Nella in Action

Nella in Action
Menuntaskan!


__ADS_3

Hari mulai jelang siang, waktunya makan siang. Nella meluruskan tubuhnya yang kaku setengah hari mengerjakan pekerjaan di mejanya.



Ia pun bangun dari duduknya, kemudian buka pintu ruangan seseorang tak lain adalah suaminya itu tengah duduk menatap laptop begitu serius banget.



"Om, cari makan yuk! Lapar, nih!" Ajak si Nella kepada suaminya.


"Nanti dulu, kalau enggak pesan Go-food saja," jawab Edy masih sibuk sama laptopnya.



Nella penasaran sama suaminya, serius banget sama laptop. Terlalu kepo sama privasi orang. Ia pun ikut melihat apa yang di ratapi laptop itu.



"Stop! Om!" Seru Nella bikin Edy terkejut menuruti perintahnya.



Edy menoleh, jaraknya dekat memang cuma, ya, jangan sampai nafsunya naik.



"Om, mau ajak Lala bulan madu, ya!" tebaknya, tepat banget. Edy tengah cari liburan untuk honeymoon.



"Enggak!" Di tutuplah laptop itu, Nella baru saja lihat background depan matanya.



"Iya, kan. Mau ajak honeymoon, kan! Iya, kan, Om. Atau mau kasih suprises untuk Lala. Sepertinya ulang tahun Lala sebentar lagi. Kalau Honeymoon juga enggak apa-apa, kok, Om! Lala siap siaga." Celoteh Nella mengekori kemana pun suaminya pergi.


__ADS_1


Edy tidak menanggapi celoteh si istri barbarnya. Tepat berhenti di salah satu toilet pribadi, Nella masih mengekori. Buat dirinya menoleh, menatap istrinya. Akal sehatnya lagi penuh keanehan.



"Beneran siap siaga? Kalau begitu, lanjutkan permainan semalam!" Nella sontak kaget dengan apa yang di lakukan oleh suaminya.



"Eh... Om, mau ngapain!Auw!" pekik Nella seketika. Untung di ruangan suami sendiri. Coba di luar kantor, bahaya yang ada. Semua terdengar suara keanehan di toilet itu.



••••



"Om, sebentar dulu!" Nella merasa tidak nyaman dengan posisi sekarang.




"Tapi, kamu mau hamil. Sudah waktunya." bisik Edy di telinganya.



"Iya, tapi, masa hamilnya di sini. Enggak bawa cadangan," sahutnya si Nella.



Edy mengernyit kening, "Cadangan apa? Memang sepak bola pakai cadangan?" tanyanya



"Bajunya, loh, Om! Kalau lakukan di sini. Nanti baju Lala basah, kan, malu di lihat sama anak kantor." jawab si Nella menunduk merasa malu ungakapinnya.


__ADS_1


"Enggak apa-apa, basah-basahan. Berarti mainnya seru." ucap Edy menggombali.



"Ih, Om ini. Lala beneran, loh..."



Ciuman hangat dari suami, kedua tangan Nella melingkar di lehernya, permainan belah-belahan di mulai.



"Kamu mau belah mana dulu?" tanya Edy melepaskan ciuman panas beberapa menit yang lalu.



"Belah semangka, dulu," jawabnya malu kucing.



"Baiklah, kalau begitu, tahan ya!" Semangat delapan enam pun di mulai. Edy menggendong tubuhnya di atas tempat wastafel cuci tangan. Edy membuka kancing baju Nella. Nella mengoceh tak jelas karena desahan darinya.



Edy tidak menanggapi, masih mengelus -ngelus bagian dua kembar itu. Pijatannya pelan banget, buat ekspresi Nella seperti rasa geli, dan sedikit nyeri bagiannya.



Padahal di luar ruangan Edy sedang sepi, yang lain sedang makan siang di luar. Tidak ada yang tahu kalau sepasang suami istri sedang belah durian di dalam.



Teriakannya terdengar di luar kantor. Hanya benda mati mendengar teriakan dari Nella. desahan Nella menahan rasa yang luar biasa.



Edy tengah memacu semangat depannya. Posisinya sekarang Nella di bawah. Menggenggam kedua lengan Edy yang muncul urat nadinya di sana. Suara racau Nella menikmati rasa yang amat berbeda. Desahan suara Nella dan Edy meraung di dalam toilet itu. Masih belum berakhir, permainan buat anak masih berlanjut. Sehingga hubungan suami istri berlanjut tanpa ada yang mengganggu

__ADS_1


__ADS_2