
Saat ini nathan dan juga cler sedang menikmati makam malam mereka didalam kamar hotel, sehabis pergulatan panas tadi cler seperti sudah kehabisan tenaga sekedar untuk berjalan saja dia sudah gemetar.
Drrrtt..drrttt
Phonsel nathan bergetar, ternyata dean yang menghubunginya.
"Halo pak"
"ya ada apa?"
"Pak cabang perusahaan yang ada di luar negeri sedang dalam masalah, anda di minta kesana besok untuk menemui para investor disana"
Nathan berdecak, baru saja dia merencanakan akan bulan madu tapi ada-ada saja yang mengganggunya.
"baiklah kau siapkan saja semuanya"
Nathan mematikan telponnya..
"ada apa?" tanya cler
"sepertinya bulan madu kita akan tertunda, besok aku harus ke milan, perusahaan dalam masalah"
"berapa lama?"
"mungkin lebih dari seminggu, apa kau ikut saja"
Cler menggeleng, dia tidak mau nanti disana malah merepotkan nathan.."mas pergi saja, kita bisa bulan madu setelah urusannya selesai"
"baiklah..berarti malam ini kau harus mengisi tenaga ekstra untuk bekal ku disana" bisik nathan dengan nakalnya.
"a apa maksud mu"
"sayang ku rasa kau sudah mengerti apa yang ku maksud" goda nathan lagi
Dan benar saja setelah makan malam mereka selesai nathan kembali menyerang istrinya itu tanpa ampun, jarum jam sudah menunjukkan pukul 2 pagi nathan baru berhenti saat cler sudah tidak bisa merespon lagi, sepertinya perempuan itu pingsan.
πΊπΊπΊ
__ADS_1
Pagi datang, cler menggeliat dari tidurnya dia meraba tempat tidur disebelahnya tapi kosong, lalu cler membukanya matanya saat kesadarannya sudah terkumpul.
Suara gemericik didalam kamar mandi menandakan ada orang didalam sana, dan benar saja tidak lama kemudian nathan keluar
"kau sudah bangun"
"mas ini jam berapa?" cler balim bertanya
"jam 9, sekarang kau harus mandi ayo ku bantu" nathan menghampiri cler lalu memberikan kecupan singkat dibibir istrinya itu.
Cup..
"ishhhh, aku belum sikat gigi"
"tetap wangi" sahut nathan sambil tertawa
Saat akan berdiri cler kehilangan keseimbangannya, kakinya masih terasa lemas dia benar-bemar kehilangan tenaganya.
"kau tidak apa?"
"aku..aku gemetar" sahut cler
Nathan mengisi bathup dengan air hangat lalu dia kembali membopong cler agar berendam disana.
"kalau sudah selesai panggil saja aku diluar"
"terimakasih" cler tersenyum pada nathan
"you welcome honey"
Kini baik cler dan juga nathan sudah siap dengan pakaiannya, sedangkan dean sudah stand by dari subuh karena permintaan nathan untuk membawakan baju ganti dia dan juga cler, setelah ini mereka akan langsung berangkat ke milan.
"sayang pak roni sudah dibawah untuk menjemputmu, kau langsung pulang saja ya tidak usah mengantar ke bandara"
"iya mas, maaf ya aku tidak ikut mengantar"
"tidak apa sayang, kau istirahat saja"
__ADS_1
"baiklah, tapi jangan lupa nanti kabari aku ya" kata cler sambil bergelayut dilengan nathan
"siap Nona" sahut nathan menggoda cler
Mereka sudah keluar dari kamar setelah selesai sarapan, sesampainya di loby sudah ada dean dan juga pak roni menunggu mereka
Nathan mengantar cler masuk ke mobil lebih dulu, setelah itu baru dia berangkat bersama dean.
Nathan sudah berada didalam mobil bersama dean, mereka akan langsung menuju bandara.
"Dean apa kau sudah siapkan yang ku minta?"
"sudah pak, ini" Dean menyerahkan laporan keuangan pada Nathan.
"cih tikus-tikus ini berani mempermainkan ku"
Nathan kembali membaca laporan yang diserahkan Dean, ada beberapa petinggi perusahaan yang memang sedang ingin bermain dengannya.
"Apa papa tahu masalah ini?" tanya nathan
"Tuan tidak tahu, saya belum memberitahunya" sahut dean
"tidak perlu, biar aku saja yang mengurusnya"
"Baik"
"oh ya dean, menurutmu tempat bulan madu yang paling romantis dimana?"
Dean mengernyit, tumben sekali bosnya bertanya masalah seperti itu, biasanyakan dia tidak pernah mau memikirkan hal-hal seperti ini pikir dean.
Tapi Dean tetap menjawab pertanyaannya.."menurut saya di swiss"
"memang ada apa pak" tanya Dean
"hah, kau tahu sendirikan sejak menikah aku dan cler tidak sempat bulan madu, karena itulah aku ingin mengajaknya jalan-jalan"
"Apa nona tidak pernah memintanya?" Dean nampak kepo
__ADS_1
"ck..kau tahu sendiri bagaimana cler, bahkan hanya untuk membeli sebuah baju saja dia minta izinku" nathan menggeleng teringat tingkah cler yang selalu sungkan terhadapnya.
Padahal nathan sudah berapa kali memberitahu istrinya itu untuk membeli apapun dan berapapun tidak perlu izin darinya.