
"Nona ini makannya." kata lusi yang datang membawa nampan berisi makan dan minum
"Lusi ini banyak sekali, aku tidak akan menghabiskannya."
"tidak apa nona, sekarang makanlah."
"baiklah, terimakasih lusi."
Cler mulai menyuap makannya ditemani oleh lusi.."eh kamu sudah makan apa belum, kalau belum kita makan berdua saja." kata cler
"saya sudah makan, ini khusus buat nona." kata lusi tersenyum
Cler melanjutkan makannya sambil berbincang dengan lusi, sesekali mereka tertawa dan aktifitas tersebut tidak luput dari pengamatan nathan yang sedari tadi berdiri dibalik tembok taman.
"ya tuhan tawanya tulus sekali." pikir nathan
Nathan memutuskan untuk kembali keruang makan karena tidak ingin ketahuan orang-orang kalau dia sedang memeriksa cler.
"wah aku kenyang sekali lusi." cler sambil mengelus perutnya
"mulai sekarang nona harus banyak makan." kata lusi
Cler merasa senang dia punya teman seperti lusi dan mirna, yang selalu peduli terhadapnya.
"iya lusi bawel haha." cler tertawa mnejahili lusi
Lusi hanya memberengut melihat cler, tapi dia senang melihat cler tertawa seperti itu.
"Ayo pulang." kata seseorang yang menyela obrolan mereka
__ADS_1
"tuan." sapa lusi yang langsung berdiri
"eh mas." cler juga ikut bangkit
"ayo pulang." kata nathan lagi
"apa sudah selesai." tanya cler
"ya, semua orang sudah pulang." sahut nathan
Cler berpamitan pada lusi dan berjalan keluar menyusul nathan.
Benar saja, saat cler melewati ruang makan disana sudah tidak ada orang lain, semua orang sudah pulang dan cler melihat jam di phonselnya ternyata sudah jam 10 malam, cler tidak menyadari karena terlalu asyik berbicara dengan lusi.
"apa kau ingin makan." tanya nathan saat mereka sudah berada didalam mobil
Sebenarnya nathan tahu kalau cler sudah makan karena dia melihatnya saat ditaman tadi, nathan hanya berbasa basi saja agar tidak terlalu sepi didalam mobil.
"kalau aku makan terus kamu yang bayar nanti hutangku malah nambah, kamukan sekarang tidak memberiku uang lagi." gerutu cler dalam hati.
Cler tampak menimbang nimbang sesiatu yang ingin disampaikannya terhadap nathan, dan nathan melihat gerak gerik cler seperti ingin bicara.
"kenapa." tanya nathan
"emm begini mas, aku sudah dapat pekerjaan paruh waktu dan besok sudah mulai bekerja, apa aku boleh mengambilnya." tanya cler hati-hati
Sekali lagi hati nathan seperti ada batu besar menumbuknya mendengar cler akan bekerja mencari uang sendiri. Nathan sadar kalau dirinya sudah tidak memberi cler uang lagi semenjak kejadian dulu, dia hanya menanggung semua biaya sekolah cler sisanya cler berpikir sendiri untuk jajannya.
Bahkan nathan pernah memergoki pelayannya mirna menyiapkan kotak bekal cler untuk makan siang disekolah nanti, dan nathan menyimpulkan kalau cler selama disekolah tidak pernah jajan dia hanya makan dengan bekal yang diberikan mirna.
__ADS_1
"Bagaiamana dengan sekolahmu." tanya nathan
"kerjanya setelah sekolah mas."
"apa kau yakin?"
"iya mas."
"terserah." kata nathan akhirnya dengan ekspresi datar.
Sesampainya dihalaman rumah nathan keluar dari mobil sedikit membanting pintunya membuat cler kaget.
"kenapa sih dia tiba-tiba marah." gerutu cler
Cler ikut menyusul nathan masuk kedalam rumah, dia juga sudah merasa lelah dan ingin istirahat karena besok harus bersekolah.
*****
Pagi datang
Baik cler maupun nathan sama-sama disibukkan dengan keadaan, sehabis membantu pekerjaan rumah cler mengganti pakaiannya dengan pakaian sekolah, sedangkan nathan juga bersiap untuk berangkat ke kantor.
Mereka sama-sama turun kebawah untuk sarapan bersama.
"mulai sekarang kau tidak perlu mengerjakan pekerjaan rumah." nathan memulai pembicaraan.
Cler tentu saja kaget.."emm apa tidak apa-apa?" tanya cler
"hm."
__ADS_1
"baiklah." kata cler.
Selesai sarapan nathan lebih dulu berangkat, sedangkan cler diantar oleh supir pribadi nathan dirumah itu.