Nella in Action

Nella in Action
Durian saudaranya Sirsak


__ADS_3

Hari Nasional, biasanya orang awam ke gereja. Lah, ini malah nangkring di rumah duduk santai sambil lihat majalah holiday.



Nella lagi sibuk membolak-balik lembaran halaman pada majalah itu. Ada yang tertarik sama lokasinya.



"La..." seseorang memanggilnya dari jarak dekat eh... salah jauh, nggak jauh amat lah baru beberapa senti doang.



"Hm..." lenguhnya tetap arahan sama gambar yang indah itu di sana.



"La..." masih panggilan sama.



"hmm..."



"La..."



"Apaan sih!" kejengkelannya pun memuncak lagi serunya, eh... dua lembar kertas panjang di hadapannya.



Nella terima dengan senang hati, lalu di lihat secara teliti, tanggal, tempat yang akan di kunjungi. Kedua matanya melebar bulat-bulat, mulut terbuka.



Pria yang berdiri di hadapannya menanti sebuah kejutan untuk istri barbarnya. Memang sih, dari yang ia rencanakan sengaja agar istrinya tidak yakin bahwa akan honeymoon.



"Om! Ini benaran!" Nella mengangkat tiket penerbangan tinggi - tinggi, honeymoon di Paris.


__ADS_1


Impian Nella terwujud, "Iya benar dong, masa bohong, kan, sudah janji sama istri barbar-ku," jawabnya



Nella turun dari ayunan hampir terpeleset jatuh, tapi masih di pegang sama Edy. Saking senangnya dia,  masih bisa cengiran lagi.



"Terima kasih, Om! Lala makin sayang sama Om, muach! Pasti banyak pria bule di sana. Bisa foto berduaan, nggak sabaran deh!" Serunya kebahagiaan tapi mulutnya tidak bisa di diamkan.



"Pria bule hanya aku, Nella. Nggak boleh foto berdua. Cukup suamimu! Kalau nggak, batal penerbangan!" Ancamnya, buat Nella berhenti melompat - lompat.



"Mana boleh, begitu! Nanti juga sama, kalau sampai di Paris. Banyak yang minta foto sama Om! Kan, Lala juga mau foto berdua sama bule, walaupun hanya numpang gaya." protesnya



"Ya, tetap saja foto berdua tetap ada di samping itu suamimu, nanti di kira suamimu bule!"




Di buat mati kutu sama dirinya, Edy pun mengejar istri barbar itu, berani mengerjainya.



Roy, Della, Alex, Luna, sedang buat sambal bumbu rujak. Hari ini cuaca sedang bagus banget. Apalagi waktu ke pasar besar, Luna dan Della lihat buah-buah berderetan segar manis paten.



Keempat manusia dewasa ini menikmati pedasnya luar biasa rujak buatan Luna dan Della. Sedangkan Edy tengah di sibukan mengejar istrinya itu.



"Tangkap! Akhirnya, mau kemana kamu!" Edy berhasil meraih tangannya si Nella.



Nella ketawa merasa geli, karena apa? si Edy tengah mengeritiknya.

__ADS_1



"Woi! Kalian nggak mau makan rujak! Cepatan keburu habis, loh!" teriak Roy. Dua sepasang sejoli itu menoleh, menuruti teriakan Roy di halaman belakang.



Edy dan Nella ikut bergabung duduk silang bersebelahan, Nella suka banget sama segala buah.



"Kurang satu nih!" protes Nella



"Apanya kurang?" tanya Della



"Durian! Masa kalian tega durian di terlantarkan," jawab Nella mencomot nangka di ulek bumbu rujak ke dalam mulutnya.



"Durian mana ada ikut sama ngerujak!" balas si Della



"Ada, dong, Tante." ucapnya, "Apa dong?"



"Itu, biasanya orang buat pakai durian di jadikan rujak, biasanya saudara sama durian. Namanya apa? Ah... Rujak sirsak! biasanya teman kuliah Lala bilang Amo Durian (Bahasa Tionghua)" katanya si Nella menjelaskan.



Keempat manusia dewasa menepuk jidatnya. Kenapa bisa di lahirkan manusia seperti Nella. Piye toh!



"Lah, kenapa? Ada yang salah? Benar, kan?"



"MANTUL!" serentak mereka berempat berikan empat jempol untuk cewek barbar.

__ADS_1



__ADS_2