
Sudah 2 hari cler mendiaminya, cler hanya berbicara seperlunya saja, nathan beberapa kali memergoki istrinya itu tampak melamun, hal itu sangat mengganggu pikirannya.
Apa aku sudah keterlaluan, sampai menatap wajahku saja dia tidak mau..
Seperti saat ini cler berada ditaman belakang rumah mereka, disana dia menyibukkan diri dengan menanam berbagai macam tanaman, hal itu sengaja dia lakukan agar tidak bertatap muka dengan nathan.
Nathan mendekati cler yang tengah asyik berkebun itu.."ehem, kau sedang apa?" tanya nathan basa-basi, padahal dia tahu apa yang tengah cler kerjakan.
Tentu saja berkebun, memang kau tidak lihat heh atau matamu itu sudah buta..tentu saja hal itu hanya bisa cler ucapkan dalam hatinya.
"Berkebun" sahut cler sedikit ketus, dia masih kesal kalau melihat nathan
Nathan menghela nafasnya mendengar jawaban ketus istrinya.
"apa bisa temani aku berbelanja, besok ulang perusahaan jadi tidak ada salahnya kita belanja untuk besok" kata nathan
Padahal nathan bisa menyuruh seorang designer untuk membuatkan pakaian untuknya juga cler tanpa ribet mencari sendiri, ini hanya dia lakukan agar bisa mencairkan suasana saja.
"apa aku harus ikut" sahut cler
"tentu saja, sekarang ayo ganti bajumu"
Cler hanya mengangguk, sebenarnya dia malas jalan-jalan, tapi daripada nathan mengamuk lagi lebih baik dia menurut saja.
__ADS_1
*****
"memangnya dia mau belanja apa lagi sih, lihatlah pakaian diruang ini saja masih ada yang belum terpakai" gerutu cler saat sudah sampai di walk in closet mereka.
"orang kaya memang suka diluar nalar ck" cler menggelengkan kepalanya.
Bagaimana tidak, saat nathan membelikan seluruh pakaiannya saja cler sampai mau jantungan karena harganya diluar nalar manusia bagi cler, dan nathan malah membelikannya tidak hanya satu tapi banyak sekali, semua keperluan wanita dengan brand ternama.
"hah aku saja sampai lelah setiap melihat tempat ini, lelahnya karena sangat menyayangkan berapa banyak uang terkubur ditempat ini" gumam cler lagi.
"Lihatlah sepatunya saja ada berapa ratus pasang, kakinya kan cuma dua" cler malihat rak sepatu nathan.
...Koleksi sepatu nathan...
...Koleksi tas branded cler...
Daripada pusing memikirkan ini itu cler langsung bersiap saja, dia tidak mau nathan marah-marah lagi karena menunggunya terlalu lama.
__ADS_1
"maaf membuatmu lama menunggu" kata cler yang melihat nathan sudah menunggunya didekat mobil.
"tidak apa sayang, ayo" nathan membukakan pintu mobilnya.
Sesampainya dimall mereka langsung berkeliling, sebenarnya nathan sangat malas melakukan ini, jika saja tidak ingin berbaikan dengan istrinya nathan lebih baik rebahan sambil memeluk istrinya itu.
"pilihlah yang kau suka"
"aku?" ulang cler
"ya sayang, bukankah kita kesini untuk membeli semua keperluan kita untuk besok malam"
"emhh aku pakai yang ada saja, dirumah masih banyak gaun yang belum pernah dipakai, lagian disini harganya terlalu mahal aku tidak sanggup" sahut cler
Nathan termenung mendengar jawaban istrinya, pantas saja selama ini cler tidak pernah menggunakan kartu yang dia kasih, apa istrinya masih takut dengan kejadian dulu yang pernah dia alami. Padahal nathan sangat menantikan istrinya berbelanja menggunakan pasilitas yang dia beri.
"sayang maafkan aku, ini semua salahku sampai kau merasa tidak nyaman menggunakan apapun yang kuberi, tapi aku sungguh minta maaf"
"Bisakah kita melupakan kejadian itu, dan aku juga minta maaf untuk salahku yang kemarin, aku tidak memikirkan perasaanmu, aku hanya memikirkan perasaanku saja, aku minta maaf sayang" kata nathan lembut sambil menggenggam tangan cler.
"bu bukan begitu, aku memang tidak pernah berbelanja barang seperti ini sebelumnya, jadi ini tidak ada hubungannya dengan masalalu kita" sahut cler
"kalau begitu kau harus memilih gaun mana yang kau suka, dan kau tidak boleh menolaknya"
__ADS_1
Cler akhirnya menurut saja, memilih gaun yang cocok untuk dirinya, sedangkan nathan juga membantunya mencari gaun yang cocok ditubuh istrinya itu.