
Nathan menyandarkan tubuhnya pada dinding rumah sakit, dia masih setia menunggu cler diperiksa.
Pintu ugd terbuka, nathan beranjak dari duduknya.
"apa yang terjadi dengannya"
"Maaf tuan, apa nona sering mengonsumsi obat pereda nyeri?" tanya dokter
Nathan mengerutkan keningnya, dia tidak mengerti.." maksudnya"
"begini tuan, kondisi nona saat ini dari yang kami periksa trombositnya mengalami masalah yaitu terlalu rendah, dan bisa berakibat fatal, nona sering mengalami sakit kepala dan membuatnya mengonsumsi sembarangan obat"
"kalau tidak segera ditangani bisa mengakibatkan pendarahan pada otaknya, tentu saja itu bisa berakibat fatal"
"Tapi sekarang tuan tidak perlu khawatir, kami sudah menanganinya dengan sebaik mungkin, dan nona akan dipindahkan keruang rawat setelah ini" jelas dokter panjang lebar.
"Ya terimakasih"
Setelah mendengar penjelasan dokter tadi nathan tampak termenung memikirkan kondisi cler, dia mengusap wajahnya kasar lagi-lagi dia tidak tahu apa yang terjadi dengan istrinya.
"Bodoh" gumam nathan pada dirinya sendiri
Dua orang perawat keluar dari ruangan itu, dan membawa cler ke kamar Vvip yang sudah diminta nathan.
Setelah selesai dengan tugasnya para perawat itu keluar meninggalkan nathan sendiri disana menjaga istrinya itu.
Nathan mengelus pipi cler, lalu ikut naik keatas ranjang pasien yang memang lumayan besar jadi bisa menampung 2 orang.
Sedangkan cler masih dalam keadaan belum sadar akibat sakit yang dia rasa.
"kau pasti sangat menderita selama ini" gumam nathan sambil menenggelamkan wajahnya pada leher cler dan ikut memejamkan matanya.
πΊπΊπΊ
Pagi harinya Tuan regan yang mendapat kabar dari nathan berencana menjenguk ke rumah sakit hari ini.
"papa mau kemana?"
"papa mau ke rumah sakit"
"ada apa?"
__ADS_1
"Tadi malam nathan menghubungi papa, cler masuk rumah sakit, mama mau ikut?"
"sakit apa?"
"papa juga tidak tahu, kalau mama mau tahu ayo kita kesana"
"Papa saja, aku sibuk lagian mau dia sakit tidak ada urusannya sama mama"
"Mama keterlaluan, cler anak yang baik memang apa salahnya sama mama sampai sebegitu bencinya terhadap cler"
Nyonya mira diam, cler memang tidak pernah berbuat salah padanya tapi tetap saja dia benci.
"sudahlah, papa pergi saja kalau mau pergi" usirnya
Tuan regan hanya menggeleng, betapa keras kepalanya istrinya itu.
****
Di rumah sakit, nathan tengah berbicara dengan dean, untuk beberapa hari dia tidak bisa ke kantor jadi menyerahkan segala urusan kepada dean, termasuk mengurus izin sekolah cler.
"Kalau begitu saya permisi pak" kata dean
Setelah itu nathan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya juga mengganti pakaiannya, karena dari tadi malam dia tidak sempat melakukannya.
Cler mulai membuka matanya, kepalanya masih terasa pusing walaupun tidak sesakit kemarin.
"akhhh, dimana ini" gumam cler
Ceklek..
Pintu kamar mandi terbuka, nathan keluar dia melihat cler juga ssdang menatapnya.
"sayang kamu sudah bangun"
"apa ada yang sakit, dimana?" nathan membelai pipi cler
"mas ini dimana?" bukannya menjawab cler balik bertanya
"kita di rumah sakit, kemarin kamu tidak sadarkan diri" jawab nathan
Tok..tok..
__ADS_1
"masuk"
Dokter dan satu orang perawat masuk
"Nona anda sudah sadar, kalau begitu kami periksa dulu"
"i iya dok" sahut cler
"Bagaiman dok?" tanya nathan
"Kondisinya sidah mulai membaik, tapi saya sarankan untuk menginap dulu beberapa hari sampai benar-benar pulih" jelas dokter
"baiklah, terimakasih" sahut nathan
Dokter dan perawat itupun keluar untuk memeriksa beberapa pasien lagi.
"sayang mulai hari ini kalau ada apa-apa tolong bicara, aku bukan laki-laki yang peka, yang bisa membaca pikiranmu saat kau tidak mengatakannya"
"jadi ku mohon mulai sekarang kau bilang kalau ada hal yang tidak kau suka, bukankah kita sudah bicara untuk memulai semuanya dari awal, jadi percayalah padaku" kata nathan panjang lebar.
"iya mas, maaf aku selalu merepotkanmu"
"No sayang, kau tidak pernah merepotkan, buang jauh-jauh pemikiranmu tentang itu"
Cup..nathan mengecup bibir cker.
"masih panas" gumam nathan
"mas ihhh, aku belum cuci muka" cler nanpak malu, dia takuf kalau ada bau-bau aneh padanya.
"Masih wangi begini, walaupun campur-cappur kecut" goda nathan sambil tertawa
"Mass" cler cemberut
Nathan terkekeh melihat tingkah cler persis anak-anak.
"Ayo ku antar kekamar mandi, setelah itu kau harus sarapan"
Nathan menggendong cler menuju kamar mandi untuk mencuci mukanya, setelah itu dia membantu cler untuk mengganti pakaiannya lalu menyiapkan sarapan cler juga.
Melihat betapa nathan serius mengucapkan kalimatnya tadi, cler berjanji bahwa dia tidak akan lagi memendam semuanya sendiri, mulai hari ini dia akan mempercayakan semuanya pada suaminya.
__ADS_1