My sexi litle wife

My sexi litle wife
Bab 7


__ADS_3

Saat ini cler tengah asyik memilih pakaian untuk nanti malam. Ya tadi nathan memberi tahunya bahwa mertuanya mengundang mereka untuk makan malam bersama.


"pakai yang mana ya.," guma cler karena bingung ada banyak sekali pakaian dilemari.


Cler juga bingung awalnya kenapa ada banyak sekali pakaian yang disediakan untuknya, dan nathan bilang dia juga tidak tahu itu semua diatur oleh asitennya.


"ini aja kali ya." kata cler lagi sambil mengambil setelan baju bermodel jumpsuit tapi tampak elegan.


Malam yang ditunggu tiba, cler sedang bersiap dia sedang menghias sedikit wajahnya agar lebih segar, sedangkan nathan sudah siap sedari tadi dan sedang menunggunya dibawah.


Takut nathan marah karena lama menunggu cler bergegas mengganti bajunya setelah selesai berdandan.


"parpect." gumam cler saat menatap dirinya didalam kaca.."sekarang waktunya turun, semoga tuan sombong itu tidak marah-marah." cler menggerutu


Sedangkan dibawah nathan sudah gelisah karena lama menunggu


"ck semua perempuan sama saja, apa tidak ada yang lebih cepat kalau berdandan." pikir nathan


Tap..tap..


"maaf mas, lama ya.?"


"KAU.." suara nathan tercekat melihat penampilan cler yang sangat berbeda


"maaf mas." kata cler lagi


nathan berdehem menyadarkan dirinya.."ehhem cepatlah." kata nathan berdiri menuju keluar rumah


"astaga, apa itu benar dia. Kenapa cantik sekali." bathin nathan


Merekapun memasuki mobil yang disetiri sendiri eh nathan, didalam mobil hanya ada keheningan, sesekali nathan melirik dari ujung matanya memperhatikan bahu putih mulus istrinya itu.


"ternyata dia sangat seksi."



Berbeda dengan nathan, cler merasa risih karena menyadari nathan sedari tadi memandangi dirinya.


"apa aku salah kostum ya, mas nathan terlihat santai, tapi aku sedari tadi heboh mencari pakaian." pikir cler


Bagaimana tidak cler merasa dirinya salah kostum karena melihat pakaian nathan yang kelewat santai berbanding terbalik dengan dirinya.



Tidak lama kemudian mereka sampai dikediaman orang tua nathan, sesampainya disana sudah disambut beberapa pelayan.


"akhirnya kalian datang juga." kata nyonya mira


"assalamualaikum ma." kata cler yang ingin mencium tangan mertuanya tapi langsung ditepis


"aku bukan mamamu." kata nyonya mira

__ADS_1


"maaf."


"Mah.." tegur nathan yang merasa kasihan melihat cler


"kenapa nathan, kamu keberatan." tanya mama


"dia memang bukan menantu pilihan mama." kata nyonya mira meninggalkan mereka.


Nathan hanya bisa menghela nafasnya menatap cler.


"kau tidak apa?" tanya nathan


"ya mas, bukankah aku sudah menerima lebih dari ini." sahut cler dengan menampilkan senyum


Ada perasaan sakit dihati nathan saat mendengar jawaban cler, apa mereka sudah keterlaluan sehingga cler sudah mati rasa terhadap rasa sakit, pikir nathan.


Mereka semua akhirnya berkumpul diruang makan, tapi kata nyonya masih menunggu seseorang yang spesial jadi makan malam belum dimulai, sedangkan cler pamit sebentar ke toilet.


Tidak lama orang itu datang.."selamat malam semuanya, maaf aku terlambat." katanya


"alisha." gumam nathan


"nah ini tamu spesialnya." kata mama


"tidak apa sayang, makan malamnya juga mulai, kamu duduk disana." kata mama lagi menunjuk kursi disebelah nathan, padahal itu tadi kursi tempat cler duduk.


"mah apa ini rencana mama." tanya papa yang seperti tidak suka dengan kelakuan istrinya


Papa nathan pun hanya bisa menggelengkan kepala, tapi dia juga tidak mampu melawan istrinya.


