
"mau apalagi kamu kesini" tanya cler dengan ketus.
Nathan yang sudah terbiasa mendengar perkataan ketus itu hanya bisa senyum.
"tentu saja ingin bertemu anak-anak" sahut nathan dengan santai.
Melihat masih ada anaknya cler menahan ucapannya.."zoe kamu kedalam dulu ya mommy mau berbicara dengan paman nath sebentar" perintah cler yang langsung diangguki oleh zoya
Setelah kepergian zoya cler menatap nathan yang juga sedang menatapnya.
"sudah ku bilang mereka tidak ada hubungannya denganmu" jawab cler yang sudah mulai tersulut emosi
Mendengar perkataan cler yang seolah tidak ingin mengakui ayah dari anaknya membuat nathan juga tersulut emosi.
"berhenti bicara omong kosong kalau begitu katakan padaku siapa ayah mereka?"
Cler hanya diam saja enggan menjawab pertanyaan nathan.
"kenapa kau diam, tentu saja ayah mereka adalah aku" kata nathan lagi.
Saat dua orang itu asyik berdebat tiba-tiba zoya dan arkan muncul.
"mommy kenapa paman nath tidak disuruh masuk" tanya zoya
"emhh paman nath sebentar lagi juga pulang sayang" sahut cler
Nathan memicingkan matanya pada cler, sejak kapan nathan berkata ingin pulang pikirnya.
"paman nanti saja pulangnya, ayo ikut sarapan bersama bolehkan mom? Tanya zoya
__ADS_1
melihat mata anaknya yang bolat dan bening itu membuat cler tidak tega menolaknya, padahal cler sangat tidak suka melihat nathan berada di tengah-tengah mereka.
"boleh" jawab cler akhirnya.
Mendengar itu membuat perasaan nathan membuncah, akhirnya dia bisa makan bersama kedua buah hatinya dan juga tentu merasa sangat senang karena juga bisa dekat dengan ibu dari anak-anaknya itu yang setiap hari berubah menjadi galak padanya.
Akhirnya nathan masuk dengan menggandeng tangan zoya yang di ikuti oleh cler dari belakang.
"arkan ada paman nath disini" teriak zoya memanggil kakaknya itu.
Arkan muncul dengan muka bantalnya karena baru saja bangun.
"paman" sapa arkan
"hey boy kau baru bangun?" tanya nathan mengusap kepala arkan.
"hem" arkan menganggukkan kepalanya.
"oke mom" sahut keduanya.
Nathan menatap anak-anaknya berlalri kedalam kamar mengambil handuk masing-masing.
"mau dibantu?" tanya nathan saat melihat arkan dan zoya menuju kamar mandi.
"no no..kami sudah biasa melakukannya sendiri" sahut arkan.
Lalu si kembar itu berlalu masuk kedalam kamar mandi, nathan tidak yakin bahwa mereka bisa mandi sendiri di umur yang segitu pikirnya.
Lalu dia beranjak kedapur untuk melihat apa yang sedang di lakukan oleh cler.
__ADS_1
Nathan berdiri diambang pintu memperhatikan Cler yang tampak sibuk memotong berbagai bahan makanan, wanita itu cekatan sekali, tidak ada yang berubah darinya, bentuk tubuhnya, wajahnya serta gerakan-gerakannya saat sibuk seperti ini.
Saat cler akan membawa makanan yang sudah jadi dia terkejut melihat nathan, sejak kapan pria itu berdiri disini pikirnya.
"Astaga" kaget cler
"apa anak-anak bisa mandi sendiri?" tanya nathan
"tentu saja" sahut cler ketus
"semenjak punya anak kau makin galak saja"
Cler melotot disebut galak oleh nathan.
Nathan terkekeh.."aku hanya bercanda"
Cler tidak menghiraukan nathan, dia sibuk menata makanan ke atas meja, lalu terdengar suara keributan dari ruang depan.
Nathan kembali menyusul arkan dan zoya dia panik melihat zoya yang tergelincir karena menginjak handuk dia sendiri.
"ada yang sakit?" nathan memeriksa setiap inci tubuh zoya, badannya yang berisi membuat zoya sedikit kesusahan untuk bangun kalau tidak dibantu.
Nathan segera menggendong zoya menuju kamarnya.
"Dia sudah biasa seperti itu" sahut arkan menenangkan nathan.
Terdengar helaan nafas nathan, jantungnya sudah berdegup kencang saat melihat zoya tergeletak dilantai tadi.
"Lain kali hati-hati" nathan mengecup pipi gembul zoya.
__ADS_1
Sedangkan zoya hanya cekikikan dari tadi melihat wajah paniknya nathan.
"iya paman" sahutnya.