
Nathan meletakkan sebuah berkas ke hadapan cler yang saat ini sedang fokus ke layar phonselnya karena dia asyik berkabar dengan riri teman sekaligus karyawan yang mengurusi toko rotinya di Milan.
Cler mengalihkan pandangannya karena merasa seseorang duduk di sampingnya siapa lagi kalau bukan nathan.
"Ini apa?" tanya cler
"Bukalah"
Cler membaca berkas yang tertera dan membuka satu buah buku yang berbentuk burung garuda.
Cler tergagap saat membacanya.."i ini maksudnya"
Nathan mengangguk.."ya aku sudah mengurus semua berkas pernikahan kita, dan kita telah resmi suami istri di mata hukum maupun negara" jelas nathan
Cler tiba-tiba merasa ada yang menghujam dadanya..bukankah mereka sudah sepakat kemarin lalu kenapa dia ragu.
"Mas apa ini tidak terlalu cepat?"
"Kamu kenapa, bukankah kita sudah sepakat"
"Tapi...."
"Apa ini karena mama?"
Cler mangangguk dia memang masih ragu karena ibu mertuanya itu, cler takut kejadian dulu terulang lagi, apalagi kemarin dia baru saja bertemu dengan ibu mertuanya itu.
"Nanti kita temui mama..mama juga sangat ingin bertemu denganmu dari kemarin"
"Kemarin" ulang cler
"Hem..saat kamu pingsan kemarin mama terus menghubungiku menanyakan kabarmu, dia sangat ingin bertemu denganmu dan juga cucunya"
"hem..akan ku pikirkan nanti" jawab cler
"oh ya bagaimana kabar mama dan papa, maaf aku tidak pernah menanyakan kabar mereka selama disini?" cler memang tidak pernah bertanya masalah itu pada nathan karena nathan sendiri tidak pernah membahasnya.
__ADS_1
"Setau ku mereka baik"
Cler mengernyitkan dahinya bingung dengan jawaban nathan, seperti dia tidak yakin pikir cler.
"Ya setelah kejadian waktu itu, aku memang tidak pernah lagi menginjakkan kaki ku di rumah utama, terkadang mama datang kesini atau ke kantor tapi aku terus menghindar, kalau dengan papa aku lumayan sering bertemu di luar"
"Maaf..karena aku hubungan kalian jadi seperti ini"
"Hey kenapa minta maaf..justru aku yang salah karena sudah terpengaruh oleh mama dan alisha waktu itu" nathan kembali menggenggam tangan cler
"Baiklah besok kita temui mereka..kurasa arkan dan zoya juga perlu tahu kalau mereka punya opa dan oma" sahut cler dengan senyuman
Nathan langsung memeluk cler.."Terima kasih"
"Emmhh berarti mulai hari ini kita sudah bisa tidur berdua" bisik nathan
Cler terperanjat.."a apa"
"Kau tidak boleh menolak mommy" goda nathan.
πΊπΊπΊπΊ
Pelayan terswlebut memberitahukan pada cler dan nathan kalau ada dua orang yang ingin bertemu dengan mereka.
"Maaf tuan, nona di luar ada yang ingin bertemu"
"Siapa?" tanya nathan
"Katanya teman anda tuan"
"Baiklah..ayo kita temui" nathan menarik tangan cler
Pelayan tersebut langsung undur diri.
"Revan" panggil nathan
__ADS_1
Belum sempat revan menjawab tapi oliv sudah berdiri.
"Cler" gumam oliv saat melihat cler berjalan ke arah mereka.
"CLER" teriak oliv dan langsung memeluknya.
"Oliv" cler juga memeluknya dengan erat
"Ya ampun ini beneran kamu cler hiks hiks" oliv menumpahkan air matanya karena tidak percaya.
Begitu juga dengan cler ikut menangis karena melihat sahabat satu-satunya yang masih ingat dengannya.
"Bagaimana kabarmu cler, apa kau baik-baik saja, selama ini kau dimana?"
"Aku baik oliv, maaf saat itu aku kehilangan kontak denganmu"
"Sayang sampai kapan kalian ingin berdiri disitu kemarilah" sela revan.
"ah maaf..cler bisakah kita bicara berdua tapi tidak disini" minta oliv
"Tentu..ayo kita keatas ada yang ingin aku kenalkan denganmu"
"Mas maaf ku tinggal dulu ya" cler pamit pada nathan.
Lalu cler segera menaelrik tangan oliv membawanya keatas.
"Ya.. no problem" sahut nathan.
"Dasar perempuan" gumam revan sambil geleng-geleng
"Mereka pasti sangat merindukan satu sama lain" sahut nathan
"Benar..kau tahu saat ku beritahu bahwa cler sudah pulang, oliv langsung lupa segalanya bahkan dia tidak mengizinkan ku bekerja hari ini karena ingin cepat menemui cler"
"Dari mana kau tahu cler sudah pulang?" tanya nathan
__ADS_1
"Ck..tentu saja dari dean, kau mana pernah memberitahu ku masalah ini"
Nathan hanya mengangguk, bukannya dia tidak ingin memberitahu tapi belum memberitahu.