
Cahaya matahari yang mulai naik mengusik tidur cler
"Jam berapa sih" gumam cler
Saat melihat jam yang berada di phonselnya cler terlonjak.
"astaga aku kesiangan, mas bangun ini udah jam 8"
Saat cler akan melepas pelukan nathan tiba-tiba nathan bersuara.."mau kemana sayang"? Tanya nathan dengan suara serak khas bangun tidur
"Mas lepas aku mau mandi, ini sudah jam 8 udah kesiangan"
Bukannya melepas nathan malah mengeratkan pelukannya bahkan kakinya juga naik seperti memeluk guling
"Memang kenapa kalau jam 8, aku gak ke kantor juga hari ini"
"Tapi kita sedang di rumah mama papa, gak enak kalau aku bangun kesiangan"
Nathan membuka matanya menelisik raut cemas istri cantiknya itu.
"Mama tidak akan marah, percaya padaku"
"Baiklah, setidaknya mas lepaskan aku dulu"
"Sudah lama kita tidak sedekat ini" nathan menenggelamkan wajahnya ke ceruk leher cler
Hembusan nafas nathan membuat cler merinding.."Hah iya aku tahu, tapi sebaiknya kita bangun dulu anak-anak pasti akan mencari"
Dan benar saja setelah cler berucap gedoran pintu terdengar di iringin dengan suara berisik dua bocil mereka
"Mommy, daddy buka pintunya"
Dug..dug..dug..
"Sebentar" teriak cler
"ck mengganggu saja" decak nathan
Cler memukul kecil lengan Nathan, terpaksa Nathan harus melepaskan pelukannya.
Ceklek..cler membuka pintu kamarnya terlihat anak-anaknya sudah rapi.
__ADS_1
"Mommy baru bangun" tanya arkan
"hem maaf mommy kesiangan, ayo masuk"
Dua bocah itu masuk.."Daddy belum bangun" tanya zoya yang langsung naik ke kasur untuk membangunkan nathan.
"Ya..kalian tunggu di sini hya mommy mandi dulu, lalu kita turun ke bawah"
"ya mom, tadi oma juga bilang sebentar lagi kita akan sarapan" sahut arkan
Beralih pada zoya yang kini sedang asyik mengganggu tidur daddy nya, zoya mengacak acak wajah nathan dan terkadang menciuminya.
"Daddy ayo bangun"
"Hemm"
"Daddy bangun" zoya mulai merajuk karena sedari tadi nathan tidak menghiraukannya.
"Ada apa sayang?" tanya nathan
"Daddy harus mandi, oma sudah menunggu di bawah"
"Hah baiklah" nathan bangun
"Mas cepatlah mandi, seyekah itu kita sarapan"
Nathan hanya mengangguk lalu berjalan menuju kamar mandi.
Cler segera merias wajahnya agar terlihat lebih segar.
"Oh ya besok mommy dan aunty oliv akan melihat sekolah baru kalian, apa kalian mau ikut?"
"Horee akhirnya aku sekolah, tentu saja aku ikut mom" sahut zoya
"aku juga ikut mommy" timpal arkan
"Baiklah, sekarang ayo kita turun oma pasti sudah menunggu"
"Tapi daddy" tunjuk zoya pada kamar mandi
"Daddy akan menyusul" sahut cler.
__ADS_1
Sebelum keluar cler terlebih dahulu menyiapkan baju ganti nathan, karena ini juga perdana di lakukannya setelah mereka bersama kembali.
Mereka menuruni tangga menuju ruang makan, disana sudah ada nyonya mira dan tuan regan.
"Ma, pa maaf aku kesiangan" kata cler merasa bersalah
"Tidak apa sayang, sekarang ayo kita sarapan" sahut mama
"Nathan mana?" tanya papa
"Mas nathan lagi mandi"
"Ya sudah kita makan saja, cucuku pasti sudah lapar bukan?"
"Ya opa, aku sudah lapar dan akan makan yang banyak" sahut zoya
"Lihatlah perutmu hampir meletus karena banyak makan" ledek arkan
"Arkan kau ini menyebalkan" zoya mendengus karena tidak suka arkan selalu meledeknya.
Melihat interaksi cucunya membuat nyonya mira dan tuan regan tidak bisa menyembunyikan tawa mereka.
"Hahaha..tapi tak apa kau tetap cantik dengan perut seperti itu" sahut opa
"Benarkah aku cantik?" Zoya menangkup wajahnya
"Dasar centil" gumam arkan
"Sudah sudah, teruskan makan kalian" nyonya mira menengahi
Tidak lama nathan ikut menyusul.."pagi semua" sapanya
Cup..nathan mengecup puncak kepala cler dan juga kedua anaknya.
"Loh kamu mau kerja?" tanya cler saat melihat bathan berpakaian rapi, bukan pakaian yang di siapkan olehnya tadi.
"iya sayang, dean baru saja mengabari kalau hari ini ada meeting dan tidak bisa di wakilkan
"Oh kalau begitu cepat sarapan" cler langsung mengambilkan nasi beserta lauk untuk nathan
"terima kasih sayang"
__ADS_1
"Sama-sama" sahut cler tersenyum
Melihat anak dan menantunya terlihat bahagia membuat nyonya mira dan tuan regan juga merasakan kebahagiaan itu, dan berdo'a semoga keluarga mereka selalu diberikan kebahagiaan setiap harinya seperti ini.