
Kini suasana rumah sakit menjadi hening setelah kepulangan oliv, nathan yang sedari tadi sangat penasaran dengan percakapan cler dan oliv segera menanyakannya.
Dia tidak ingin jika cler salah pergaulan bahkan hamil di luar nikah seperti temannya tadi.
"sayang apa temanmu itu sedang hamil?"
"emmhh iya"
"astaga, mulai sekarang kau jauhi saja dia, aku tidak mau kau terjerumus pergaulan bebas dengannya"
"mas dia itu hamil karena diperkosa bukan dia yang ingin hamil" sahut cler ketus, dia tidak suka nathan menilai orang seenaknya.
"diperkosa" ulang nathan
"ya, dan apa mas tahu siapa yang memperkosanya?"
"tentu saja aku tidak tahu sayang"
"yang memperkosa oliv itu teman mas"
"APA"
"apa maksud mu teman ku yang mana"
"om revan"
Tiba-tiba nathan teringat beberapa waktu lalu saat revan datang ke kantornya dan menceritakan kejadian dimana dia tidak sengaja meniduri seorang gadis remaja.
"astaga" gumam nathan
__ADS_1
"terus apa revan sudah tahu masalah ini" tanya nathan lagi
"sepertinya belum, apa mas mau bantu aku kasian dengan oliv , dia masih ingin sekolah tapi perutnya semakin hari semakin membesar" cler terlihat lesu membayangkan yang terjadi dengan oliv.
"tenanglah, masalah revan biar aku yang bicara dengannya" nathan mengusap bahu cler
"jadi mas mau bantu"
"hemmm"
"terimakasih..cup" cler mencium pipi nathan
"kenapa cuma disini, disini juga seharusnya" goda nathan menunjuk bibirnya.
"ih itu maunya mas"
Tanpa aba-aba nathan mengecup bibir mungil istrinya ini, masih terasa hangat karena memang cler sedang sakit.
Setelah 3 hari berada di rumah sakit, hari ini cler di perbolehkan pulang oleh dokter.
"mas nanti mampir beli waffle dulu ya"
"kau sesuka itu dengan waffle"
"ya, waktu pertama kali aku mencobanya dengan oliv saat itu aku jadi ketagihan"
Nathan terkekeh melihat ekspresi antusias cler, memang beberapa kali nathan pernah melihat cler selalu membeli waffle dalam jumlah yang cukup banyak, bahkan lebih uniknya lagi cler sampai bermimpi makan waffle.
"baiklah nona, sekarang kita beli dalam junlah yang kau mau"
__ADS_1
"Yeyyyy" cler melompat lompat karena kegirangan.
Nathan menggelengkan kepalanya melihat tingkah menggemaskan cler, istrinya memang masih anak-anak ternyata.
Mobil pun melaju membelah jalanan yang cukup padat.
"oh ya sayang, sebentar lagi kau ujian apa sudah memikirkan mau kuliah dimana?"
"memang aku boleh kuliah"
"tentu saja, aku tidak akan mendukung penuh kalau kau mau kuliah"
"aku belum memikirkan, tapi dulu cita-cita ku menjadi seorang dokter"
"kau harus memikirkannya dari sekarang sayang" nathan membelai puncak kepala cler.
"kenapa kau mau jadi dokter" tanya nathan lagi
"aku ingin membantu setiap orang, bahkan orang susah sekalipun, karena di zaman sekarang ini orang enggan kerumah sakit karena takut dengan biaya yang mahal, mereka yang berpenghasilan dibawah rata-rata tentu tidak akan mau kerumah sakit"
"waw istriku mulia sekali, kalau dokternya sepertimu aku bahkan rela sakit setiap hari" goda nathan
"kenapa?" cler mengernyitkan dahinya
"siapa yang tidak mau dirawat dengan dokter secantik dan seksi sepertimu"
"ihh gak lucu" cler mengerucutkan bibirnya
"Tapi membayangkan kau melayani dan bertemu dengan orang banyak dalam sehari, aku jadi tidak yakin mereka pasti akan terus menatap mu ck"
__ADS_1
"ya ampun mas, aku tidak secantik itu untuk ditatap seperti itu"
"ck berapa kali ku bilang kau itu cantik bahkan sangat cantik, siapa yang bilang tidak cantik biar ku pecahkan kepalanya" sahut nathan