
Tepat pada hari ini nathan kembali menginjakkan kakinya kembali di milan, tapi kali ini dia bersama putra kebanggaannya, kini mereka sedang menuju ke rumah cler.
Sedangkan cler kini sibuk menyiapkan peralatan memasak karena nathan sudah mengabarinya kalau dia dan arkan sudah dalam perjalanan menuju rumahnya.
"huh akhirnya selesai juga" cler berkata usai meletakkan beberapa hidangan untuk mereka sarapan nantinya.
Setelah selesai dengan urusan dapurnya cler menuju kamar untuk membangunkan zoya.
"Zoe ayo bangun dan cepat mandi" kata cler sambil menepuk pipi gembul putrinya itu.
"Emmhhh oke mom" sahutnya dengan mata yang masih terpejam.
Ting nong...
Mendengar bunyi bel cler segera keluar.."sebentar" sahut cler
Ceklek..pintu terbuka
"Mommy" teriak arkan saat melihat cler dan menghambur ke pelukannya.
"astaga arkan mommy kangen" cler membalas pelukan arkan.
"Bagaimana kabarmu sayang?" tanya cler
"Ehem Sebaiknya kita masuk dulu, di luar dingin" nathan menyela obrolan ibu dan anak itu
"oh iya maaf, ayo masuk" sahut cler
"Mana zoya" tanya nathan karena tidak melihat putrinya.
"Di kamar dan belum bangun hingga sekarang, aku sudah beberapa kali membangunkannya" sahut cler
Nathan terkekeh nelihat muka cemberut cler.."biar aku yang menemuinya"
"Baiklah, setelah itu kita sarapan" sahut cler
Nathan segera menuju kamar yang ditunjuk cler, saat di buka nampak lah putri tidur dengan pipi gembul itu yang sangat menggemaskan.
__ADS_1
Cup..Nathan mendaratkan ciuman di pipi zoya.
Karena tidak ada pergerakan sama sekali natuan kembali mencium pipi gembul itu hingga sang pemilik terusik.
Cup..cup..cup..
Engghhhh zoya mulai terusik..
"Morning princess" bisik nathan
Zoya mulai membuka matanya..."Daddy" teriaknya saat sudah tersadar.
"Ya ini daddy, dan sekarang waktunya kamu mandi" kata nathan membantu zoya untuk bangun.
"kapan daddy datang, dan dimana arkan?" tanya zoya
"kakak mu berada di ruang makan bersama mommy"
"Sebelum menyusul ayo mandi dulu" kaya nathan lagi
"Oke daddy" sahut zoya dengan semangat.
"No no..aku sudah bisa mandi sendiri" sahutnya lalu segera menuju kamar mandi.
Tidak berapa lama cler menyusul ke kamar, disana hanya terlihat nathan duduk di ranjang sambil melihat handphone.
"apa zoya sudah mandi" tanga cler basa basi.
"hem dia masih di dalam" sahut natjan menunjuk kamar mandi.
Cler mengangguk mendengar jawaban nathan, lalu dia segera menyiapkan pakaian yang akan di gunakan zoya nanti.
Nathan memperhatikan cler yang nampak sibuk memasukkan beberapa pakaian zoya dan arkan ke dalam koper lalu dia segera menghampiri perempuan itu.
"Tidak usah terlalu banyak membawanya, kita bisa membeli yang baru saat sampai di indonesia nanti" kata nathan sambil membantu cler
Rencananya mereka akan berangkat besok pagi ke indonesia, dan hari ini cler akan berpamitan terlebih dahulu dengan karyawannya yang berada di toko roti, mengenai toko rotinya itu cler sudah menyerahkan pada orang kepercayaan nathan untuk mengurusnya itupun karena nathan yang juga meminta.
πΊπΊπΊπΊ
__ADS_1
Ruang makan pagi ini tampak ramai dari biasanya, karena ocehan si kembar tidak berhenti sedari tadi.
"Kapan kamu akan ke toko?" tanya nathan
"Sebentar lagi setelah membereskan rumah" sahut cler
"Biar ku antar"
"Ya" sahut cler
Sebenarnya cler dan juga nathan masih terasa canggung satu sama lain, mereka hanya berbicara pada saat-saat tertentu saja itupun kalau nathan yang memulai pembicaraan.
"Ar seperti apa indonesia itu?" tanya zoya yang sangat penasaran
"Kau akan tahu saat kesana nanti"
"Benar, aku sudah tidak sabar" sahut zoya
"apa kau sudah punya teman di sana?" tanya zoya lagi
"Tidak di rumah daddy tidak ada siapa-siapa kecuali para pelayan"
"apa kamu tidak bertemu oma dan opa?"
Uhuk..uhuk..Cler tersedak mendengar pertanyaan zoya, dimana dia tahu kalau mereka punya oma dan opa pikir cler
"Minum dulu" nathan menyodorkan air putih
"Terima kasih" balas cler.
"Nanti daddy akan mengenalkan kalian pada oma dan opa, mereka pasti senang" sahut nathan pada kedua anaknya
"Yeee kita akan ketemu oma dan opa" teriak zoya
Cler menghela nafasnya, akankah kehadiran arkan dan zoya bisa diterima oleh keluarga nathan terutama ibunya.
Melihat wajah cler yang tiba-tiba murung nathan menggenggam tangan cler dan menenangkannya.
Nathan sangat tahu apa yang saat ini di pikirkan cler.
__ADS_1
"Jangan berpikir yang tidak-tidak, semua akan baik-baik saja" kata nathan.