
Mereka semua masuk disambut dengan musik yang memekakan telinga, ternyata sebagian teman-temannya sudah ada yang berada disana.
"eh itu selly dan yang lain" tunjuk dara pada salah satu meja.
"ayo kesana" kata dewa.
Selley sudah melambaikan tangannya memanggil teman-temannya untuk menuju kearahnya.
"kalian berdua yakin kesini pesannya air putih sama es jeruk doang" tanya selly pada cler dan oliv
Cler dan oliv yakin mereka berdua menganggukkan kepala.."emang kenapa?" tanya cler
"ya ampun cler semua orang yang kesini pasti ingin senang-senang dengan sedikit mabok tapi lo berdua malah pesan air putih hahaha" ejek selly
"iya kalian harus coba minum sedikit, pasti nanti ketagihan" ajak dara
"No..kalian kalau mabok ya mabok aja gak usah ngajakin gue sama cler" sahut oliv ketus
"udah-udah kita kan disini mau senang-senang malah jadi ribut sih, kalau cler sama oliv gak mau mau minum alkohol ya jangan dipaksa" kata dewa.
Mereka semua berdecak terutama kaum wanita, karena cler speeti mendapat perhatian lebih dari dewa.
"iya benar kata dewa" sahut reza salah satu sahabat dewa.
Dara yang memang punya dendam pribadi kepada cler dari lama sudah merencanakan sesuatu pada cler malam ini, karena semenjak ada cler dewa tidak lagi sehangat dulu padanya, dewa sering sekali menghindar kalau dara mendekatinya.
"guys gue ke toilet dulu ya" pamit dara.
Bukannya ke toilet dara malah menemui seorang pelayan yang akan mengantar minuman kemeja mereka.
"eh sebentar" dara mencegah pelayan tersebut dan memasukkan obat kedalam minuman itu.
Pelayan tampak bingung melihatnya, sebelum dia menegur dara, dara terlebih dulu berbicara padanya.."lo kasih yang ini ke cewa yang baju hitam rambutnya agak coklat itu" tunjum oliv pada cler yang sedang duduk didekat oliv.
"dan ini buat lo" dara memberikan beberapa lembar uang.
Pelayan tersebut tentu menerimanya dengan senang hati tanpa protes apapun.
*****
Sedangkan dimeja sebrang sana tampak seorang laki-laki menatap kearah meja mereka.
"Nath lo liat deh meja sebrang sana"
Ya saat ini nathan dan teman-temannya juga berada di club yang sama dengan cler, nathan yang mendapat panggilan dari revan menolehkan kepalanya kesebrang.
Bukan main kagetnya nathan melihat cler berada di club ini, sejak kapan bocah itu bisa bermain di club.."Cler" gumam nathan.
"lo kenal sama mereka" tanya revan
Nathan tampak diam saja, dia serius memperhatikan cler, nathan mengepalkan tangannya.
"Nath gak salah lagi, itu cewe yang gue perkaos waktu dihotel kemarin"
"maksud lo?" tanya nathan mulai emosi mengira cler lah yang diperkosa revan.
"iya itu cewe yang rambut hitam itu" tunjuk evan.
Nathan melirik lagi, ternyata bukan cler melainkan perempuan yang berada disebelah cler.."oh" sahut nathan
"eh tapi lo tadi nyebut nama cewe disitu, emang lo kenal"
Belum sempat nathan menjawab, teman-temannya yang lain malah menghentikan aksi pandangan mereka.
"lo berdua dari tadi gue perhatiin liat-liat tu cewe berdua naksir ya?" goda bara
__ADS_1
Nathan dan revan sama-sama berdecak.."gak lah, cuman heran aja sepertinya mereka masih remaja tapi malah main kesini" sahut revan
Sedangkan nathan hanya diam saja tapi sesekali dia melirik kearah cler.
"yaelah van, zaman sekarang remaja udah gak remaja lagi" sahut kevin
"Tapi klau diperhatiin mereka memang cantik-cantik sih, apalagi yang berdua dipojok itu terang banget, mulus lagi" sahut yang lain.
Nathan berdiri dia merasa gerah mendengar teman-temannya memuji istrinya.
"Gue ke toilet dulu" nathan segera menjauh
Revan yang tampak curiga nelihat gelagat nathan ingin mengikutinya.."gue juga mau ketoilet dulu"
Kembali kemeja cler..
Cler merasa ada yang aneh dalam dirinya sehabis meneguk minuman tadi, dia merasa panas dan juga gatal diarea tertentu.
Oliv melihat gelagat aneh cler.."cler lo kenapa, muka lo merah banget" kata oliv.
"Hah liv aku ketoilet dulu ya bentar" cler langsung berdiri dan lari mencari toilet.
Dara yang juga memperhatikan sedari tadi menampilkn senyumnya.
Sementara teman mereka yang lain sudah pada teller termasuk dewa, hanya dara lah yang tahan tidak mabok diantara mereka, meskipun dia juga minum banyak sedari tadi.
Sampai ditoilet cler membasuh mukanya.."akhh kenapa panas banget" gumam cler.
Dan seperti disengaja, seorang laki-laki masuk menghampiri cler.
