My sexi litle wife

My sexi litle wife
Bab 35


__ADS_3

Time skip


.


.


.


.


Ujian sekolah sudah selesai, dan hari ini cler sedang bersiap-siap menghadiri acara perpisahan, mengenakan kebaya modern nya dengan lehernya terbuka dan juga rok dengan belahan cukup tinggi, badannya yang tinggi semampai itu membuat kesan seksi lebih terlihat padanya.


Selama beberapa bulan ini kehidupan cler dan nathan nampak bahagia dan damai-damai saja tanpa ada lagi gangguan apapun, cler juga sudah menceritakan semua apa yang dialaminya dengan oliv, begitupun oliv kini juga sudah menikah dengan revan.


Nathan berdecak karena cler belum keluar juga dari kamar khusus wardrobe mereka.


"ck lama sekali, apa semua wanita seperti ini" gerutu nathan


"Sayang aku sudah siap" teriak nathan dari luar


"iya sebentar" sahut cler


Selesai memoles wajahnya dengan sedikit riasan cler bergegas keluar karena nathan sudah menunggunya terlalu lama


"Ayo berangkat" kata cler saat dihadapan nathan


Nathan yang sedang fokus terhadap handphone mengalihkan pendangannya, ditatapnya istrinya dari bawah sampai atas betapa terkejutnya nathan.


"Hey kenapa kau berdandan seperti ini"


"memang kenapa, hari ini kan acara perpisahan masa aku gak dandan"


"Tapi kenapa harus secantik dan seseksi begini, ada berapa banyak mata nanti memandangmu, ingat ini semua hanya milikku" nathan menunjuk setiap lekuk tubuh cler


Cler memutar bola matanya selalu seperti ini reaksi nathan kalau dia berdandan atau memakai baju yang sedikit terbuka.


"mas tidak akan ada yang memandangku, itu hanya pikiranmu saja, ayo kita berangkat nanti terlambat"


Sekali lagi nathan berdecak.."ck lebih baik kita dirumah saja, biar dean yang menghadiri acara itu"

__ADS_1


"Mas yang benar saja, kita sudah siap begini"


"baiklah tapi nanti beri aku upah" nathan menyeringai


"upah"


"Ya" sahut nathan


"dasar pamrih" gerutu cler


"mau atau tidak, kalau tidak ya kita tetap dirumah"


"memang apa yang mas minta?"


"Nanti kau juga tahu" sahut nathan sambil mengecup bibir cler sekilas.


Mereka akhirnya berangkat, masih dengan muka kusutnya nathan karena melihat penampilan cler yang luar biasa cantiknya.


Huh ingin sekali aku mengurungnya, agar tidak ada yang melihat betapa cantiknya dia, lihat saja nanti kalau ada yang berani menatapnya aku akan mencongkel mata orang itu.


Setelah 30 menit perjalanan mereka sampai didepan gerbang sekolah, disana sudah ada banyak orang.


"mas kok di kunci sih"


"sebentar" nathan melihat ke beberapa sudut meneliti setiap orang


"ck kenapa ada banya laki-laki sih" geruti nathan tapi nasih bisa didengar cler


"ya ampun mas, ayo kita turun saja nanti terlambat" cler menarik tangan nathan


"tidak akan terlambat sayang, kamu lihat orang-orang masih bersantai" tunjuk nathan kearah luar


"iya tapi sebentar lagi acaranya mulai ayo" cler mulai kesal dengan nathan.


"yasudah ayo" akhirnya nathan mengalah dengan hati yang tidak rela.


Saat mereka keluar, bersamaan dengan itu seseorang memanggil mereka.


"cler" teriakan itu sungguh cler hafal sekali

__ADS_1


"oliv, ya ampun kamu ini tidak usah teriakkan bisa"


"hey bro" revan menyapa nathan


"Lo disini juga" tanya nathan


"hm seperti yang kau lihat"


Nathan mengulum senyum seperti mengejek revan, pasalnya dia tahu sekali bagaimana reaksi revan saat dia memberi tahu tentang oliv karena permintaan cler.


Saat itu nathan beserta geng nya sedang berkumpul termasuk revan juga disana. Nathan meminta berbicara berdua dengan revan dan memberitahukan semuanya tentang oliv, disitu revan terlihat sangat tidak siap bahwa dia akan memiliki anak dan akan menikahi seorang yang bahkan masih berstatus pelajar, dia masih ingin bersenang-senang.


Tapi nathan memberi pengertian terhadap revan dengan menceritakan pengalamannya dan juga statusnya yang juga menikahi seorang pelajar, tentu itu membuat revan sangat terkejut karena ternyata nathan telah menikah. Setelah berbicara akhirnya revan mulai menerima semua jalan takdirnya.


******


"bagaiamana keadaan mu setelah menikah" tanya nathan


"yah menikah ternyata tidak buruk juga" sahut revan


Saat ini mereka tengah duduk didalam aula bersama para undangan lainnya. Sedangkan cler dan oliv memilih kursi yang terpisah dengan suami mereka.


"terus bagaimana dengan kehamilan istrimu?"


"ck asal kau tahu meladeni wanita hamil membuat kepalaku ingin meledak, mereka bisa meminta sesuatu saat tengah malam, berbicara dengan nada sedikit tinggi saja bisa membuatnya menangis, tapi sekarang sudah tidak parah lagi dan aku sangat bersyukur"


Nathan menahan tawanya karena melihat muka kesal revan saat bercerita.."menurutku itu hal yang wajar, aku juga ingin sekali melihat istriku hamil dan meminta banyak hal akan menyenangkan bukan" kata nathan


"hey kau tidak akan berkata seperti itu kalau sudah mengalaminya" sahut revan


"Tapi memang istrimu belum ada tanda-tanda ya" kata revan lagi


"kurasa belum, padahal kami hampir setiap malam berusaha"


"mungkin sebentar lagi sabar saja" revan menepuk pundak nathan.


Tidak berbeda dengan suaminya, cler dan oliv juga sedang asyik berbincang. Beberapa bulan terakhir mereka memang mendapat beberapa masalah tapi hari ini seolah beban itu sudah menghilang.


Apalagi oliv yang harus terpaksa bersekolah dirumah karena perutnya yang semakin membesar, dia sempat mendapat berbagai macam hinaan karena sekolah dalam keadaan hamil, dan untungnya revan bisa mengurus itu semua sehingga oliv masih bisa meneruskan sekolah walaupun dirumah.

__ADS_1


__ADS_2