
Nathan menatap dirinya di cermin, hari ini dia akan kembali bekerja karena sudah lumayan lama dia meninggalkan pekerjaannya yang berada di indonesia, nathan juga mengajak arkan ke kantornya.
Dua orang ayah dan anak itu sama-sama menggunakan kemeja berwarna putih yang di padukan dengan jas hitam, semua orang yang melihatnya sudah pasti bisa menebak kalau mereka ayah dan anak.
"you ready boy" tanya nathan setelah selesai memakaikan jas pada arkan.
"yes" jawabnya bersemangat
"Let's go" sahut nathan lagi.
Kini keduanya sudah berada di dalam mobik dan bersiap untuk berangkat.
Selama di perjalanan arkan sama sekali tidak rewel, bahkan anak itu sangat tenang saat di bawa jauh dari ibu nya.
"Dad mommy bilang akan menyusul kemari, kapan mommy akan datang?"
"Apa kau mau mommy cepat kemari, kita bisa menjemputnya" sahut arkan
"No dad"
"why?" sahut nathan lagi
"Mommy bilang dia akan datang setelah menyelesaikan beberapa pekerjaannya, jadi kita tidak perlu mendesaknya"
__ADS_1
Nathan hanya terkekeh mendengar perkataan anaknya, padahal dia sangat tahu alasan cler tidak ingin cepat kesini karena wanita itu masih merasa trauma dengan semua kenangan yang ada disini. Dan nathan sangat tahu akan hal itu, karena dirinya juga berperan menciptakan trauma itu, hal itu juga yang membuat nathan sangat menyesal dan akan menebus semua kesalahannya pada cler.
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 30 menit, kini mereka telah sampai di loby perusahaan yang sangat besar itu.
"come on boy kita sudah sampai" nathan membukakan pintu untuk arkan
Arkan mengangkat tangannya minta di gendong, tentu saja nathan sangat bersedia dan menggendongnya menuju kantor.
Banyak pasang mata menatap pada ayah dan anak itu dengan berbagai pikiran.
Arkan mengedarkan pandangannya kepada semua orang yang menatapnya.
"Astaga" seru salah satu karyawan disana karena baru saja bertatap muka dengan arkan.
"it's oke boy" nathan mengusap punggung anaknya karena tahu arkan merasa tidak nyaman lalu segera menekan tombol lift menuju ruang kerjanya.
Setelah nathan tidak terlihat lagi mulailah gosip-gosip bertebaran di penjuru divisi.
"Hey apa itu anaknya pak nathan"
"Aku tadi sempat melihat wajahnya dan memang sangat mirip dengan bos"
"benar, aku tadi juga melihatnya"
__ADS_1
"tapi sejak kapan bos punya anak, bukankah bos belum menikah"
"benar juga, yang ku ingat dulu terkahir bos menggandeng seorang pelajar keluar dari kantor, dan setelah itu mereka tidak terlihat bersama lagi"
"apa jangan-jangan bos sudah menikah tapi di rahasiakan"
"husshh kau ini jangan terlalu keras nanti ada yang dengar"
"Apa kalian masih ingin bergosip, kalau iya angkat kaki dari kantor ini sekarang juga" sahut seseorang yang berada dibelakang para wanita itu.
Deg...
Mereka semua menoleh dengan gugup.
"pa pak dean"
"Kembali ke tempat masing-masing" dean berkata dengan tegas
"ba baik, maafkan kami pak"
Lalu semua orang itupun bubar dan mulai sibuk dengan pekerjaan mereka.
Sedangkan di belahan dunia lainnya, cler tengah melamun dia bimbang dengan keputusannya.
__ADS_1
Yah, setelah bervideo call dengan arkan kemarin, dan arkan menceritakan suasana disana cler jadi terusik, dia ingin sekali kembali melihat kota asalnya dan menemui keluarganya, tapi juga masih merasa trauma dengan kenangannya.