Disana beberapa kerabat nathan juga datang, dan mereka tampak suka dengan kehadiran alisha yang dinilai lebih cocok dan lebih sederajat dengan nathan.


"alisha untuk apa kau disini." tanya nathan


"kok kamu nanya gitu sih sayang, kan aku mama yang undang." kata alisha


Nathan tidak menyahut lagi, dia merasa tidak enak nanti terhadap cler, akhir-akhir ini perasaannya ada yang aneh dengan gadis itu.


"maaf lama ya." kata cler yang baru datang dari toilet.


"tidak apa cler, tidak ada yang menunggumu juga." kata wina sambil tertawa.


Cler menatap wanita yang disebelah nathan, mereka saling tatap, cler akhirnya paham akan situasi ini dia hanya bisa menguatkan hatinya untuk kemungkinan yang akan terjadi setelah ini.


Sedangkan alisha setelah melihat cler dia merasa cler sangat cantik bahkan melebihi dirinya, ada ketakutan tersendiri dihati alisha kalau nathan akan berpindah mencintai cler selain dirinya.


"tidak akan kubiarkan." kata alisha dalam hati sambil mengepalkan tangannya dibawah meja


"oh iya cler, kenalkan ini alisha kekasihnya nathan." kata nyonya mira


Deg..deg..dada cler naik turun mendengarnya walaupun dia sudah mengira sebelumnya tapi sakit sekali rasanya dipermalukan seperti ini.

__ADS_1


"dan alisha ini cler." kata nyonya mira lagi


"alisha." kata alisha sambil mengulurkan tangannya


Cler menampilkan senyum getir menyambut jabatan tangan alisha.


Sedangkan nathan sedari tadi hanya diam saja, dia bimbang dengan hatinya sendiri, tidak tega menyakiti cler lebih dalam lagi, tapi dia juga tidak ingin membuat alisha kecewa terhadapnya.


"wah cler kamu tidak kebagian tempat duduk, kursinya sudah penuh." kata wina


Ya kursi tempat duduk cler tadi sudah direbut oleh alisha.


"cler kamu duduk disini saja, biar papa ambilkan kursi lagi." kata papa


"Pah." tegur mama


Cler yang pahampun mencegah papa mertuanya untuk pindah atau mengambil kursi baru, karena cler sadar bahwa mereka memang tidak menginginkan dia satu meja makan bersama.


"tidak apa-apa pah, kalian makan saja aku bisa menunggu diluar." kata cler.


"tapi nak." kata papa


"pah cukup, dia ada juga menuhin meja aja." sindir mama


Cler akhirnya pamit keluar untuk mencari udara segar, dia memutuskan untuk ketaman belakang rumah saja.


Sedangkan mereka semua yang ada diruang makan tertawa senang setelah berhasil mengerjai cler kecuali nathan dan papanya yang hanya diam saja.


"nona." sapa lusi


"lusi, ya ampun aku kangen udah lama gak ketemu." sahut cler saat melihat lusi berjalan kearahnya.


"nona apa kabar?" tanya lusi


"kurang baik." sahut cler sambil terkikik


Lusi menghela nafasnya, dia sangat tahu keadaan nona mudanya ini, dalam hati lusi sangat kasihan melihatnya tapi dia juga tidak bisa berbuat apa-apa untuk menolongnya.


"apa nona tidak ikut makan malam."


"tidak lusi, mereka semua mengusirku." sahut cler dengan suara pelan tapi masih bisa didengar oleh lusi


"Nona yang sabar ya." kata kusi sambil menggenggam tangan cler


Cler hanya mengangguk terseyum pada lusi.


"kalau begitu nona makan malamnya disini saja biar saya temani." bujuk lusi


"hemm ide yang bagus." cler menerima tawaran lusi karena perutnya juga merasa lapar.


Lusi bergegas masuk kedapur mengambilkan makan malam untuk cler, dia sengaja menambahkan sedikit porsinya karena melihat cler yang bertambah kurus, pasti nonanya tidak makan dengan teratur disana pikir lusi.

__ADS_1


__ADS_2