
"Mommy...."
"ya mommy disini"
"mom, aku boleh makan coklat?"
"Tidak, kau akan sakit gigi nanti"
"Ar kau sangat tidak asyik"
"Biar, apa kau mau besok sakit gigimu kambuh, lalu kau akan menangis tengah malam itu sangat menganggu orang"
Gadis kecil itu hanya bisa menekuk wajahnya karena kesal dengan sang kakak.
Cler menyemburkan tawanya melihat sikembar, ya hal seperti ini memang sering terjadi di antara mereka.
Ya, perempuan itu adalah cler saat di usir waktu itu ternyata dia sedang hamil kembar, kejadian itu sudah 5 tahun berlalu, dan kini anak-anaknya sudah berusia 4 tahun dia tidak menyangka bisa melewati semua sampai hari ini, bahkan dia di anugerahi anak-anak yang lucu seperti ini.
Bayi kembarnya itu dia beri nama Arkan sakya dan Zoya annaniya. Cler tidak menambahkan nama belakang ayah mereka karena takut nathan tidak akan menerima anaknya nanti, jadi dia memberi nama yang dia suka saja.
"Mom kenapa kau tertawa?"
"Karena kalian sangat lucu" sahut cler menghentikan tawanya.
"baiklah, kau boleh makan coklatnya zoy tapi jangan berlebihan" peringat cler
Mata gadis kecil itu tentu saja berbinar.."benarkah, terimakasih mommy"
"Sama-sama" sahut cler sambil mengecup kepala anak gadisnya
Mas andai kau tahu, kalau kau memiliki anak kembar, apa kau akan menerima mereka..
"mommy melamun" tanya zoya dengan mimik muka yang menggemaskan.
"ti tidak sayang, setelah makan coklat kalian harus sikat gigi ya"
__ADS_1
"ya mom" sahut keduanya.
πΊπΊπΊπΊ
Sedangkan di belahan bumi lain, seorang pria nampak sangat serius dengan pekerjaannya, sejak ditinggal oleh istrinya dia selalu menyibukkan diri dengan bekerja siapa lagi kalau bukan nathan.
Apalagi kepergian istrinya dulu gara-gara jebakan ibu dan mantan kekasihnya sendiri. Hal itu membuat rasa bersalah nathan semakin dalam saat mengingat dimana dia mengusir cler dulu.
Bahkan sudah 5 tahun berlalu dia masih tidak bisa melupakan cler, dan juga pencariannya tidak membuahkan hasil.
Flashback
Sebulan setelah dia mengusir cler, hari ini nathan berencana ke rumah orang tuanya, sudah lama dia tidak melihat keadaan orang tuanya.
Saat nathan telah sampai dan ingin menuju kamar orang tuanya dia tidak sengaja mendengar ibunya berbicara dengan seseorang di dalam kamar.
"Tante ini sudah 1 bulan nathan tidak juga mau menikahi ku"
"kamu tenang sayang, tante akan terus membujuk nathan agar cpeat menikahimu"
"ya, untuk apa tante bohong"
"aku hanya takut nathan benar-benar meninggalkanku tan"
"tidak akan, kita sudah berusaha keras bahkan sampai rela membayar orang untuk menyelinap ke kamar nathan dan menjebak istrinya apa kau ingat"
"tentu saja aku ingat tan, aku berharap perempuan itu tidak pernah kembali kesini"
Brukkkk
Nathan mendorong pintu kamar terssbut dengan keras sehingga membuat dua orang yang sedang asyik berbicara itu sangat terkejut.
"Na nathan"
"Ya, kenapa kaget?" tanya nathan pada ibunya
__ADS_1
"aku tidak menyangka ternyata ibu ku sendiri yang menghancurkan rumah tanggaku" kata nathan menatap nanar ibunya.
"na nathan kau salah paham sayang, mama hanya"
"HANYA APA?" bentak nathan
"nathan jangan berteriak pada ibu mu" sahut alisha
"Dan kau, dasar perempuan tidak tahu diri, meskipun aku bercerai dengan istriku aku tidak akan sudi menikahi perempuan sepertimu"
"NATHAN CUKUP" teriak nyonya mira
"ada apa ini?" tanya tuan regan yang baru saja datang dari kantor dia langsung naik keatas karena mendengar suara keributan.
"Nathan ada apa?" tanya ruan regan tapi tidak dijawab oleh nathan
"Aku tidak akan menginjakkan kakiku disini lagi, dan kau aku tidak akan menganggapmu ibu ku lagi mulai hari ini" bentak nathan lagi, dia segera meninggalkan kediaman orang tuanya tersebut.
"Nathan berhenti, dengarkan mama sayang" teriak nyonya mira sambil menangis, dia tidak pernah melihat putranya semarah ini.
"Ma ada apa sebenarnya, kalau mama tidak menceritakan sekarang juga papa akan tanya langsung pada nathan"
Mau tidak mau nyonya mira menceritakan semuanya pada suaminya, tidak kalah dari nathan bahkan tuan rega sampai menampar istrinya itu karena saking marahnya.
Plakkk..
"akhhhh" nyonya mira menatap suaminya dengan nanar dia tidak menyangka akan ditampar seperti ini oleh suaminya.
"kau benar-benar keterlaluan, dimana hatimu sebagai seorang ibu kau merusak rumah tangga anak mu sendiri papa sangat kecewa"
"Dan kau jangan pernah menginjakkan kaki mu lagi di rumah ini" kata ruan regan pada alisha yang sedari tadi juga terdiam mematung tidak berani bersuara.
Tuan regan memerintahkan beberapa orang anak buahnya untuk menyeret alisha keluar dari rumah ini, dan tidak membiarkan dia datang lagi kesini.
Sedangkan nyonya mira hanya bisa menangisi akan kesalahannya, suami dan anaknya bahkan tidak mau lagi menatapnya.
__ADS_1
Flashback off