My sexi litle wife

My sexi litle wife
Bab 45


__ADS_3

Hari ini cler dan juga riri sedang ke pasar tradisional membeli berbagai bahan untuk persiapan membuat kue pesanan mereka.


Sementara itu yang tinggal di toko ada anna dan juga zara yang juga tengah sibuk menyiapkan keperluan mereka untuk membuka toko.


Sedangkan si kembar juga ada disana bersama dengan anna karena cler menitipkan mereka di tokonya.


"aunty apa mommy masih lama?" tanya zoya


"mungkin sebentar lagi pulang, kalian mau roti gak" tawar anna


"aku mau" sahut arkan


"aku juga mau" zoya yang tak mau ketinggalan


Anna ke dapur untuk mengambilkan 2 buah roti, pasti si kembar kelelahan karena sedari tadi habis bermain.


"ini roti untuk kalian, duduklah karena sebentar lagi toko buka dan pengunjung pasti mulai berdatangan" seru anna pada sikembar


Kemudian anna berlalu ke depan dan membalik tulisan close menjadi open.


🌺🌺🌺🌺


Nathan menyusuri setiap jalan yang dia lewati membaca setiap tulisan yang berada di pinggir jalan, lalu matanya menangkap sebuah toko roti yang dia cari


Kemudian nathan memarkirkan mobilnya tepat di depan toko itu.


Tring..Tring..


Alarm toko berbunyi tanda orang masuk


"selamat datang di toko kami" sapa anna

__ADS_1


Anna tercengang saat menatap nathan


Astaga apa dia salah alamat, ya Tuhan kenapa ada orang setampan ini


"dimana pemilik tokonya?"


"maaf" anna hampir tidak mendengar karena terlalu fokus menatap wajah nathan


"ck dimana pemilik tokonya" kata nathan lagi dengan ketus


"owh ibu cler, dia lagi kepasar"


"apa tuan perlu sesuatu?" tanya anna lagi


Lalu tiba-tiba suara orang berlarian terdengar, ternyata itu adalah arkan dan zoya.


Fokus nathan teralihkan dengan dua bocah menggemaskan ini.


"hey princess apa kabar?" tanya nathan yang langsung berubah lembut


Anna yang mendengar mengernyitkan dahinya, ada apa dengan mereka pikirnya.


"aku baik paman, oh ya aku zoya dan ini kakak ku arkan kamu hanya selisih 2 menit" zoya langsung mengenalkan namanya.


"ck kau seharusnya memanggilku kakak" protes arkan.


"no no no kata mommy kita hanya selisih 2 menit jadi tidak apa kalau aku tidak memanggil mu kakak"


"tapi mommy selalu mengajrkan mu memanggil ku kakak" arkan yang tak mau kalah debat.


Perdebatan dua orang tersebut disaksikan oleh nathan langsung, hal itu membuat dadanya merasa senang dan juga sedih bersamaan.

__ADS_1


Melihat zoya yang memang keras kepala arkan mengalihkan pandangannya pada nathan.."paman mau apa kesini?" tanyanya pada nathan


Nathan langsung tersadar.."paman mau beli roti, apa kalian mau memeilihkannya?"


"tentu paman, roti disini enak-enak karena mommy yang membuatnya" zoya menarik tangan nathan lalu menggiringnya ke lemari kaca yang sudah tersusun dengan roti berbagai varian rasa.


Mendapati tangannya di genggam oleh zoya nathan hampir menitikkan air matanya, baru kali ini dia bisa bersentuhan dengan anaknya lalu nathan mengeratkan genggamannya pada zoya.


Sedangkan arkan menatap setiap interaksi zoya dan nathan, dia belum memberi tahu pada zoya bahwa paman itu adalah orang yang berada di foto didalam dompet mamanya.


Setelah selesai memilih beberapa roti nathan memesan coffe hangat untuk dia nikmati.


Mereka bertiga duduk di sebuah kursi yang memang tersedia disana apabila ada tamu yang ingin makan dan sekalian minum disana.


Zoya menatap arkan dan nathan bergantian seperti menyadari sesuatu.


"ada apa kau melihatku begitu?" tanya arkan


"arkan wajahmu ternyata sangat mirip dengan paman"


Uhuk..uhuk..nathan terbatuk mendengar perkataan polos gadis kecil ini.


"paman tidak apa?" tanya zoya


"gara-gara kau" sahut arkan


"maaf" zoya cemberut dengan pipinya yang gembul malam membuat dia semakin menggemaskan.


"hey tidak apa sayang jangan sedih ya" hibur nathan


Nathan kembali menatap si kembar, dia memang menyadari dari awal kalau arkan lebih mirip dengannya sedangkan zoya lebih mirip dengan cler dari mulai mata dan senyumnya

__ADS_1


__ADS_2