
Waktu menunjukkan pukul 5 sore dan cler masih terlelap dari tidurnya.
Nathan menepuk pipi cler dengan lembut berniat membangunkan gadis itu.
Emmmhhh..cler melenguh dan mulai membuka matanya.
Cler tersentak karena mendapati wajah nathan sangat dekat dengannya..."mas" kata cler dengan suara serak.
"ayo bangun lalu pulang" kata nathan
Cler meraih handphone nya melihat jam.."astaga" cler langsung mengenakan bajunya dengan tergesa karena melihat waktu sudah pukul 5 sore.
Sesaat dia meringis merasa sakit diarea intinya. Hal itu tidak luput dari perhatian nathan.
"maaf mas, aku ketiduran" kata cler
"hem tidak apa, ayo pulang" nathan mengulurkan tangannya dan menggandeng cler keluar.
Saat mereka turun dan keluar dari lift terlihat semua karyawan juga bersiap akan pulang, dan hal itu tentu saja menjadi perhatian bagi mereka, bagaimana bos mereka menggandeng seorang pelajar dengan mesranya melewati mereka.
Cler hanya bisa menundukkan kepalanya, sedangkan nathan cuek-cuek saja dengan keadaan sekitarnya.
"siapanya pak nathan ya"
"iya, jadi penasaran ya kan"
"kalian liat gak tadi penampilan tu ceweknya, berantakan dan juga gue gak sengaja liat banyak tanda di lehernya"
"maksud lo mereka habis ehem-ehem gitu?"
"ya bisa ajakan, jaman sekarang anak sekolah udah biasa main sama om-om"
"benar juga sih, tapi bukannya pak nathan udah punya pacarkan"
itulah beberapa percakapan para karyawan yang ada dikantor itu saat melihat cler dan nathan berjalan bergandengan.
Diperjalanan hanya ada keheningan diantara mereka, bukannya tadi nathan mulai bersikap manis padanya tapi kenapa sekarang dingin lagi cler merasa heran.
Sesampainya dihalaman rumah mereka sudah disambut oleh mirna dan pak roni.
"Tuan didalam ada nyonya besar" lapor pak roni
"ck mama, mau apa lagi dia"
Nathan menggandeng tangan cler membawanya masuk di iringi oleh mirna.
Nathan masuk, disana sudah terlihat nyonya mira sedang duduk.
"mama mau ngapain lagi" kata nathan
"eh nathan kamu sudah.." ucapan mama terhenti saat melihat nathan menggenggam tangan cler
__ADS_1
Nathan menyadari perubahan ibunya, lalu dia menyuruh cler naik duluan.
"Kau duluan saja kekamar" kata nathan sambil mengelus rambut cler
"i iya mas, permisi ma" kata cler berlalu menaiki tangga.
"Apa maksudnya ini nathan?" tanya mama
"menurut mama"
"mama tanya sama kamu nathan, jangan berkelit"
"yah seperti yang mama lihat, aku akan memuali rumah tanggaku dengan dia" jawab nathan santai
"mama tidak sudi menerima dia sebagai menantu dikeluarga kita, kamu harus ingat tujuan awal kamu"
"bukankah kamu bilang akan menceraikan dia sebentar lagi" kata mama lagi
"mama terima atau tidak, dia sudah menjadi bagian keluarga kita suka atau tidak"
"NATHAN" teriak mama
"akkkhhhhh" nyonya mira memegangi dadanya
"mama" nathan menahan nonya mira yang tampak limbung.
Tidak lama nyonya mira tidak sadarkan diri, nathan bergegas mengangkat dan membawanya menuju rumah sakit.
Tanpa nathan tahu cler sedari tadi menguping pembicaraan mereka, ternyata sebegitu bencinya mertuanya terhadap dirinya.
πΊπΊπΊ
"Bagaimana keadaan mama saya dok?" tanya nathan panik
"Jantung ibu anda kembali kumat, saya harap keluarga jangan memberikan tekanan apapun, kalau akan fatal akibatnya" jelas dokter
Nathan mengusap wajahnya kasar, dan tidak lama datang papa nya beserta keluarga yang lain.
"nathan bagaimana keadaan mama?" tanya papa
"mama didalam pa" sahut nathan
"dokter apa kami boleh masuk?" tanya papa lagi
"ya, tapi bergiliran karena pasien perlu istirahat"
Lalu nathan dan papanya masuk terlebih dulu, disana sudah ada mamanya terbaring lemah.
"ma bagaimana keadaan mama" kata papa
"semua ini gara-gara anak papa"
__ADS_1
"maksud mama?"
"ya dia lebih membela perempuan kamoungan itu dibanding mamanya sendiri"
"mah jangan marah-marah nanti penyakit mama kambuh lagi" tegur papa
"biar pa, biar mama mati sekalian" sahutnya
"Mah" tegur nathan.
Melihat ibu dan anak yang sama-sama emosi Pak Regan membawa nathan keluar.
Nathan diam saja diseret bak anak kecil oleh papanya, sampai pada taman rumah sakit itu.
"nathan jelaskan apa yang terjadi sebenarnya?"
Nathan pun menceritakan semuanya terhadap papanya, termasuk bahwa dia ingin memulai rumah tangganya dengan cler.
Papa menepuk pundak nathan.."menghadapi mama kamu memang tidak mudah" kata papa
"tapi papa yakin suatu saat mama pasti menerima cler" kata papa lagi
Nathan hanya mengangguk, setelahnya mereka berbincang-bincang layaknya papa dan anak.
Kembali nathan keruangan mamanya untuk berpamitan.
"pulanglah, kalau perlu tak usah lagi kau menemui ku"
Mendengar mamanya menyebut dirinya dengan kau nathan tahu kemarahan mamanya sudah dilevel tertinggi.
"Mah, maaf" nathan menyentuh tangan mamanya
Tapi ditepis oleh mamanya.."selama kamu tidak menceraikan dia, mama tidak akan memaafkanmu"
"Mah" tegur papa.
"Baik, aku akan mengabulkan permintaan mama, tapi ku harap mama lebih bersabar"
"Nathan" tegur papa terkejut karena nathan menuruti perintah ibunya.
Melihat nathan mau menuruti keinginannya mama tampak tersenyum smirk.
"baiklah, mama tunggu janji kamu"
Setelahnya nathan berpamitan pulang.
"Mama keterlaluan, papa tidak menyangka mama setega ini pada nathan"
Nyonya mira enggan menanggapi suaminya, dia sudah terlalu senang akhirnya rencananya berjalan lancar, tinggal rencana yang lainnya.
"jangan sampai kamu menyesal nantinya" kata papa lagi
__ADS_1
"papa berisik, mama mau istirahat"
Papa hanya menggeleng melihat kelakuan istrinya, mau dikerasi dia tidak tega.