
Beberapa menit kemudian datang beberapa pelayan menuju kamar cler, mereka semua diperintahkan nathan untuk mengemasi barang-barang cler.
"Nona, kami kesini diperintahkan Tuan untuk mengemasi barang-barang anda" kata pelayan tersebut.
"maaf apa Tuan dibawah" tanya cler
"Tuan pergi nona"
Cler hanya menganggukkan kepalanya, lalu kembali duduk di atas kasur.
"Maaf nona, tuan juga berpesan sebelum dia pulang anda sudah tidak ada dirumah ini" pelayan tersebut berkata dengan sangat hati-hati.
Mereka semua tidak tahu apa yang terjadi dengan majikannya ini, pasalnya mereka tinggal di paviliun belakang rumah jadi tidak tahu apa yang terjadi dirumah utama ini.
"tidak apa-apa, kalian tidak usah mengemas apapun, aku akan melakukannya sendiri" kata cler
"Tapi nona"
"kalian keluarlah dan isitrahat, ini sudah malam"
"baik kalau begitu nona"
Merekapun keluar, lalu setelahnya mirna masuk untuk menanyakan ada apa sebenarnya, karena dia sempat mendengar dari beberapa pelayan kalau majikannya bertengkar.
"Nona"
"mirna, ada apa" tanya cler yang sedang sibuk memasukkan beberapa baju lamanya ke dalam koper.
"anda baik-baik saja?" tanya mirna.
"ya, aku baik" sahut cler yang enggan menatap mirna.
Mirna memegang tangan cler.."Nona kalau anda mau cerita saya siap mendengarnya"
Cler hanya tersenyum melihat mirna.."aku tidak apa-apa sungguh" yakin cler
__ADS_1
"tapi kenapa anda mengemasi pakaian anda kedalam koper?"
"setelah ku pikir-pikir disini memang bukan tempat ku" sahut cler sambil tersenyum pda mirna
Cler sudah selesai mengemas beberapa bajunya, ya bajunya yang dulu dia bawa dari kampung, dia tidak ingin membawa barang yang dibeli dengan uang nathan, dia takut nathan berpikir yang tidak-tidak.
"Mirna aku titip mas nathan ya, jangan lupa sediakan makan dia tepat waktu saat aku tidak tidak ada nanti" cler menatap mirna dengan serius.
"Tapi anda mau kemana nona, apa anda ingin meninggalkan tuan?" tanya mirna
"Aku hanya ingin mencari suasana baru"
"hiks hiks nona apa anda bertengkar dengan tuan" mirna menangis
"hey kenapa kau menangis, aku dan mas nathan baik-baik saja kami hanya perlu menenangkan diri sementara"
"Berarti anda kembali ke rumah ini lagi kan nona?"
Cler menjawab, walaupun dalam hatinya tidak yakin.."hem ya tentu saja"
"Baik nona, kalau anda sudah sampai ditempat tujuan jangan lupa menghubungi saya"
"iya, kau ini cerewet sekali" sahut cler
Padahal cler juga tidak tahu saat ini dia mau kemana, ingin balik ke kampung tidak mungkin yang ada dia bertemu dengan tante dan pamannya yang kejam itu.
Cler bangkit membawa satu kopernya di iringi oleh mirna.
"nona anda benar akan kembali lagi kan?" tanya mirna lagi saat mereka sudah didepan gerbang rumah.
"iya mirna, ya sudah aku berangkat dulu kau jaga diri baik-baik bye" cler meninggalkan rumah itu dengan senyum getir.
******
Saat ini cler tengah menginap di salah satu hotel yang cukup murah, dia masih punya uang tabungan hasil bekerja di restoran dulu.
__ADS_1
Besok dia akan memutuskan kemana dia selanjutnya.
Saat akan merebahkan diri tiba-tiba perutnya sangat mual.
Cler berlari ke kamar mandi
"hoek..hoek" cler memuntahkan semua isi perutnya.
"kenapa kepala ku tiba-tiba pusing dan juga perutku sangat mual" gumam cler
Karena merasa tidak punya tenaga lagi, cler memutuskan untuk tidur saja, karena dia sudah sangat lelah sedari tadi mencari tempat penginapan yang murah.
πΊπΊπΊπΊ
Nathan baru saja memasuki kediamannya, waktu sudah menunjukkan pukul 3 pagi.
Ya, setelah pertengkaran dengan cler tadi nathan mengunjungi club untuk melampiaskan emosinya.
Saat membuka kamarnya suasana tampak sunyi dan juga gelap, nathan menyalakan lampu kamar tersebut, di lihatnya kasur sudah rapi dan juga bersih seperti tidak tersentuh oleh siapa-siapa pun.
Lalu dia melihat ke arah nakas, disana terdapat beberapa kredit card yang dulu dia kasih untuk istrinya.
Nathan mengambil kartu tersebut lalu menatapnya lama, tiba-tiba dia berjalan dengan cepat menuju ruangan lain yang berada disitu dan membukanya, memeriksa setiap lemari masih ada baju-baju istrinya, apa cler benar-benar sudah pergi atau belum pikirnya.
Lalu nathan teringat satu lemari yang menyimpan barang-barang lama cler, dia membukanya ternyata isinya sudah kosong, berarti cler tidak membawa apapun selain baju-bajunya dulu, bahkan barang dan perhiasan yang dibelikan nathan dulu masih tertata rapi di dalam etalase kaca diruangan tersebut.
Nathan menghela nafasnya, ternyata istrinya benar-benar pergi.
Bukankah ini yang dia mau, lalu kenapa nathan seperti tidak rela.
.
.
.
__ADS_1
Maaf ya teman-teman karena aku update nya jarang-jarang, aku lagi sibuk kerja plus jadi irt memang sangat menguras tenaga jadi tidak bisa up setiap hari..teriamakasih untuk yang sudah mendukung karyaku. π€π€πΉ