"hay cantik, udah gak sabar ya?" tanyanya
Cler kaget dan segera menjauh, ingin keluar tapi tangannya sudah ditarik.."akhh lepas" teriak cler
"tenang cantik gue cuma mau nolongin lo supaya gak kepanasan lagi" katanya
PLAK..
"kurang ajar lo berani mukul gue" teriaknya
"TOLONGGG" cler kembali berteriak
"kali ini gue gak akan lembut lagi, lo harus terima akibatnya karena berani nampar gue" dan baju cler tampak ditarik paksa oleh laki-lak itu sampai terdnegar suara robekan
Srekkk...
Cler menangis dengan hebat sambil berteriak.."tolongg, tolong saya hiks hiks" teriaknya.
"percuma, tidak akan ada orang yang mau nolong lo hahaha" laki-laki itu tertawa dengan keras, sampai tiba-tiba...
Brukkk..pintu toilet ditendang dengan paksa dan hampir jebol.
Brengsek..
Ya orang itu adalah nathan yang tidak sengaja saat keluar dari toilet dia melihat cler masuk ke toilet wanita dan di ikuti oleh laki-laki mecurigakan.
Nathan langsung menarik kerah kemeja orang itu dan memukulinya.
"brengsek mau lo apakan istri gue hah" teriak nathan
Bugh..bugh..
"akhh..lo siapa hah?" tanya orang itu
"sialan, gue SUAMINYA" teriak nathan
__ADS_1
Belum sempat melawan nathan menghajar orang itu sampai babak belur, darah mengucur dimana mana.
Puas menghajarnya, nathan menghampiri cler yang sedari dari duduk memeluk lututnya dan menggelamkan wajahnya.
"Cler you okey" tanya nathan menyentuh cler
Cler mendongakkan wajahnya.."mas, hiks" cler langsung memeluk nathan sambil menangis, natham membalas pelukannya.
"Akhhh panas mas" kata cler melepaskan pelukannya.
Nathan melihat bajunya istrinya robek pasti olah laki-laki brengsek itu. Nathan kembali emosi.
"mas tolong aku mas hiks hiks panas" kata cler ingin melepaskan gaunnya
"hey apa yang kau lakukan" nathan mencegah cler yang ingin meloloskan gaunnya.
Nathan memperhatikan cler akhirnya dia tahu bahwa istrinya dijebak, ada seseorang yang sengaja memberikan istrinya obat perangsang.."sialan" umpat nathan.
Nathan melepaskan jasnya dan dia pakaikan pada cler, dia membawa cler keluar dengan menggendongnya.
"om stoop" teriak oliv yang panik melihat cler dibawa seorang laki-laki.
"om mau bawa teman saya kemana, mau nyulik ya?" tuduh oliv.
Bersamaan dengan itu revan juga datang, menghampiri nathan.
"Van lo tolong urus laki-laki brengsek dalam sana" tunjuk nathan pada orang itu dan nathan segera membawa cler tanpa menghiraukan teriakan oliv.
Revan yang melihat nathan sangat panik nampak bingung, ada hubungan apa nathan dengan gadis itu, tapi nanti saja menanyakannya pikir revan.
"om tunggu dulu om" teriak oliv
Revan menarik tangan oliv, dan saat itu oliv tersadar bahwa orang ini adalah orang yang memperkosanya tempo hari.
PLAK..oliv langsung menampar revan.
"brengsek" makinya
Oliv ingin meninggalkan revan, tapi tevan kembali menariknya.
"lepas, lo mau apalagi hah" teriak oliv
"saya mau bicara sama kamu"
"gue gak sudi cih" ketus oliv.
Revan terpaksa menggendong oliv ala karung beras agar gadis ini tidak bisa protes lagi, revan sudah menghubungi orang suruhannya untuk memberaskan keributan tadi.
Revan membawa oliv keluar dari pintu belakang agar tidak dilihat oleh teman-temannya, berbeda dengan nathan yang membawa cler keluar melewati meja teman-temannya.
"guys sorry gue duluan, ada urusan penting" kata nathan karena melihat kevin sudah menghadangnya.
Melihat nathan yang tampak panik sambil menggendong seorang wanita, mereka tidak mau menanyakan hal itu sekarang, biarlah nathan mengurus urusannya dulu pikir mereka.
*****
Didalam mobil cler sesekali meracau kepanasan, dan kali ini dia sudah meloloskan dresnya sehingga yang tersisa hanya bra dan ****** ***** saja.
"astaga, apa yang kau lakukan" bentak nathan sambil menyetir.
"panas hiks hiks" kali ini cler ingin melepas kaitan branya.
Melihat cler seperti itu nathan membelokkan mobilnya kesalah satu hotel didekat situ.
Lihatlah sekarang gadis ini menggeliat dengan tubuh hampir polos, membuat jakun nathan turun naik, bagaimana tidak dia laki-laki normal melihat cler seseksi begini pasti dia membayangkan yang iya iya.
__ADS_1
Nathan segera memasangkan kembali jasnya pada cler yang memang besar kalau dipakai gadis tu, jadi bisa menutupi dari atas sampai lututnya, lalu nathan menggendong cler dan membawanya kesalah satu kamar yang sudah disewanya dengan cara mendadak ini.