
"bangun."
"Ck, hey cepat bangun."
Ya saat ini nathan membuka gudang tempatnya mengurung cler, karena sudah semalaman cler disana ia rasa sudah cukup memberikan pelajaran untuk gadis ini, nathan juga sudah menarik kembali kartu yang diberikannya terhadap cler agar gadis ini tidak semena-mena menggunakannya.
Nathan geram karena cler menyahut sama sekali.
Byuurrrr...nathan menyiramkan air agar cler secepatnya bangun.
"akkhhh." kaget cler saat membuka matanya
"bangun juga akhirnya." kata nathan
Cler menatap nathan dengan mata sayunya, tubuhnya lemas dari kemarin ditambah penyiksaan dari nathan semakin membuatnya lemas, dan hari ini dia kembali menerima siksaan itu.
Nathan terkesiap melihat raut muka cler yang sangat pucat.
"kau sakit?"
"hm sedikit, maaf aku kesiangan." kata cler yang hampir tidak terdengar karena suaranya yang hampir hilang.
Deg..
Nathan merasa ada pukulan keras tepat di dadanya saat bertatap mata dengan cler. Apa dia sudah keterlaluan pikirnya.
Cler menegakkan badannya menuju luar, dan meninggalkan nathan yang tampak melamun habus berbicara dengannya.
Cler menuju daput mengambil air minum karena tenggorokannya sangat sakit.
"astaga nona, anda baik-baik saja?" tanya mirna
"hem.. apa kau punya obat pereda nyeri, kepala ku rasanya pusing." kata cler
"nona sebaiknya kita kedokter, biar saya temani."
"tidak apa, nanti kau kena marah aku hanya perlu obat nanti juga sembuh."
"baiklah, nona tunggu sebentar saya ambilkan obatnya." kata mirna segera berlari menuju kamarnya.
Saat cler tengah menunggu mirna didapur, ternyata nathan menyusulnya kesana.
"sebaiknya kau tidak perlu sekolah hari ini." kata nathan yang mengagetkan cler.
"iya mas." sahut cler dengan suara parau
Hening, tidak ada pembicaraan lagi diantara mereka, nathan memperhatikan cler dari atas sampai bawah bajunya basah karena dia siram tadi, fokusnya teralihkan kekaki cler seperti ada bekas darah.
"kakimu kenapa.?"
Cler melihat kakikanya yang sedikit tergores suatu benda saat berada digudang, tapi dia juga tidak tau benda apa itu karena digudang gelap gulita.
__ADS_1
"entah, mungkin hanya tergores." kata cler tanpa menatap nathan
Tidak lama kemudian mirna datang membawa obatnya.
"nona ini obatnya."
Cler langsung menerima dan meminumnya.."terimakasih mirna." kata cler
"sama-sama nona." sahut mirna dengan sendu, dia tidak tega melihat keadaan gadis yang masih muda itu diperlakukan sangat kejam oleh suaminya sendiri.
Cler meninggalkan nathan menuju keatas kamar mereka, untuk membersihkan dirinya, sebenarnya dia sangat ingin istirahat tapi takut akan kemarahan nathan lagi, karena laki-laki itu masih ada dirumah.
Setelah mandi dan menggunakan pakaiannya cler keluar dari kamar mandi, ternyata sudah ada nathan didalam kamar itu sedang duduk ditepi ranjang.
"apa dia tidak bekerja hari ini, jam segini belum berangkat, AKU INGIN ISTIRAHAT." teriak cler dalam hati
"Ada yang ingin kubicarakan." kata nathan
Cler mengangguk dan mendatangi nathan.
"duduklah." kata nathan menepuk disisinya.
"ini apa." tanya cler
"surat perjanjian, kau baca saja."
Cler membaca dengan teliti, dia sudah tahu inti dari surat itu bahwa nathan akan menceraikannya setelah cler lulus sekolah.
"apa kau ingin kita bercerai." tanya cler
Cler menghela nafas beratnya, sebenarnya sakit sekali hatinya mendapat perlakuan sang suami seperti ini, cler hanya berniat menikah sekali seumur hidup walaupun nathan tidak mencintainya setidaknya bisa menerima pernikahan ini seperti dirinya yang juga menerima jalan takdirnya menikah dengan nathan.
