My sexi litle wife

My sexi litle wife
Bab 49


__ADS_3

"sarapan siap" teriak cler


Tidak lama keluarlah nathan beserta arkan dan juga zoya.


Sedangkan cler terpaku melihat pemandangan itu dan hanya diam mematung.


"hey ada apa" nathan melambaikan tangan didepan wajah cler.


"ti tidak ada" jawab cler yang langsung melengos.


Nathan hanya menggelengkan kepala melihat respon cler masih ketus terhadapnya.


Mereka duduk bersama di ruang makan, cler mengambilkan makanan untuk kedua anaknya.


"mommy ambilkan juga punya paman nath" kata zoya


"paman nath bisa ambil sendiri sayang" sahut cler


"masih punya tangan kan ambil saja sendiri" ketus cler


Nathan menghela nafasnya


"kau galak sekali" sahut nathan


Cler mendengus mendengar cibiran nathan terhadapnya.


"emm masakan mommy memang terbaik" seru arkan


"heem kalau aku sudah masuk sekolah mommy maukan membuatkan bekal setiap hari untukku?" tanya zoya dengan mata beningnya.


"tentu, mommy akan menyiapkan bekal untuk kalian berdua" sahut cler


"kapan mereka akan masuk sekolah?" tanya nathan


"memang kenapa?" sahut cler


"aku hanya ingin tahu"


"kata mommy setelah umur kami 5 tahun paman" kali ini zoya yang menyahut.


Nathan hanya menganggukkan kepalanya, lalu meja makan tiba-tiba langsung sepi karena fokus dengan makanan mereka.


Setelah selesai cler merapikan meja tersebut, si kembar sudah berlari ke kamar mengambil sepatu mereka, karena setelah ini mereka akan ikut cler ke toko rotinya.


Sedangkan nathan sedari asyik memperhatikan cler yang tampak sibuk mencuci piring bekas makan, saat nathan ingin membantu dia malah dapat pelototan dari wanita itu akhirnya nath mengalah dan hanya diam menunggu cler selesai.


"apa kau tidak ingin kembali ke indonesia?"

__ADS_1


"untuk apa aku kesana, rumah kami disini"


Nathan menghela nafas, dia harus lebih bersabar menghadapi cler kali ini.."anak-anak semakin besar, mereka harus tahu bahwa mereka juga punya keluarga"


"keluarga yang mana?" tanya cler yang sudah mulai emosi


"keluarga yang mana maksudmu, dan sudah berapa kali ku bilang mereka bukan anak-anakmu, tapi anakku"


"CLER" teriak nathan yang sudah kehilangan kesabarannya.


Cler terhenyak mendengar teriakan nathan.


"Orang bodoh juga tahu kalau melihat wajah mereka yang sangat mirip denganku, sudah pasti mereka mengira itu anakku."


Saat dua orang dewasa tersebut tengah ribut mereka tidak sadar ada empat mata yang sedang memparhtikan dan mendengarkan apa yang mereka bicarakan.


"Mommy" panggil zoya


Nathan dan cler menghentikan perdebatan mereka, jantung cler seakan keluar saat menyadari bahwa dirumah ini masih ada anak-anaknya.


"zo zoya, arkan" panggil cler yang langsung mendekat


Saat cler ingin mendekati mereka respon kedua anak itu diluar dugaan, mereka menghindari cler.


"mommy apa paman nath benar daddy kami?" kali ini arkan yang bertanya.


Nathan memejamkan matanya, ingin sekali dia menyela perkataan cler.


"tapi kami dengar sendiri, dan juga aku pernah lihat foto paman nath didalam dompet mommy, dan juga mommy sering menangis saat melihat foto paman" kata arkan lagi.


"Arkan..Ya Tuhan" gumam cler.


Aku bahkan belum siap memberitahu mereka tentang siapa ayahnya..bathin cler.


"Daddy" teriak zoya yang tiba-tiba berlari kepelukan nathan.


"mommy jahat, kenapa tidak memberitahu kami" kata zoya.


"kalian salah paham" sahut cler.


"mommy jahat" seru arkan


Cler yang sejak tadi menahan air matanya kali ini dia tidak bisa, setelah beberapa kali mengatur nafasnya cler memutuskan untuk memberitahu anaknya siapa ayah mereka meskipun dalam hatinya tidak siap.


"Arkan zoya mommy mau bicara kita ke kamar sekarang" kata cler yang langsung berlalu.


Sedangkan arkan dan zoya hanya diam saja melihat cler yang meninggalkan mereka.

__ADS_1


"kalian temui mommy dulu, daddy akan menunggu disini" Nathan membujuk si kembar yang masih marah terhadap cler.


"tapi daddy tidak akan meninggalkan kami lagikan?" tanya zoya.


"tentu princess, daddy akan disini sampai kalian bicara dengan mommy"


"ingat jangan membuat mommy sedih" kata nathan lagi.


Lalu keduanya menuju kamar cler, disana sudah ada cler yang menunggu ditempat tidur.


"mommy" sapa keduanya.


"hey, kesinilah" sahit cler dengan suara bindeng sehabis menangis.


"apa yang ingin kalian tanyakan, mommy akan menjawab semuanya" cler memulai pembicaraan mereka.


"maafkan kami mommy" keduanya memeluk cler


"kenapa minta maaf?"


"karena kami sudah membuat mommy menangis hiks" kali ini zoya juga ikut menangis.


"kalian anak yang baik, mommy lah yang minta maaf karena tidak pernah memberitahu kalian tentang daddy"


"Dengar, paman nath adalah daddy kalian maafkan mommy yang tidak memberitahu dari awal"


"jadi benar paman nath adalah daddy kami" zoya berbinar lagi.


"hem" sahut cler dengan senyum


"yeyyy aku punya daddy" seru zoya lagi.


"tapi kenapa mommy sedih kalau paman nath yang jadi daddy kami" tanya arkan


"hah ti tidak, mommy bahagia kalau kalian bahagia" sahut cler


"apa kalian akan meninggalkan mommy setelah bertemu daddy?" tanya cler dengan mata sembab


"kenapa mommy bertanya seperti itu, apa daddy akan membawa kami bersamanya lalu meninggalkan mommy?" arkan bertanya balik


"mommy hanya takut kalian melupakan mommy" sahut cler


Si kembar kemudian memeluk cler dengan erat.."maafkan kami mom, apa daddy juga menyakitimu mom?"


Arkan memang lebih peka dari zoya, dia bisa mengerti keadaan sekarang yang terjadi dengan orang tuanya, sedangkan zoya belum bisa mengerti semuanya.


"ada banyak masalah orang dewasa yang kalian belum mengerti" sahut cler yang membalas pelukan keduanya.

__ADS_1


Nathan melihat dari luar ketiga orang yang begitu dicintainya sedang berpelukan dan menangis bersama, hal itu semakin menumbuhkan rasa bersalah dihati nathan.


__ADS_2