
"Pak besok anda ada perjalanan bisnis ke milan"
"ya kau siapkan saja semuanya"
"baik pak"
Saat dean akan keluar ruangan nathan kembali memanggilnya..
"Dean apa belum ada kabar mengenai cler"
Dean menghela nafasnya, beberapa tahun mereka mencari cler tapi wanita itu seakan di telan bumi.
"belum, tapi saya sudah memerintahkan orang suruhan kita untuk lebih keras lagi mencarinya"
"baiklah kau boleh keluar" sahut nathan.
Nathan kembali termenung, perasaan bersalah setiap hari seakan mencekiknya.
Cler benar-benar meninggalkannya, dan itu karena kesalahannya sendiri.
Saat tengah termenung terdengar pintu kembali di ketuk.
Tok..tok..
"Masuk" kata nathan
Saat tahu orang yang masuk adalah ibunya sendiri, nathan langsung bersikap acuh seperti tidak ada orang diruangannya.
"nathan mama bawa makan siang untuk kamu, mama yakin kamu pasti belum makan kan?"
Nathan hanya diam enggan menanggapi.
__ADS_1
"nathan maafkan mama"
"keluarlah, aku sibuk" sahut nathan
Nyonya mira menatap putranya dalam-dalam, dari matanya nyonya mira tahu bahwa putranya sangat terluka, bahkan nathan tidak pernah lagi menginjakkan kakinya ke rumah orang tuanya.
"maafkan mama"
"mama menyesal nathan sangat" katanya dengan air mata yang kembali menetes.
"Apa dengan maaf mu istriku bisa kembali"
Nathan menatap ibunya dengan tajam, seandainya bukan ibunya sendiri nathan pasti sudah membalasnya seperti dia membalas alisha.
Ya alisha sudah menerima pembalasan dari nathan, perusahaan orang tuanya bangkrut, bahkan kini karir modelnya juga hancur dalam sekejap.
Alisha yang dikenal nyonya mira sebagai calon menantu yang sebanding ternyata tidak sesuai dengan kenyataannya, berita yang beredar bahwa alisha menjadi seorang simpanan para petinggi di perusahaan modelnya itu menyebar bahkan dia dituntut oleh istri petinggi tersebut dan kini alisha sedang menjalani masa persidangannya.
Hal itu membuat nyonya mira sadar, bahwa apa yang dilihat baik belum tentu baik, sebaliknya yang terlihat buruk malah lebih baik.
"baik, mama akan keluar jangan lupa makan" pesannya.
πΊπΊπΊπΊ
Hari berganti, kini waktunya nathan berangkat ke tempat yang ditujunya yaitu milan bersama sang asisten dan juga sekretarisnya.
Mereka bertiga kini sedang menuju bandara.
Sesampainya dibandara mereka langsung menuju pesawat.
Karena akan menghabiskan waktu yang tidak sebentar kurang lebih 17 jam mereka semua memilih untuk membahas masalah pekerjaan.
__ADS_1
"dean apa kau sudah menyiapkan yang ku minta" tanya nathan
"sudah" dean menyodorkan berkas yang dibawanya.
Nathan membaca setiap laporan yang dibuat dean.
Setelah lama berbincang mereka memutuskan untuk istirahat saja ke kamar masing-masing yang ada di dalam pesawat tersebut.
πΊπΊπΊπΊ
"Arkan zoya ayo makan" teriak cler memanggil si kembar.
"ya mom" sahut keduanya.
Cler menikmati makan malamnya dengan si kembar.
"oh ya mommy besok mau ke mall apa kalian mau ikut?"
"Benarkah" mata si kembar nampak berbinar.
"Tentu, besok kita akan bermain sepuasnya"
"karena besok kita akan ke mall, malam ini kalian harus tidur cepat"
"siap mom"
Cler sangat bahagia kini dia merasa tidak sendiri lagi karena telah hadir arkan dan zoya dalam hidupnya.
"setelah ini jangan lupa sikat gigi kalian okay"
"okay mom"
__ADS_1
Setelah anak-anak masuk kamar cler segera membersihkan meja makan mereka, sesekali cler teringat tentang nathan.
"apa kamu sudah menikah, seandainya kamu tahu bahwa kamu memiliki putra dan putri yang sangat mirip denganmu, apa kamu akan menerima mereka atau malah mengusir mereka seperti kamu mengusirku dulu" gumam cler.