Namaku Gendis Wilhelmina

Namaku Gendis Wilhelmina
Episode 22


__ADS_3

" Sayang, maafkan mama, mama nggak tahu kelakuan Sean kayak gitu, maafkan Sean juga, dia udah janji sama mama berusaha untuk mutusin pacarnya, siapapun itu, maafkan mama ya, mama nggak tahu Sean punya pacar".


Kata mama sambil.menyimpan suara sedihnya.


" Mama sudah tahu ?"


" Sebelum berangkat tadi Sean cerita, sekarang kamu nggak usah mikirin macam-macam, wanita sebaik, sehebat dan secantik kamu, Sean nggak bakalan ninggalin kamu".


" Tapi Ma, Sean memang mencintai Alexa, aku datang saat mereka berpacaran ,aku jadi merasa sebagai orang ketiga diantara mereka berdua".


" Nggak adalah itu, pelakor yang ganggu rumah tangga orang, kamu kan nggak ganggu siapapun ?!"


" Tetap saja Ma, aku merasa bersalah".


" Kamu sama aja dengan Sean, kalau kalian tidak saling suka, kenapa dari awal kamu dan Sean nggak nolak perjodohan ini, kamu kan tahu dari awal Sean sudah punya pacar".


" Aku nggak mungkin nolak Ma, papa dan mama sudah aku anggap orabg tua sendiri, aku ingin mengabdi pada keluarga mama dan papa".


" Kenapa ? karena balas budi ?"


Gendis menarik nafas dalam, dia tak bisa menjawab pertanyaan mama mertuannya.


" Jadinya kan ke gini, mama merasa bersalah sama kamu, harusnya dulu kamu bilang bahwa Sean punya pacar, jadi kita cari jalan keluar yang lain. Tapi intinya mama sama papa memang nggak mau mantu yang lain juga, maunya sama Gendis".


Gendis memandang mama mertuannya sambil tersenyum. Walaupun terlihat mama menyimpan kecewa, tapi soal sayang baik mama maupun papa mertuannya, memang betul-betul tulus.


Gendis memeluk mama mertuanya.


" Makasih Ma, sudah menyayangi Gendis".


Mama mengusap buliran bening yang keluar dari matanya. Beliau ikut sedih dengan apa yang dirasakan oleh Gendis. pasti selama ini Gendis menyimpan kecewa yang sangat dalam. Dan hanya ia simpan dalam diam.


" Kamu istri sah Sean, kamu harus bisa meraih hatinya, biarlah kamu terlihat sedikit murahan, supaya Sean tidak tertarik dengan wanita siapapun itu, pakaialah baju-baju tidur sexy, nggak pa pa lah, toh yang lihat cuma suami kamu, kasih dia anak, percayalah dia nggak akan berpaling dari kamu". Sambil bicara seperti itu, mama terus menyuapi mantu kesayangannya.


" Ya Ma".


" Jangan cuma ya Ma aja, kamu harus usaha, mama yakin cepat atau lambat Sean akan jatuh cinta sama kamu, mama nggak mau terjadi sesuatu dalam perkawinan kalian, kalian harus kuat sampai maut memisahkan, saling menyayangi saling mencintai satu sama lain".


Gendis mengusap air yang keluar dari sudut matanya.


Perempuan sebaik ini, nggak mungkin aku nggak akan mengabdi, aku sangat beruntung memiliki mama mertua yang sangat baik. Tidak semua wanita seberuntung aku. batin Gendis

__ADS_1


🍑🍑🍑🍑🍑🍑🍑🍑


Dua hari mama merawat Gendis akhirnya ia pulih kembali.


" Hari ini kita jalan ke mall yuk, mama pingin jalan bareng sama kamu Ndis".


" Baik Ma ".


" Sean nanti jam sebelas mama sama Gendis mau jalan ke mall tapi mama mau langsung pulang, kamu mau anter apa Pak Narji aja ?"


" Aku anter sampai mall aja ya ma, emak-emak kalau shoping suka rempong, pulangnya Gendis bawa ke rumah aja dulu, nanti aku pulang kerja aku mampir rumah".


" Jangan lupa, mama sama papa segera kasih cucu".


Gendis diam saja sambil.menyuapkan nasi ke mulutnya dengan pelan. Sementara Sean makan sambil mencuri pandang ke arah Gendis.


