
Zoya masih menangis dengan kencang di dalam kamar, cler dan arkan bahkan sudah membujuknya agar berhenti menangis tapi hal itu tidak membuahkan hasil hingga nathan membuka kamar itu.
"Zoya" Cler sudah prustasi hingga tak sengaja membentak lagi
"Kenapa di bentak" nathan langsung masuk dan menggendong putrinya itu
"Ada apa?"
"zoya tidak mendengarkan kata mommy dad" sahut arkan
"kenapa sayang?" Matanya sampai merah begini" tanya nathan
"Hiks hiks mommy marah"
"mommy tidak marah, sekarang kita cuci mukanya dulu" nathan membawa zoya ke dalam kamar mandi.
Sedangkan cler bernafas lega, setidaknya zoya sudah mulai diam lalu pandangan cler jatuh pada action figur yang tergeletak di lantai dengan tangan dan badan sudah terpisah cer tahu sekali bahwa itu tokoh action kesukaan nathan.
"Mommy tenang saja, daddy tidak akan marah" arkan memeluk cler seolah tahu apa yang di pikirkan oleh mommynya.
Tidak lama kemudian nathan kembali lagi dengan zoya yang ternyata sudah mandi karena tubuhnya terbalut dengan kimono.
Nathan membawanya ke ruang ganti baju ternyata disitu sudah banyak tersedia pakaian anak-anaknya, cler yang berada di belakang nathan merasa takjub dia tidak menyangka nathan benar-benar menyiapkan semua ini untuk anak mereka.
"mau ku bantu" tawar cler saat nathan mencarikan baju yang cocok untuk zoya.
__ADS_1
"Zoya tidak mau mommy yang memilihkannya" sahut zoya masih merajuk
"Zoya kau tidak boleh seperti itu sama mommy nanti aku dengan mommy pulang ke milan dan kau akan sendiri nanti disini" sahut arkan membela cler.
"Tidak akan ada yang pergi dari sini, dan kamu jangan marah pada mommy seperti itu sayang" tegur nathan
"Sebaiknya kalian mandi dulu lalu kita akan makan malam sebentar lagi" kata nathan lagi.
"oke dad" sahut arkan yang langsung keluar menuju kamarnya sendiri yang sudah di siapkan oleh nathan.
"Baiklah" sahut cler juga
Kini nathan sudah selesai menemani zoya berganti pakaian, dia memanggil beberapa pelayan untuk menemani putrinya bermain di bawah.
"sekarang kamu ikut mereka dulu ya, daddy mau bicara dengan mommy"
Setelah beberapa menit menunggu, cler keluar dari kamar mandi dengan sudah memakai baju dilihatnya nathan duduk ditepi ranjang, cler merasa kini semua aktifitasnya diperhatikan oleh nathan dan dia merasa tidak enak.
"Maaf action figurmu jadi patah, nanti aku akan menggantinya" cler berkata sambil merapikan action figur yang berada dilantai
Nathan mendengus mendengar perkataan cler.."itu tidak penting" sahut nathan
"Tapi putriku sudah merusaknya"
"Dia juga putriku cler"
__ADS_1
Nathan menghampiri cler lalu menariknya untuk duduk berdua ditepi ranjang.
Nathan menatap cler dengan intens, orang yang sangat dirindukannya selama ini ada dihadapannya.
"Cler bisakah kita memulainya dari awal, aku tahu pasti sulit untukmu memaafkan kesalahan ku tapi aku benar-benar minta maaf dan aku berjanji akan menebus semuanya untuk kalian" mohon nathan dengan menggenggam tangan cler
Cler menarik tangannya, memang sangat susah bagi cler untuk melupakan semua kejadian buruk dimasa lalunya.
"Apa mas tahu pada malam itu aku hamil, ya aku sedang hamil bahkan aku juga baru tahu hari itu, aku melewati semuanya sendiri disaat ibu hamil ditemani oleh suaminya aku justru melakukan semuanya sendiri hiks hiks" cler menangis tersedu menceritakan semua yang dialaminya.
Nathan menarik cler kedalam pelukannya, dia benar-benar merasa bersalah pada cler dan kedua anaknya.
"Maafkan aku"
"Maaf" nathan semakin mengeratkan pelukannya.
Setelah cler mulai tenang nathan kembali meyakinkan cler, awalnya memang cler sedikit keras kepala tapi nathan berusaha keras meyakinkannya lagi hingga cler mengiyakan ajakannya itu.
"apa kita harus menikah ulang" tanya cler karena merasa ragu akan pernikahannya mengingat mereka sudah terpisah lama.
"Kurasa iya karena dulu kita memang menikah hanya secara agama, kali ini kita akan meresmikannya di negara juga"
"Baiklah" sahut cler akhirnya
"Terima kasih" nathan mengecup dahi cler.
__ADS_1
Semoga ini yang terbaik..bathin cler