"hem baiklah, dimana aku harus tanda tangan." tanya cler lagi sambil menguatkan hatinya.
"disini!" tunjuk nathan.
Cler menadatangani surat perjanjian itu, dimana isinya semua hanya menguntungkan nathan, tapi cler juga tidak mengharapkan apapun kalau mereka berpisah nanti.
"emm..mengenai uang mas kemarin aku minta maaf karena tidak izin dulu menggunakan sebanyak itu, aku akan menggantinya nanti, tapi bolehkan dengan cara mencicil." Kata cler ingin menjelaskan kesalah pahaman kemarin.
"tanteku perlu uang untuk biaya kuliah anaknya, jadi aku meminjam uang mas dulu, kalau tidak sepupuku bisa dikeluarkan dari kampus."
"tapi mas tenang saja, nanti aku akan cari kerja buat mencicilnya." kata cler lagi
"ya, terserahmu." kata nathan yang langsung keluar dari kamar.
"hah kenapa hatiku sesak sekali mendengar kata-katanya seperti itu, astaga ada apa denganku, harusnya aku senang melihatnya semakin menderita seperti itu, tapi kenapa hatiku jadi sakit sekali." kata nathan dalam hati.
Tidak ingin berlama-lama dengan pikirannya nathan langsung melajukan mobilnya menuju kantor, karena kata asistennya tadi alisha sedang disana dan lagi menunggunya.
Ya alisha adalah kekasih nathan yang dipacarinya hampir 2thn, wanita yang berusia 26thn itu berprofesi sebagai model, usainya hanya terpaut 1thn dengan nathan.
__ADS_1
*****
"Sayangg.." teriak alisha yang memeluk nathan setelah nathan membuka pintu ruangan nya.
Nathan menyambut dengan senang hati pelukan itu.
"apa kau lama menunggu." tanya nathan dengan lembut
"Yah setengah jam." jawab alisha sambil memanyunkan bibirnya.
Nathan terkekeh melihat ekspresi alisha.."bagaimana kabarmu setelah dari paris." tanya nathan
"sangat baik, aku terpilih menjadi kandidat model international untuk peragaan busana disana nanti." kata alisha dengan semangat.
"wow kau hebat al." sahut nathan
"tentu sayang, aku akan mencapai puncak sedikit lagi."
Nathan hanya mengaggukkan kepala, sebenarnya dia tidak terlalu suka alisha menjadi model apalagi untuk majalah dewasa, nathan sangat tidak suka karena semua orang bisa melihat tubuh wanitanya dengan bebas, tapi alisha adalah perempuan yang berambisi besar jadi dia tidak bisa melarangnya.
"kalau kamu bagaimana?" tanya alisha
"yah kau liat sendiri masih sibuk dengan perusahaan." jawab nathan
"nathan.." panggil akusha sambil menatapnya.
"ya." sahut nathan bingung saat melihat akisha menatapnya dengan intens
"siapa cleyren." tanya alisha tiba-tiba
Deg..deg..deg
Jantung nathan seperti marathon saja saat mendengar pertanyaan alisha barusan.
"ma maksud mu." kata nathan
"tidak usah bohong nat, aku tahu semuanya."
"mama kamu sudah menceritakan semuanya.." kata alisha lagi
Memang sehabis pendaratan dari paris alisha langsung mampir kerumah orang tua nathan, dia kira nathan masih tinggal disana ternyata sudah tidak ada. Dan alisha bertemu dengan ibu nathan yang menceritakan semuanya.
"di dia istriku." jawab nathan akhirnya
Alisha semakin mengeratkan pelukannya terhadap nathan.
"tapi kata tante mira kamu terpaksa menikahinya."
"ya memang benar."
"berarti kau akan menceraikannya."
__ADS_1
Nathan mengangguk, sebenarnya dari dalam hati kecilnya dia seperti tidak rela mengucapkan itu.
"baguslah." kata alisha menghembuskan nafas leganya.