Nella in Action

Nella in Action
Olahraga Pagi


__ADS_3

Segar di pagi hari, Nella keluar dari kamarnya di dapati sosok Edy tengah bersiap untuk olahraga. Tatapan mereka berdua kembali di pertemukan tidak pernah akan terpisahkan.



Ternyata baju yang di pakai Nella dan Edy itu sama. Nella senyum cengiran seperti ada sesuatu yang di nantinya. Edy jadi ieffiel sama sikap cewek barbar ini.



"Eh, ternyata selain kesetrum aliran petir dan listrik, baju kita sama lagi. Sudah mau tunggu apa lagi, jodoh itu enggak pernah bodoh. Nanti malam jadi, ya! Lala sudah siap bersemangat, mainnya halus dan lembut, oke?" cecar Nella merangkul lengan Edy.



Edy mengernyit kening, benar ini orak cewek  barbar perlu di cuci pakai kaporit biar bersih. Kalau saja semalam tidak mengiyakan permintaannya. Mungkin dia bakalan bebas untuk tidur nyenyak. Gara cewek ini, hidup Edy tidak akan bisa tenang.



Saat di meja makan bergabung untuk sarapan, Alex dan Luna memperhatikan dua sejoli ini kenapa bisa samaan memakai baju olahraganya.



"Kalian mau olahraga, ya?" tanya Alex



"Iya, kak! Serasi, kan. Apa Lala bilang, jodohku itu Om Edy, jadi sudah fix, Om harus kawin sama Lala!" ceplos Nella tidak berpikir kedua kali.



Luna tidak bisa berkata apa-apa lagi, terserah mau adiknya apa, lakukan kalau memang Edy bisa bahagiakan Nella.



Edy bisanya diam seribu bahasa saat berlari santai disekitar komplek rumah. Nella ikut berlari berdampingan, mulutnya tidak pernah diam masih berkicau.


__ADS_1


"Sudah enggak sabaran, loh, rasanya hamil itu bagaimana. Om, tahu enggak pengorbanan seorang ibu saat lahiri anaknya di dunia, bahagia loh. Makanya Lala pengin cepat hamil merasakan perut besar." celoteh Nella sambil berlari mundur. Edy sih tidak menanggapi tetap berlari santai.



Ketika kereta bermotor melaju arah berlawanan, Edy langsung menarik lengan Nella untuk menghindar sangat berbahaya kalau sampai tertabrak. Nella terdiam, melirik wajah Edy yang berkeringatan, terpesona si Nella.



"Kamu enggak apa-apa, kan? Untung enggak serempet." cemas Edy, Nella masih diam tak berkedip.



Dia mengkhawatirkan gue, haduuh so sweet banget. Apa enggak cinta banget gue sama dia. Sudah ganteng, baik, cuek, terus perhatian. Impian dan harapan terwujud juga. ~ mengkhayal Nella membuat Edy mengerut alis.



"So sweet, banget, sih! Belum juga kawin. Sudah perhatian sama Lala. Makin cinta deh, Lala sama Om!" cicitnya buat Edy memilih lanjut larinya.




•••••



Akhirnya olahraga lari santai selesai, Nella kelelahan dan meminum air mineral di tangannya. Duduk bersamaan dengan Edy adalah kesukaan Nella. Duduk berdua benar bukan mimpi semata mimpi. Kenyataan malahan.



"Hai, beb!" sapa seorang wanita mendekati Edy. Dia pun mendongak ternyata Jessica memakai baju olahraga di perlihatkan perut ratanya.



Nella juga ikut melihat, wanita yang sok cantik itu adalah saingannya. Edy malah senang dan senyum pada Jessica tidak pernah berubah tetap cantik.

__ADS_1



"Olahraga juga?" tanya Edy basa-basi. "Iya, baru saja," jawab Jessica duduk di sebelahnya.



Nella menggembungkan kedua pipinya benar sebal. Terus dia pun enggak mau kalah.



"Eh, ada tante disini. Buntuti kami, ya!" sindir Nella



Edy diam lihat sikap cewek barbar mulai lagi. Jessica pikir Edy sendirian ternyata ada cewek aneh disini.



"Enggak siapa bilang buntuti, aku dan Edy memang sering olahraga di sini. Iya, kan, Beb." Di rangkul lengan kanan Edy, bikin dia harus jawab bagaimana.



"Oh ya? Wah, kalau begitu, Lala sering berduaan sama Om Edy. Buktinya Om Edy benaran hamilin,Lala,loh." Tak mau kalah di rangkul juga lengan kiri Edy.



Edy terdiam seketika, apalagi Jessica shock mendengarnya. Dilepas rangkul dari lengan Edy menatap tidak percaya. Edy sendiri menggeleng jangan mengambil serius.



"Yuk, Om. Nanti terlambat beli perlengkapan bayi!" Di tarik lengan Edy menjauhi Jessica.



Edy masih melirik Jessica merasa sakit hati atas perkataan dari cewek barbar ini. Dia bersalah banget. Bukan karena maksud apa.

__ADS_1



__ADS_2