" Insha Allah Ma, doakan saja, kita segera punya momongan".


" Aamiin, kami berharap betul itu".


Jam sepuluh mereka berangkat ke mall, jalan sudah lancar tidak seperti jam tujuh pagi tadi.


Mama menggamit lengan Gendis, mereka jalan sambil tak henti ngobrol dan bergurau. Mama langsung membawa Gendis outlet yang menjual bagian dalam wanita.


Mama sama sekali tidak menyuruh Gendis untuk memilih, tapi beliau sendirilah yang mengambil beberapa lingerie untuk Gendis, dan beberapa stel CD dan bra. Beliau cukup menanyakan ukuran setelahnya mama yang memilih.


Sebab beliau berfikir jika Gendis yang disuruh memilih sendiri, pasti memilihnya baju tidur yang sopan.


Kapan Sean akan tergoda ?? Mama tersenyum puas melihat lingerie dengan warna-warna lembut dan model sexy sudah beliau pilih.


Setelah beliau selesai membayar empat paper bag itu beliau serahkan ke Gendis.


" Ini, pakai mulai nanti malam, setiap hari musti ganti warna, mama beli banyak supaya kamu gampang milihnya".


" Ini semua buat Gendis Ma ?"


" Iyalah, adik.kamu dah punya semua, kamu yang harus pinter menarik mata suami kamu supaya nggak jatuh ke pelukan pelakor, pertahankan jangan dilepaskan, kamu yang berhak atad suami kamu, bukan wanita lain. Ngerti ?!!"


" Nggih Ma"


Gendis membuntuti mama mertuanya dan bucara dengan ragu-ragu.

__ADS_1


" Ma, ini lingerie-nya terlalu sexy buat Gendis. Gendis malu pakainya Ma".


Mama berhenti, dan membawa Gendis duduk di pinggir pagar kaca, disitu disediakan beberapa kursi untuk istirahat pengunjung mall.


" Mama tahu kamu nggak biasa Ndis, tapi biasakanlah, setiap lelaki memiliki watak yang berbeda. Yang menyatukan mereka hanya satu. melihat istri mereka cantik dan sexy, itu bikin mereka tak bisa menahan diri. percayalah !"


" Tapi Ma..."


" Sudahlah, tolong turuti apa kata mama, sexy-mu untuk suamimu, bukan untuk pria lain paham ?"


" Nggih Ma".


" Jangan cuma nggih, nanti malam mama mau absen ke Sean, jika kamu nggak pakai lingerie yang mama belikan, mama akan sangat marah".


Apa memang harus seperti ini ? sebetulnya tanpa pakaian terbuka ini Sean sudah pasti mau menyentuhnya selama ia memberikan kesempatan. Batin Gendis.


Seolah tahu jalan fikiran Gendis mama melanjutkan bicaranya.


" Kamu bisa saja tak perlu pakai lingerie, tapi kamu harus pandai merayu suamimu, beda dengan kamu pakai lingerie, kamu nggak usah bicara apa-apa, suamimu sudah tahu maksud dibalik bajumu".


Mendengar perkataan mama mertuannya justru pipi Gendis jadi memerah karena malu.


Membayangkan saja membuatnya tersipu. Apalagi jika dia menggunakan lingerie itu, aduuuuh malunya Gendis.


Mama memperhatikan ekspresi wajah Gendis, beliau hanya tersenyum tipis.


Biarin aja Gendis malu, ini anak memang harus diajari. Sepolos ini akan disikat habis oleh gadis-gadis kota yang kekinian. Batin mama.


" Yuk sekarang kita penuhi kulkas dan lemari kamu dengan keperluan sehari-hari, kata Sean masakan kamu enak, kemarin dia cerita".


Seperti tadi Gendis hanya mengikuti mama mertuanya ambil ini itu, Gendis hanya mengikuti sambil mendorong troli.


Setelah dirasa cukup mereja mampir ke cafe yang ada di mall, sekalian makan siang disana.


Seperti apa yang disampaikan Sean Gendis dibawa pulang ke rumah mamanya, nanti malam baru pulang ke rumah di jemput oleh Sean.


🍒🍒🍒🍒🍒🍒


Yuk kak, jangan lupa tinggalin jejak like, koment, n vote untuk mendukung novel ini.


Saranghaeyo 😘😘🤩

__ADS_1


__ADS_2