
Hari sudah menjelang siang kini cler tengah bersiap-siap membantu si kembar memakaikan sepatunya, karena siang ini mereka sudah ada janji dengan oliv untuk melihat sekolah anak-anak mereka nanti.
"Ready guys"
"Ready mom" sahut keduanya.
Cler sudah janjian dengan Oliv kalau mereka langsung bertemu di sekolah saja, agar oliv tidak repot bolak balik karena rumah cler lumayan jauh dari sekolah kalau oliv menjemputnya, lagi pula dia juga di antar oleh pak roni atas perintah nathan.
Sesampainya di sekolah oliv sudah menunggu mereka dengan seorang anak laki-laki yang tampan.
"Oliv apa kau sudah lama menunggu? maaf telat ada sedikit kendala" jelas Cler
"santai saja Cler aku juga baru sampai kok, kenalkan ini anak aku namanya Azka"
"Azka kenalkan dirimu" perintah Oliv
Azka langsung menurut dan memperkenalkan dirinya pada Cler, Arkan dan juga Zoya.
"Hallo kenalkan namaku Azka"
"Hallo juga Azka, dan ini anak-anak tante Arkan dan Zoya" cler memperkenalkan arkan dan zoya.
Ketiga anak itu tampak tidak kelihatan canggung, setelah berkenalan kini mereka berjalan-jalan melihat kondisi sekolah yang akan di masuki oleh kedua anak cler
Oliv hanya menemani cler mencarikan sekolah untuk anaknya, dan kebetulan keluarga revan mempunyai sekolah yang bertaraf internasional maka dari itu Oliv merekomendasikannya pada cler, karena anaknya juga bersekolah di tempat ini.
__ADS_1
"Bagaimana cler apa kau suka?" tanya oliv
"Aku sih suka, tapi tanya anak-anak dulu ya" sahut cler
Lalu cler memanggil anak-anaknya yang sedang asyik bermain di salah satu taman sekolah itu.
πΊπΊπΊπΊ
"Arkan, zoya apa kalian suka dengan sekolahnya?"
"Aku suka mom" sahut arkan
"Ya aku juga suka mommy, kapan kita akan mulai sekolah?" tanya zoya
Cler dan Oliv meninggalkan ketiga bocah itu di taman, karena di sekolah ini sangat aman jadi mereka tidak khawatir meninggalkan mereka.
"Azka, mama sama tante cler ke ruang guru dulu, kamu temani arkan dan zoya ya" pinta oliv
"Ya mama, jangan khawatir" sahutnya.
Setelah orang tua mereka menghilang kini ketiganya lanjut bermain.
"Azka sekolah ini milik siapa?" tanya zoya
"Milik kakek ku" jawab azka seadanya.
__ADS_1
"Wahhh kakek azka hebat" seru zoya tapi tidak di tanggapi oleh azka yang memang sangat cuek.
"Kau ini selalu banyak bicara" tegur arkan
Zoya menghentakkan kakinya karena kesal dengan dua orang pria ini, dia kesal karena azka nampak lebih banyak bicara saat dengan arkan, tapi saat dengannya azka hanya menanggapi seperlunya.
"Ar apa kau suka liat motocross?" tanya azka dengan bahasa inggris karena arkan dan zoya belum fasih menggunakan bahasa indonesia
"Motocross" ulang arkan
"Hem..lusa aku ikut lomba motocross ku harap kau datang" kata azka
Azka memang sangat menyukai hal-hal yang menantang adrenalin, bahkan hoby nya itu di support oleh papanya sendiri siapa lagi kalau bukan Revan Nugraha seorang pengusaha.
"Benarkah, wah kau hebat aku jadi ingin sepertimu" sahut arkan uang merasa kagum dengan azka.
"Tentu, dan kau harus datang oke"
"oke" sahut arkan
"Waw azka bisa balap-balap motor berarti ya keren sekali, zoya suka kalau liat balap-balap itu" sahut zoya yang tidak mau ketinggalan.
"Ck..kau ini mana pernah liat balapan, setiap kali aku menonton itu kau selalu tidur" sahut arkan
Zoya sangat kesal dengan arkan yang selalu mengganggunya setiap bicara dengan azka, sedangkan azka hanya diam saja karena memang dia irit sekali bicara terhadap perempuan, apalagi yang cerewet seperti zoya.
__ADS_1