Nella in Action

Nella in Action
Ke mesuman


__ADS_3

Nella merenggut dari tadi enggak mau bicara sama Edy. Edy sendiri sampai garuk kepala memang gatal terlalu ketombe menempel di kulit kepalanya.



"Nel, kamu mau makan apa?" Edy mulai bertanya biasa-biasa dulu.



1 detik..



5 detik..



10 detik..



krik... krik... krik...



Tidak ada tanda jawaban dari mulut Nella. Masih tetap merenggut muncung bibirnya. Ngambeknya kelamaan, memang perlu di di cium sama Edy lagi.



Edy keluar dari kamar rawat, Nella menoleh langsung semakin merenggut sebal sama Om Edy yang benar tidak peka. Padahal Nella memuncungkan bibir minta dicium.



Dua puluh menit kemudian, Edy kembali dengan beberapa makanan ayam goreng geprek ala bensu sama buah-buahan terus Ice cream jagung dan durian.



Nella sudah ketiduran posisi berbaringnya, perban di kakinya belum di buka. Mungkin beberapa hari lagi, sudah boleh pulang.



"Hei, bangun, makan yuk!" Edy membangunkan Nella yang sudah mulai memasuki alam mimpi indahnya.

__ADS_1



Di paksa buka matanya, bukan bangun, malah melebarkan kedua tangan minta di gendong sama Edy.



"Gendong!" Aduh, cewek barbar manja kali nih.



Edy menuruti saja deh, daripada ceweknya ngambek enggak ketolong. Nella langsung ambil Ice cream di plastik kecil. Sedangkan Edy malah menyiapkan makanan yang pesan melalui gojek.



"Makan dulu, baru es krim," katanya


"Suka Lala dong! Kan, es krim hidangan pembuka, baru deh nanti hidang penutup dari ciuman Om Edy. Tapi, ciumnya lebih lama ya!" Nella in Action.



Edy mendengus panjang, "Enggak mau, ya? Ya sudah, nanti Lala cium sama dokter cakep deh. Bentar lagi datang!" Lanjut Nella berkesimak




"Sekalian hamilin Nella ya!" ucapnya pelan masih bisa di dengar oleh Edy sendiri. Edy mengangguk pelan



Beberapa menit kemudian, habis semua makanan ada di atas meja. Tanpa ada sisa sedikit pun di sana, sebutir nasi juga tak ada sama sekali.



"Eee...." Nella mengeluarkan suara mautnya. Baru kali ini ia bersendawa.



Edy membersihkan bungkusan di atas meja buang ke tong sampah. Sekarang pencuci mulut buah-buahan.


__ADS_1


Di petik buah anggur tanpa mengelupas kulitnya di masukkan ke mulut beberapa biji hingga penuh.



Edy malah buka es krim rasa jagung disukainya. melirik cewek barbar semangat melahap anggur itu. Ada sisa makanan di sudut bibirnya.



Lagi semangat makan buah anggur warna hijau. Ada yang mau keluar dari datang tawonnya.



"Oh-om...."



Dingin, manis, hangat, sesuatu meleleh di dalam lidahnya. Edy membagikan es jagung pada Nella. Dari mulut kemulut.



Edy sedang membisikkan sesuatu di telinga Nella. Entah apa yang di bisikan pastinya blushing deh wajah Nella memerah seketika. Awalnya memang Nella minta di hamilin sama Edy.



Akan tetapi, Nella semakin tidak berkutik kemesuman Edy mulai terkuak, dari tampang diam dan cuek. Ternyata di balik terpendam nya itu sesuatu membuat Nella tidak bisa menolak atau pun mengelak sedikit pun.



Ular yang sudah melilit tubuh seekor tikus tidak dapat lagi lepas dari lingkaran begitu erat. Otak Nella tidak berfungsi, bahaya Om Edy - nya.



"Oh-om... Kalau begitu, habis nikah saja, deh. Kalau di sini, nanti... nanti..."



"Kenapa? Malu? Enggak usah malu, sudah di ujung tanduk, nih," potong Edy menyambung kata-kata dari cewek barbar.



"Hah? Ujung tanduk ... Maksudnya?" Nella makin enggak konsisten sama kata-kata dari Om Edy.

__ADS_1



Nella ingin jatuh dari tempat duduk, karena dada depan Om Edy mencondongkan maju, "Kyaaa....!"


__ADS_2