
Cler sudah siap dengan seragam sekolahnya, saat ini dia tengah merias sedikit mukanya agar tidak kelihatan pucat, karena hari ini adalah hari pertama dia masuk sekolah baru, menurut cler tanggung sekali dia pindah sekolah karena tidak lama lagi dia akan uts.
Tapi mau tidak mau cler hanya bisa mengikuti kata nathan, karena cler sudah menjadi tanggung jawabnya.
Tanpa cler sadari nathan dari tadi memperhatikannya dengan intens dari bawah sampai atas tidak yang luput dari pengawasan nathan.
"sial, kenapa dia terlihat cantik dan juga seksi saat menggunakan seragam sekolah." bathin nathan
Nathan menelan salivanya melihat kulit putih mulus cler, apalagi rok sekolahnya dia berada diatas lutut sangat jelas terlihat bentuk tubuh istrinya itu.
ketukan pintu membuyarkan lamunan nathan, ternyata pelayan yang memberitahukan kalau nyonya mira menunggu mereka untuk sarapan.
Nathan pun keluar di ikuti oleh cler dibekangnya.
"selamat pagi nathan."
"pagi ma, pa." sahut nathan
"eh ada anak sekolah darimana neh." celetuk wina
Wina memang tinggal dirumah orang tua nathan sedari kecil karena orang tuanya sudah meninggal.
Nyonya mira tertawa mendengar perkataan wina.
Seperti biasa cler hanya bisa menunggu mereka selesai makan baru dia juga bisa makan.
"nathan kamu mau pakai apa biar aku ambilkan." tanya wina ingin mengambilkan lauk untuk nathan.
"aku bisa sendiri." sahut nathan
Wina hanya mengangguk, dari dulu dia sudah punya perasaan terhadap sepupunya itu, tapi nathan selalu bersikap dingin terhadapnya.
"cler kami sudah selesai, tolong bersihkan ya, tapi kalau kau mau makan masih ada sisa neh." kata wina dengan senyumnya.
"ya nona." sahut cler
"huft kalau begini kapan aku makannya, sebentar lagi berangkat sekolah." bathin cler sambil membersihkan meja makan itu.
"nona sudah, nanti anda telat kesekolahnya." kata lusi.
"benar, ini memang hampir terlambat lusi."
__ADS_1
"sekarang berangkatlah, ini saya sudah siapkan bekal untuk nona."
"wah kamu baik sekali lusi, terimakasih ya." sambut cler dengan senangnya
"sama-sama nona, sekarang anda cepat berangkat."
"baiklah bye."
"cepat masuk." kata nathan yang sudah menunggu disisi mobil dengan muka ketusnya
"ya mas."
Dalam perjalanan kedua orang itu tidak ada yang bersuara sedikitpun, tidak ada juga yang berniat untuk mengeluarkan suaranya.
"terimakasih mas." kata cler saat sudah sampai didepan sekolah barunya itu.
"tunggu." cegah nathan saat cler ingin membuka pintu mobilnya.
"ini untukmu, gunakanlah untuk keperluan sehari-harimu." nathan menyodorkan kartu atm untuk cleyren
Cler menerima kartu tersebut.."terimakasih mas." katanya
******
Pulang dari sekolah cler sudah disibukkan dengan pekerjaan rumah tangga, dari mulai membantu para pelayan memasak makan siang sampai dengan membersihkan kebun yang ada dibelakang rumah.
"cler tolong setrikan kan baju ku yang ini ya, nanti malam aku ingin memakainya." perintah wina
"iya nona, tapi setelah aku selesai makan ya." kata cler yang baru saja menyuapkan makan siang untuknya padahal hari sudah sore
"sekarang cler, kau kan juga pelayan dirumah ini." kata wuna lagi
Cler sangat sadar dan tahu diri bahwa dia tidak dianggap berada disini, tapi setidaknya biarkan dia menikmati makannya dulu baru mengerjakan yang lain.
"baiklah." sahut cler akhirnya
Wina tersenyum miring karena berhasil mengerjai bocah itu.
Cleyrwn disibukkan dengan banyaknya tumpukan baju yang akan disetrika, sedangkan waktu sudah menunjukkan pukul 6 sore, tapi pekerjaannya tidak selesai-selesai dari tadi.
"nona sekarang anda istirahat saja, sedari pulang sekolah anda sudah mengerjakan banyak hal, ini biar saya yang mengerjakan." kata lusi yang baru menyusul cler
__ADS_1
"tidak apa lusi, nanti kau kena marah lagi kalau membantuku." sahut cler
Ya cler tahu setiap pelayan yang membantu pekerjaannya pasti akan dimarahi habis-habisan oleh nyonya mira atau wina, jadi mereka tidak berani terang-terangan membantu cler.
"setidaknya anda makan dulu, tadi anda tidak sempat makan nona." kata lusi khawatir majikannya akan sakit
"tenang saja lusi, aku sudah biasa." sahut cler
Tanpa mereka sadari percakapan tadi didengar oleh nathan yang baru pulang kerja melewati ruangan itu.
Cler akhirnya meneruskan pekerjaannya sampai selesai dibantu oleh lusi.
Cler ingin membersihkan dirinya yang sudah berkeringat, dia ingin mandi karena tubuhnya sudah lengket oleh keringat.
"eh mas udah pulang ya." tanya cler saat membuka kamar ada nathan.
nathan hanya diam saja enggan menyahut, cler akhirnya juga diam lalu menuju kamar mandi.
Selesai mengganti baju cler melihat nathan tidak ada dikamar, mungkin sedang keluar pikirnya. Tapi tiba-tiba handphone nathan berdering tanda telpon masuk, awalnya cler tidak menghiraukan tapi dia merasa terganggu karena handphone itu tidak berhenti berbunyi.
Cler mendekati nakas dimana nathan meletakkan hp nya disana tertera nama sang penelphone.
"alisha." gumam cler membaca nama tersebut dan segera mengangkatnya
"sayang kamu kemana aja sih." kata sang penelphone
"ha halo." sahut cler terbata karena kaget mendengar panggilan sayang irang tersebut
"halo ini siapa, dimana nathan?" katanya dengan nada tinggi
"ma maaf saya." belum sempat cler menyahut nathan sudah merebut phonselnya dengan tatapan tajam.
"beraninya kau menyentuh barang yang bukan milikmu sembarangan." kata nathan sambil menarik rambut cler kebelakang
"akkkhh, sakit mas lepas."
"sialan, kau sudah mulai bertingkah."
"ma maaf mas, aku tidak bermaksud.."
Belum selesai cler menjelaskan nathan sudah melemparnya sampai mengenai ujung meja yang menyebabkan kepala cler terhantuk dan berdarah
"awwhhh ampun mas."
__ADS_1
"ini belum seberapa." kata nathan sambil mencengkram rahang cler "dasar perempuan sial cih" katanya sambil berlalu keluar kamar.