
Tepat hari ini cler mengajak anak-anaknya bermain ke mall, karena sudah lumayan lama mereka tidak menginjakkan kaki ke mall, sering ingin pergi tapi tiba-tiba pesanan roti mereka banyak dan hal itu menjadi penyebab batalnya acara jalan-jalan mereka.
Karena anaknya belum bersekolah cler sebisa mungkin harus ada bersama anak-anaknya, kalau mereka sudah bersekolah waktu kebersamaan mereka pasti akan berkurang pikirnya.
"Saatnya berangkat" seru cler
"ayo ayo" zoya yang sangat antusias.
"arkan gandeng tangan adeknya" kata cler
Arkan segera menggandeng tangan zoya, mereka berjalan kaki menuju halte bus yang tidak jauh dari dari rumahnya.
Sesampainya di mall dua bocah itu tampak antusias dan tidak sabar ingin segera bermain ditempat biasa mereka yaitu di time zone.
"Mom ayo" kata zoya
"iya ayo" sahut cler
Mereka berjalan memasuki mall yang sangat luas itu, arkan dan zoya sudah sangat hafal dengan tempat ini karena mereka lumayan sering kesini saat cler tidak sibuk.
Sesampainya ditempat arkan dan zoya langsung berlarian menuju tempat mainan nya, sedangkan cler hanya duduk ikit mengawasi bersama orang tua lainnya kadang dia juga ikut bermain bersama anak-anak.
πΊπΊπΊπΊ
"pak siang ini kita akan bertemu dengan tuan Thomas di mall xx" kata dean
"baiklah setelah ini langsung berangkat" sahut nathan
Ya saat ini nathan dan juga dean sedang berada di salah satu perusahaan yang berada di luar negeri, dan siang ini mereka akan bertemu dengan salah satu rekan bisnisnya yaitu tuan Thomas wilson.
Waktu makan siang pun tiba, nathan dan juga dean baru sampai pada tempat tujuan ternyata tuan thomas sudah menunggu mereka di salah satu restoran yang ada di mall tersebut.
"Selamat siang ruan thomas, maaf membuat anda menunggu" sapa nathan
"Siang tuan natyan, tidak apa aku juga baru tiba" mereka saling berjabat tangan.
πΊπΊπΊπΊ
"Arkan zoya ayo kita makan siang dulu" teriak cler pada anak-anaknya.
"Baik mom" sahut keduanya.
Mereka keluar dari area permainan, mencari restoran untuk makan siang.
"mommy mau ke toilet dulu, kalian tunggu disini jangan kemana-mana okay"
"okay mom"
__ADS_1
Cler bergegas menuju toilet karena sudah tidak tahan, dia meninggalkan anaknya didepan ruang toilet karena cler percaya anak-anaknya tidak akan berani kemana-mana kalau sudah di beritahu.
Dua bocah itu sedang bersandar ditembok sambil menunggu mommy mereka, tiba-tiba zoya berlari menjauh dari area toilet karena tidak sabar ingin melihat beberapa mainan di sebrang sana tampak berjajar.
"zoya cepat kembali jangan membuat mommy panik" tegur arkan.
"arkan aku hanya ingin lihat-lihat saja, mommy pasti menemukan kita disini" sahutnya.
Arkan berdecak karena tidak suka dengan tingkah zoya.."ck ayo kembali"
"ih arkan sebentar saja" zoya mengerucutkan bibirnya, gadis yang belum fasih menyebut R itu menghentak hentakkan kakinya karena kesal.
Akhirnya arkan mengalah dan menemani sang adik untuk melihat beberapa mainan di depan kaca toko tersebut.
Saat tengah asyik menatap mainan tidak sengaja seseorang menabrak tubuh zoya karena tidak melihatnya.
"awhhh" zoya meringis kerena tubuhnya terhuyung dan dia terjatuh.
"Astaga, hey maaf apa ada yang sakit" tanya orang itu sambil membantu zoya berdiri
"zoya kau tidak apa-apa?" tanya arkan yang juga ikut mendekati adiknya.
