My sexi litle wife

My sexi litle wife
Bab 31


__ADS_3

Nathan berdiri didepan toilet khusus wanita, sedari tadi dia menunggu tapi yang ditunggu-tunggu tidak kunjung ada, apa benar cler ada didalam pikirnya.


Benar saja setelah beberapa menit bersabar akhirnya cler muncul dengan wajah yang sembab dan mata sedikit bengkak.


"Loh mas kok ada disini" tanya cler dengan suara yang serak, terlihat sekali dia habis menangis.


"aku menunggumu, ayo pulang" nathan menggandeng tangan cler


"Tapi acaranya?" tanya cler


"Sudah selesai" bohong nathan


Cler tidak menanggapi lagi, dia hanya diam saja mengikuti langkah kaki nathan.


"Nathan" panggil seseorang


Mereka menoleh, ternyata papa regan yang memanggil.


"Papa" gumam nathan


"kalian mau pulang sekarang?" tanya papa


"hm, cler perlu istirahat" sahut nathan


Papa menatap cler, dia tahu pasti cler habis menangis dilihat dari matanya.


"Yasudah kalian pulang saja, nanti saja kita bicaranya" kata papa.

__ADS_1


🌺🌺🌺


Sampai dirumah cler langsung menuju kamar mandi, mencuci muka san membersihkan wajahnya, sedangkan nathan berada diruang kerjanya, entah apa yang dia lakukan.


"akhh kenapa sakit sekali, badanku juga rasanya panas" cler memegang kepalanya yang terasa berdenyut


"dimana sih obatnya, perasaan aku simpan disini" gumam cler yang lagi mengacak acak laci mencari obat pereda nyeri.


Tidak dapat apa yang dia cari, akhirnya cler memilih merebahkan diri saja, memejamkan matanya berharap besok sakitnya sudah hilang, akhir-akhir ini cler memang sering dilanda pusing karena banyak berpikir sehingga membuat kepalanya sedikit tegang.


Ceklek..nathan membuka pintu kamarnya, dilihatnya istrinya sudah tidur, nathan mendekat membelai kepala cler.


Lihatlah istrinya ini, dia sangat cantik, selalu menghormatinya, selalu patuh pada perintahnya bahkan dia tidak menanyakan masalah tadi terhadapnya, istrinya selalu menyembunyikan kesedihannya sendiri.


"maafkan aku selalu membuatmu menangis, di umur segini harusnya kau menghabiskan waktu dengan bermain,menikmati masa mudamu, bukan menghabiskan waktu menjadi seorang istri, maafkan aku sayang"


Nathan memberikan kecupan dikepala cler, tapi dia merasakan hawa panas menyentuh kulitnya.


"Cler"


"sayang"


Nathan semakin panik saat tidak mendapat sahutan, cler semakin merapatkan selimutnya, dia menggigil.


"****" umpat nathan


"dinginn" lirih cler

__ADS_1


Nathan mendengarnya.."kita kerumah sakit sekarang" nathan membopong tubuh cler.


"MIRNA" teriak nathan


Mirna dan para pelayan yang masih berada didapur sontak saja terkejut mendengar teriakan nathan, mereka berlari menuju keluar .


"i iya Tuan" sahut mirna


"panggil pak roni siapkan mobil sekarang" bentak nathan


Mirna yang ingin bertanya tentu saja mengurungkan niatnya, karena tidak mau terkena amukan tuannya itu.


"Tuan" panggil pak roni datang bersama mirna


"Kita kerumah sakit sekarang" nathan membawa cler memasuki mobilnya.


Didalam perjalanan cler seperti orang mengigau, dia terus bergumam tidak jelas, Nathan memeluknya dengan erat sesekali menciuminya.


"tahan sayang" kata nathan sambil membelai pipi cler.


"Kenapa lambat sekali" geram nathan


"maaf tuan" pak roni kembali menancap gas padahal mereka sudah sangat laju menurutnya.


Sesampainya dirumah sakit nathan langsung disambut oleh perawat dan juga dokter yang bertugas, mereka sangat mengenal siapa nathan, salah seorang penanam saham terbesar dirumah sakit tempat mereka bekerja ini.


"cepat periksa dia" kata nathan pada dokter

__ADS_1


"baik, tuan silahkan menunggu disini" sahut dokter


Nathan menunggu dengan gelisah, baru kali ini dia merasa sangat takut, dia takut terjadi sesuatu dengan istrinya.


__ADS_2