
Kini nathan telah sampai di halaman rumahnya, dia segera menggandeng tangan arkan untuk turun.
"kau pulanglah, katakan pada dean besok aku akan ke perusahaan"
"baik pak, saya permisi" sahut leon meninggalakn ayah dan anak itu.
"ayo kita masuk" kata nath
"ini rumah daddy besar sekali"
"ini juga rumah kamu boy" sahut nathan.
Terlihat sudah ada beberapa pelayan menyambut kedatangannya.
Saat memasuki rumah betapa kagetnya mereka melihat tuan mereka membawa seorang anak kecil yang sangat mirip dengannya.
"hallo bibi" sapa arkan pada mereka semua
"selamat datang tuan" ucap mereka semua
Nathan hanya mengangguk tanpa menjawab sapaan mereka.
"ayo kita ke kamar, setelah itu baru makan malam" ajak nath yang kini sudah menggendong arkan membawanya ke atas.
Para pelayan yang sedari tadi menahan untuk tidak bergosip nyatanya setelah kepergian tuannya itu mereka berkumpul didapur sambil menyiapkan makan malam.
"mir menurutmu apa anak itu anaknya tuan?"
"entahlah aku juga tidak tahu" sahut mirna yang teringat dengan cler
__ADS_1
"tapi dia sangat mirip dengan tuan" sahut yang lainnya.
"benar, lihat saja mereka bagai pinang dibelah dua" sahut yang lain lagi
"hah aku jadi ingat dengan nona muda kita, andai tuan tidak mengusir nona pasti mereka sudah punya anak sekarang, tapi tuan malah punya anak dengan perempuan lain"
"hussstt kalian ini bicara sangat keras" tegur mirna
"kita juga belum tau pasti itu anak tuan atau bukan" sahut mirna lagi
Saat mereka tengah asyik berbincang salah satu pelayan memberitahu mereka kalau tuannya akan menuju ke ruang makan.
Mirna beserta yang lain langsung menyelesaikan pekerjaan mereka dan siap menunggu tuan nya itu.
"Malam tuan dan tuan muda" sapa mirna
"aku bukan tuan muda" protes arkan
"panggil namanya saja" sahut arkan
"hmm namaku arkan" arkan memperkenalkan diri pada mereka semua.
Nathan sudah tahu sifat seperti ini pasti diturunkan oleh cler, tentu saja memang siapa lagi yang punya sifat rendah hati begini kalau bukan cler pikir nathan.
"baiklah" sahut mirna akhirnya.
Nathan mengambilkan makan untuk arkan, sedangkan arkan yang tampak antusias sebelumnya tiba-tiba wajahnya berubah murung.
"kenapa?" tanya nathan
__ADS_1
"aku merindukan mommy dan zoya" sahut arkan dengan wajah murungnya.
Nethan menghela nafasnya.."setelah ini kita telpon mommy oke" kata nathan sambil mengusap kepala arkan
"benarkah"
"tentu"
"terima kasih daddy" arkan kembali ceria
Beberapa pelayan yang berdiri disitu termasuk mirna sangat terkejut mendengar arkan memanggil tuan mereka dengan sebutan daddy, kapan tuan nathan punya anak pikir mereka.
Selesai makan nathan kembali mengajak arkan ke kamar, dia sudah berjanji akan menelpon cler.
Setelah kepergian nathan para pelayan kembali heboh.
"dia memang anak tuan ternyata"
"tapi sejak kapan ya tuan memiliki anak dan dengan siapa"
"ya Tuhan siapa ya ibu dari bocah itu aku sangat penasaran"
"mirna menurutmu siapa ibunya"
Mirna menghela nafasnya.."aku juga tidak tahu, bukankah selama ini tuan tidak oernah dekat dengan perempuan lain, bahkan tuan tidak segan-segan mengusir setiap wanita yang ke rumah ini" sahut mirna
"kau benar, bahkan aku pernah melihat tuan menyeret salah satu wanita dan melemparnya keluar rumah waktu itu"
"lalu anak siapa itu sebenarnya"
__ADS_1
Begitulah desas desus beberapa pelayan yang sangat penasaran dengan kehadiran arkan di rumah itu.