
"Cler habis ini lo jadikan ikut ketempat kerja gue?" tanya oliv
"jadi dong."
"yaudah lo ikut gue aja, naik motor."
"Okedeh, bentar aku telpon orang rumah dulu biar gak usah dijemput."
Cler menelpon mirna untuk bilang ke pak Ari supirnya nathan tidak usah menjemput dia, karena cler mau langsung ketempat kerja barunya.
Oliv lah yang membantunya selama ini, karena oliv juga bekerja disana disalah satu cafe lumayan ternama di kota itu.
Setelah menelpon cler dan oliv lanjut mengobrol ditaman sekolah, tiba-tiba ada seseorang menyapa mereka.
"hay boleh gabung gak." katanya
Cler dan oliv saling tatap.."mau ngapain?" tanya mereka
"cuma mau gabung aja."
"ya." sahut cler akhirnya.
Orang itu tersenyum.."lo masih ingat gue kan?"
"masihlah." bukan cler yang menjawab tapi oliv
"gue gak ngomong sama lo." sahutnya ketus
__ADS_1
"wahai dewa yang terhormat kita disini lagi ngobrol mending lo jauh-jauh deh." kata oliv tidak suka
Ya orang itu adalah dewa si ketua osis yang terkenal playboy.
"Temen lo aja gak keberatan, kok lo yang sewot."
Oliv berdecak mendengar jawaban dewa.."ganggu tau gak lo." kata oliv lagi
"udah-udah kok kalian malah ribut sih." tegur cler
"noh cler aja santai." kata dewa pda oliv
Belum sempat dewa mengajak cler berbicara tiba-tiba bel berbunyi.
"YES." pekik oliv kesenengan dan langsung menarik tangan cler untuk menjauh dari dewa.
"emang kenapa." tanya cler penasaran
"semua orang disini sudah pada tau kalau dia itu pemain wanita, jangan sampai lo target berikutnya, pokoknya lo harus jaga jarak sama tu cowok."
Cler mengernyit, dia juga tidak ada niatan untuk dekat cowok apalagi statusnya sudah jadi seorang istri, tapi cler tetap mengiyakan wejangan oliv.."tentu olivku sayang." sahut cler akhirnya.
Sedangkan dikantornya, nathan disibukkan dengan rencana peluncuran produk baru mereka, perusahaan nya bergerak dibanyak bidang, seperti properti, makanan, dan juga kecantikan membuat nathan selaku ceo seelalu disibukkan dengan berbagai hal.
"Pak meeting kita diadakan 10 menit lagi." kata dean asisten pribadi nathan
"ya baiklah." sahut nathan yang berdiri dari kusinya menuju keruang meeting.
__ADS_1
"sayanggg.." teriak seseorang membuat nathan dan juga dean berhenti
"alisha ngapain kamu disini." tanya nathan.
"ya mau ketemu sama kamu sayang." kata alisha sambil bergelayut manja dilengan nathan
"sebaiknya nanti saja, aku mau meeting." nathan melepaskan tangannya dari alisha.
Alisha berdecak.."yaudah aku tunggu diruangan kamu aja."
Nathan tidak menghiraukan dia lanjut berjalan menuju ruang meeting, sebenarnya nathan hari ini lagi tidak ingin bertemu dengan siapa-siapa, pikirannya kalut entah kemana.
Apalagi tadi supirnya memberitahu bahwa cler sehabis pulang sekolah tidak ingin dijemput dan akan langsung ketempat kerjanya, gadis itu tidak bercanda dengan ingin bekerja pikir nathan.
Saat masuk keruang meeting semua karyawan menyambutnya, mereka memperhatikan ekspresi bos nya dalam mood yang baik atau tidak, kalau moodnya baik otomatis pekerjaan mereka akan aman, tapi kalau moodnya sedang buruk semua akan kena imbasnya.
Dan benar saja muka nathan dari masuk sudah nampak muram, hal itu membuat para karyawan sudah bergidik ngeri.
"muka bos gak enak banget dah hari ini."
"ini pasti akan menjadi hari yang buruk."
"matilah aku."
"ya Tuhan, siapa sih yang menjadi pemicu bos hari ini, gara-gara dia kami yang akan menerima akibatnya*."
__ADS_1
Itulah beberapa suara hati karyawan Aleseiro Group.