
Cler masih memikirkan tentang perubahan sifat Nathan terhadapnya, dia merasa tidak melakukam kesalahan apapun tapi kenapa suaminya itu kelihatan sangat marah.
"Mommy aku dan Zoya sudah siap, apa kita akan berangkat sekarang?" tanya Arkan membuayarkan lamunan Cler
"ah iya, kalian tunggu disini sebentar mommy ambil tas dulu" Cler sedikit berlari masuk ke dalam rumah untuk mengambil tasnya, karena hari ini dia akan mengantar anak-anak sekolah.
Tidak lama kini Cler beserta dua buah hatinya sudah berada di dalam mobil yang akan mengantar mereka ke sekolah.
"Mommy kenapa?" tanya Arkan yang melihat Cler melamun
Cler tersentak.."eh tidak..mommy tidak apa-apa"
"Oh ya nanti sepulang sekolah bagaimana kalau kita mengunjungi kantor Daddy?" Cler mengalihkan perhatian anaknya.
"ya aku setuju, Zoya suka ikut Daddy ke kantor" sahut Zoya
Sedangkan Arkan hanya mengangguk, dan kini mereka telah sampai di depan gerbang sekolah, keduanya bergegas turun karena sudah tidak sabar.
Cler berjongkok mensejajarkan tubuhnya dengan kedua anaknya.."ingat jangan nakal ya" peringat Cler
"Of course Mom" sahut keduanya.
"Good..sebelum masuk berikan kiss dulu untuk Mommy"
Arkan dan Zoya mencium bibir Cler bergantian lalu keduanya segera masuk ke dalam area Sekolah.
"Cler" panggil seseorang.
Cler menoleh ternyata yang memanggilnya adalah sahabatnya.
"Oliv..kau baru datang ya?"
"Hem..bagaimana kalau kita santai dulu di sebrang sana" Oliv menunjuk sebuah resto
"ya ide bagus" sahut Cler
Cler dan Oliv beranjak menuju resto yang terletak di seberang sekolah.
Suasana resto masih terlihat sepi karena memang masih pagi, akan lebih ramai kalau sudah memasuki jam makan siang.
__ADS_1
"Oh ya habis ini lo mau kemana?" tanya Oliv
"rencananya sih mau ke kantir mas Nathan tapi tunggu anak-anak pulang sekolah dulu"
"sama dong, aku juga mau ke kantor mas Revan habis ini" sahut Oliv
Cler nampak memikirkan sesuatu, antara mau cerita atau tidak pada Oliv tentang perubahan sifat Nathan.
"Cler lo kenapa?" Oliv menyadarkan lamunan Cler
"Ah tidak apa-apa" Cler menggeleng
Tidak lama seorang pelayan datang mengantarkan pesanan mereka membuat Cler bersyukur karena Oliv tidak bertanya macam-macam lagi, Cler harus menyelesaikan masalahnya dulu dengan Nathan pikir Cler.
.
.
.
πΊπΊπΊπΊ
Dan kini dia ingin menghubungi istrinya tidak bisa, tentu saja karena phonsel Cler telah hancur dan yang menghancurkannya adalah Nathan sendiri.
"Sialan" Nathan mengumpat dirinya sendiri.
Nathan menghubungi Dean asistennya.
"halo pak"
"Dean tolong sekarang kamu belikan phonsel keluaran terbaru untuk istri saya"
"sekarang pak" tanya Dean
"Tidak Dean, tapi tahun depan" Nathan meggeram
"hehe saya bercanda pak, baik saya akan berangkat sekarang"
Dean langsung mematikan telphonenya karena takut Nathan mengamuk.
__ADS_1
"Bos kenapa sih, kaya lagi datang bulan aja sensi amat" gumam Dean
Dean meluhat jam tangannya memang sebentar lagi waktubya istirahat dan lebih baim dia berangkat sekarang takut Nathan marah lagi.
Saat Dean telah sampai loby, dia melihat Cler bersama Arkan dan juga Zoya yang sedang bertanya pada resepsionis.
Dean segera menghampiri mereka.
"Selamat siang Nona" sapa Dean
Cler menoleh.."eh pak Dean"
"Uncle" Arkan dan Zoya juga menyapa Dean
"hey boy, hey girl"
"Kalian mau bertemu Daddy ya?" tanya Dean pada dua bocah itu.
Keduanya hanya mengangguk sebagai jawaban.
"Pak Dean, mas Nathannya adakan?"
"Panggil Dean saja Nona, iya pak Nathan ada mari saya antar" tawar Dean
"ah tidak perlu pak, kami kesana sendiri saja lagi pula sepertinya bapak sedang buru-buru"
"Baiklah..kalau begitu biar dia saja yang mengantar kalian" Dean menunjuk resepsionis yang sedaei tadi memperhatikan mereka.
"Kamu..tolong antar mereka ke ruangan pak Nathan" tunjuk Dean pada Resepsionis yang bernama Alea.
"Ba baik pak..Nona mari ikuti saya" kata Alea
"Baiklah..pak Dean terimakasih kami permisi dulu"
"Silahkan Nona" sahut Dean
"Dahhh uncle" Zoya melambaikan tangannya.
Sedangkan Dean hanya tersenyum membalasnya.
__ADS_1