
"ayo naik" kata nathan saat melihat cler keluar dari rumah
Cler tentu terkejut, tidak biasanya nathan seperti ini.."mas mau anter aku sekolah?" tanya cler
"tentu saja, memang apalagi" sahut nathan ketus
Cler tampak menyembunyikan senyumnya, bukankah selama ini nathan tidak mau mengurusi hal remeh temeh seperti ini, kenapa hari ini tiba-tiba dia jadi aneh. Meskipun nada bicaranya masih ketus tapi tak apa setidaknya sudah ada perubahan dalam diri nathan.
"cepat, aku tidak punya banyak waktu" kata nathan meyadarkan cler
"i iya mas" cler cepat-cepat masuk kedalam mobil takut diamuk lagi oleh singa jantan ini.
Nathan melirik cler dari ujung matanya, dia berdecak.."ck kenapa kau menggunakan rok sependek ini?"
Cler mengernyit tidak mengerti.."ini rok sekolah mu terlalu pendek" kata nathan sambil menunjuk rok nya
"owh ini emm inikan memang dikasih sama pihak sekolah mas" kata cler menjelaskan
Nathan mendengus, bagaimana tidak kalau cler duduk pasti roknya tersingkap dan dengan jelas menampilkan paha mulusnya.
Kurang lebih 30menit mereka sudah sampai didepan gerbang sekolah cler, disana nampak oliv yang sedang menunggunya.
"terimakasih mas, aku masuk dulu" kata cler sbil mengambil tangan nathan dan menciumnya.
"i iya" nathan terlihat gugul oleh perlakuan cler yang mencium tangannya.
Sebelum cler keluar nathan terlebih dulu mencegahnya.."kenapa mas?" tanya cler
Nathan menyodorkan kartu yang sempat diambilnya kemarin.."ini buatmu saja"
"eh gak usah mas, nanti kepakai ku lagi"
Ada rasa sesak dalam hati nathan melihat istrinya menolak pemberiannya, bahkan takut menggunakan uangnya..yah nathan akui karena sikapnya cler jadi seperti ini.
"ambillah" kata nathan yang langsung menaruh kartunya dipangkuan cler
Cler dengan terpaksa menerima kartu itu, tapi dia tidak berniat menggunakannya.."baiklah aku terima, terimakasih mas"
Cler keluar dari mobil dan berlari mendekati oliv.
"maaf ya lama nunggunya" sapa cler
"santai aja cler" jawab oliv yang nampak pucat.
"liv kamu sakit?" tanya cler khawatir.
"eh gak kok, cuman sedikit lemas aja ayo ke kelas" ajak oliv
Tidak seperti biasanya oliv seperti ini, seperti ada yang aneh pikir cler.
__ADS_1
"leher kamu kenapa?" tanya cler tidak sengaja melihat tanda kebiruaan saar kancing baju oliv tidak terturup rapi.
Oliv langsung menegang dan berlari ke arah toilet sambil menutul lehernya, cler ikut mengejar takut oliv kenapa-kenapa.
Sesampainya ditoilet cler mengetuk pintunya sambil memanggil oliv.
"oliv buka pintunya, kamu gak apa-apakan?" tanya cler
"lo duluan aja cler, nanti gue nyusul" teriak oliv
"tapi kamu baik-baik ajakan?" tanya cler lagi
"ya i'm fine" sahut oliv
Setelah oliv mengatakan dia baik-baik saja cler meningggalkan oliv disana dan menuju kelasnya.
*****
"Lo pagi-pagi kesini mau ngapain?" tanya nathan
Ya saat ini teman sekaligus sahabat nathan bernama Revan datang berkunjung kekantornya, tumben sekali.
"nath tolong gue" kata revan
"maksudnya?" nathan menelisik wajah revan seperti ada masalah.
"gue gak sengaja nidurin cewek" lirih nathan
"bukannya sudah biasa?" kata nathan lagi, karena dia tau seperti apa lingkaran pertemanannya, meskipun begitu nathan tidak mengikuti jejak teman-temannya yang suka bermain wanita.