"arkan sakit" ringis zoya dengan mata berkaca-kaca.
"Apanya yang sakit sayang" tanya orang itu.
Arkan dan zoya sama-sama menatap orang tersebut dan mata mereka saling bertemu.
Ya Tuhan ada apa denganku, kenapa jantungku berdegup sangat kencang saat melihat dua anak ini.
Ya..orang itu adalah nathan sehabis pertemuan dengan tuan thomas dia bergegas ingin kembali ke kantor dengan berjalan tidak hati-hati sampai menabrak anak kecil yang sedang asyik memandang mainan didepan kaca.
"Di dimana orang tua kalian?" tanya nathan dengan gugup
Sedangkan dean yang juga melihat dua bocah itu tidak kalah terkejutnya karena melihat rupa dua bocah itu.
Apa hanya perasaan ku saja kalau mereka sangat mirip dengan bos..bathin dean.
πΊπΊπΊπΊ
Cler yang baru saja keluar dari toilet begitu panik saat tak mendapati anak-anaknya yang tadi menunggunya.
"ya Tuhan kemana mereka"
Cler dengan panik berkeliling kesana kemari, dia tidak juga menemukan anak-anaknya.
"arkan zoya hiks" cler mulai menangis karena takut tidak menemukan anaknya.
__ADS_1
Saat ingin turun menuju ruang pengumuman cler tidak sengaja melihat anaknya sedang berbicara dengan dua orang laki-laki uang membelakanginya.
Cler berbalik arah lalu berlari menuju tempat anak-anaknya berada.
"Arkan zoya kalian membuat mommy khawatir, lain kali jangan menghilang seperti ini lagi"
Nathan mendengar suara yang sangat di kenalnya.."apa aku tidak salah dengar, suaranya mirip sekali"
"maafkan kami mommy" keduanya menunduk
Nathan segera bangun dan membalikkan tubuhnya, betapa terkejutnya dia melihat wanita yang selama ini dia cari dan rindukan berada dihadapannya.
Bukan hanya nathan, cler juga terpaku dengan pertemuan mereka, bahkan jantungnya seperti habis maraton karena saking kencang degupannya.
Deg...deg...deg...
Secepatnya cler tersadar, dia memanggil anak-anaknya untuk segera pulang dan cler berharap nathan tidak mempersulitnya kali ini.
"anak-anak ayo kita pulang" panggil cler sambil menundukkan pandangannya.
Arkan dan zoya langsung menghampiri cler dan menggandeng tangan cler.
Saat cler ingin membawa mereka nathan tiba-tiba mencegatnya.
"Bisakah kita bicara sebentar" kata nathan
"Lepas" cler menepis tangan nathan
"ayo anak-anak" cler kembali menggandeng tangan mereka.
"Tunggu, kita harus bicara"
"tidak ada yang perlu kita bicarakan tuan" sahut cler dengan ketus
"tentu saja ada" sahut nathan sambil menatap arkan dan zoya bergantian dan cler tahu arti tatapan itu.
"apa mereka" belum selesai nathan berbicara tapi sudah di potong oleh cler.
"mereka tidak ada hubungannya dengan mu" sahut cler
Lalu cler segera membawa anak-anaknya menjauh dari nathan.
Nathan menatap nanar kepergian wanita yang sangat dirinduinya itu.
"ternyata kamu menyembunyikan diri disini" gumam nathan
"dean segera hubungi orang kepercayaan kita disini, dan suruh mereka cari tahu seorang yang bernama cleyren anastasya"
__ADS_1
"baik tuan" sahut dean.
Mereka pun meninggalkan mall tersebut, nathan juga tidak mau mengejar cler dengan tergesa, dia harus mencari cara agar cler mau bertemu dengannya lagi, setidaknya nathan sudah tahu kalau cler berada di negara ini dan itu sudah membuat hatinya senang.