
"Ma, Pa kami pulang dulu" cler mencium tangan kedua mertuanya
"Hati-hati..sering-seringlah datang kesini, jangan lupa bawa cucu-cucu oma"
"iya ma" sahut cler
"Oma tenang saja, arkan dan zoya pasti akan sering ke sini" sahut arkan
"iya oma dan opa juga nanti harus ke rumah kami juga" sahut zoya.
"tentu princess, opa dan oma pasti sering kesana" sahut tuan regan
"Baiklah anak-anak ayo kita pulang" kata nathan
Merekapun berpamitan meninggalkan rumah itu, dan tersisa hanya tuan regan dan nyonya mira rumah kembali sepi.
"Pah mama bahagia nathan kita sudah kembali"
"Ya, papa juga bahagia, akhirnya nathan kembali bahkan membawa kebahagiaan lainnya"
"Papa benar"
πΊπΊπΊπΊ
"Mas apa sebaiknya aku sama anak-anak turun di halte depan saja?"
"Kenapa?" tanya nathan
"Mas kan mau ke kantor nanti malah bolak balik, lebih baik kami naik taksi saja biar mas bisa langsung ke kantor, gak perlu nganter kami"
"No sayang, aku akan memastikan kalian sampai rumah dulu baru ke kantor"
__ADS_1
Nathan tentu saja tidak akan membiarkan keluarga kecilnya hilang dari jangkauannya, apalagi di luar sana sering terjadi penculikan anak, jambret dll.
"Baiklah" akhirnya cler mengalah
"Kamu jadi nanti siang liat sekolah anak-anak"?
"Hm..kenapa?" tanya cler
"Tidak..nanti aku minta pak roni mengantar kalian"
"Tidak usah mas, aku bisa naik.."
"Tidak ada bantahan sayang, kamu sedang bersama anak-anak, aku tidak mau terjadi sesuatu dengan kalian"
Begitulah protektifnya nathan terhadap keluarganya.
"Mommy apa sekolah kita nanti sangat besar?" tanya zoya
"Ih arkan aku kan tanya sama mommy bukan sama arkan"
"Arkan tidak boleh begitu dengan adiknya" tegur cler
"Tuh arkan harus dengar kata mommy, arkan tidak boleh lagi jail-jail sama zoya, terus arkan harus nurut apa kata zoya iyakan mom"
"dasar cerewet" gumam arkan tapi masih bisa di dengar oleh nathan maupun cler
Hahaha Nathan menyemburkan tawanya melihat perdebatan anak-anaknya apalagi melihat muka arkan yang di tekuk.
"Hey boy kau harus tahu dengan kata-kata ini, pasal ke satu perempuan selalu benar, kalau mereka salah harus kembali ke pasal satu itu artinya mereka tidak pernah salah hahaha" Nathan menggelengkan kepalanya.
"Why dad? Mereka sama dengan kita"
__ADS_1
"No Arkan, kita tidak sama kamu laki-laki aku dan mommy perempuan" sahut zoya
"Daddy juga tidak tahu, mungkin mommy yang tahu jawabannya" nathan tersenyum jahil pada cler
Buk..cler memukul lengan nathan
"awh hey ini kdrt" canda nathan
"i don't care" sahut cler
"Arkan Zoya berhenti ributnya, mommy pusing" Cler beralasan karena dia juga tidak tahu harus menjawab apa
Tapi alasan yang di buat cler malah membuat nathan salah paham, tiba-tiba nathan menghentikan mobilnya.
"Mas kenapa?"
"Apa kita perlu ke rumah sakit?" tanya nathan
Cler kebingungan.."buat apa?"
"sayang bukankah tadi kepalamu pusing, sebaiknya kita periksa ke dokter"
"Jangan" cegah cler, yang benar saja dia hanya beralasan bukan sakit kepala sungguhan
Cler lalu membisikkan sesuatu ke telinga nathan bahwa dia tidak benar-bemar sakit, baru nathan percaya.
"Daddy sama mommy kenapa bisik-bisik"
"Tidak apa sayang" sahut cler pada zoya
"sebaiknya kita cepat pulang bukankah tadi mommy pusing" sahut arkan
__ADS_1
Lalu nathan kembali menjalankan mobilnya dengan keadaan lebih tenang dari sebelumnya, bahkan mendekati hening karena twins benar-benar diam.