Revan menghela nafas kasarnya.."ini beda, dia masih dibawah umur"
"gue dalam pengaruh alkohol, lo tau sendirikan kalau gue mabok kaya apa" kata revan
"terus lo mau apa?"
"gue bingung nath, dia masih sekolah lagi" revan prustasi mengacak acak rambutnya.
"darimana lo tau kalau dia masih sekolah" tanya nathan penasaran
"dari anak buah gue lah, bego" sahut revan ketus
"kalau gue nikahin entar gue dibilang pedofil lagi" kata revan lagi
Nathan berdehem, perkataan revan seperti menampar dirinya karna dia dengan cler selisih usia cukup jauh juga yaitu 10thn nathan yang berusia 27thn sangat congkak sekali dengan cler yang 17thn.
"emang lo ketemu tu cewe dimana?"
"ya diclub lah dimana lagi" ketus revan
"Ya gua nanya doang" sahut nathan meninggikan suaranya.
"gue sebenarnya ketemu dihotel bukan diclub" kata revan lirih
Flashback
__ADS_1
"van lo nyusahin banget kalau mabok"
"bener, gue udah ditelponin emak gue daei tadi nyuruh pulang"
"van, kita nganter lo cuman depan loby aja ya"
Dan benar saja bara dan bisma mengantar revan hanya depan loby, revan mengutuk perbuatan mereka, tega sekali sahabat tidak tau diri seperti mereka meninggalkannya seorang diri di loby hotel.
"bara bisma brengsek awas lo berdua" maki revan sambil berjalan dengan tegopoh gopoh.
"tuan anda baik-baik saja?" sapa seorang perempuan yang kebetulan juga menuju arah yang sama.
Nathan melihat perempuan tersebut, cantik satu kata yang terlintah dalam pikiran nathan
"apa mau saya bantu, kamar anda dimana?" tanyanya lagi
Revan tidak menjawab dan terus melangkah dan secara tidak sengaja terjatuh karna saking maboknya.
Perempuan itu segera berlari mendekatinya dan memapahnya berdiri.."tuan biar saya membantu anda, dimana kamar anda"
Revan menunjukkan kamarnya dan kuncinya pada perempuan tersebut, saat sampai didepan kamar dan berhasil dibuka revan malam perempuan itu kedalam dan malah mengunci pintunya.
"Tuan apa yang anda lakukan?" tanyanya panik
"aku hanya ingin bersenang-senang denganmu sayang" jawab revan sambil tertawa
"tuan saya minta buka pintunya, saya harus mengantarkan pesanan orang" kata gadis itu sambil menunjukkan kantong berisi makanan
"nanti saja, kau temani aku dulu" revan langsung membekapnya dan membawanya ketempat tidur.
"TOLONGGG" gadis itu berteriak dan terus meronta
"Tuan tolong lepaskan saya hiks hiks"
"DIAM" teriak revan sambil melucuti pakaiannya
Krrrek..suara baju dirobek
"Lepas brengsek" maki gadis itu
Revan yang sudah dalam pengaruh alkohol tidak menghiraukan teriakan itu, dia terus membungkam gadis itu dengan ciuman dan terkadang revan membelenggunya agar tidak bisa bergerak.
Dengan berurai airmata gadis itu terus menangis, perlawanannya tidak membuahkan hasil dan tidak menyangka kalau dirinya akan kehilangan harta yang sangat berharga dengan cara seperti ini.
Hari berganti pagi, revan bangun dari tidurnya dengan kepala yang sangat pusing.
"aihh sakit sekali"
Setelah kesadarannya terkumpul penuh revan menelisik tubuhnya tidak menggunakan apapun.
"astaga apa yang terjadi" revan panik dan langsung mengenakan pakaian nya.
Saat dia ingin mengambil jam tangannya dikasur tanpa sengaja dia melihat noda darah.
"ya Tuhan gadis itu masih suci akhhhh" teriak revan
__ADS_1
Tanpa sengaja revan melihat sebuah kartu terjatuh dilantai, saat diperiksa ternyata kartu pelajar gadis tersebut.
Flashback off