
Honeymoon telah usai....
"Aku pulang...! Om Roy, Kak Alex, Kak Luna, Marchelo, tante Della...!" teriak Nella belum juga sampai di pagar rumah, suara cempreng nya lebih dulu sampai di dalam rumah bertingkat dua lantai itu.
Keempat dewasa plus satu bayi mungil imut nan tampan berdiri di depan pintu terbuka.
Sementara Edy sangat berat hati membawa semua oleh-oleh dari Paris entah apa saja isi dalam koper itu. Roy mendekati keponakannya yang super kusut itu. Sedangkan Nella malah membawa oleh-oleh untuk keluarga tercintanya.
Ketiga wanita dewasa berada di dapur, sementara ketiga pria dewasa berada di salah satu ruangan tamu setelah apa yang di masukan koper ke atas kamar mereka oleh supir pribadi Edy.
"Bagaimana honeymoon-nya? Seru? Sudah lakuin ronde berapa nih?" tanya Roy bertubi-tubi penasaran dengan keponakannya ini.
"Jangan di bahas dulu, pusing kepalaku," jawabnya lesu.
"Kenapa? Ada masalah apa di sana, main cara buas, ya?" tebak Roy
"Jangankan buas, setan, harimau pun keluar semua, baru beberapa hari saja dia makin aneh." kata Edy.
Dia pun mulai menceritakan honeymoon ketika berada di Paris. Alex dan Roy menyimak dan mendengar secara inci demi kata dari mulutnya.
Disisi lain, Nella, Luna, Della tengah duduk di dapur tengah membuka beberapa bungkusan cemilan dari Paris.
__ADS_1
"Sepertinya kamu makin gemuk, ya, La?" tanya Della perhatikan tubuh istri keponakannya.
"Hmm... gemuk? iya nih, tante, aku pun bingung kenapa bisa naik bobot badanku. Padahal makan biasa saja. Setiap malam aku lapar mulu. Asyik suruh Om Edy cari makanan yang pengen di santap. Kayak ngidam gitu," jawabnya mulut masih penuh dengan kue dari pesawat bisnis tersebut.
Luna dan Della menatap saling bergantian, kemudian senyuman mereka terbit kedua sudut bibirnya itu.
"Kamu ada rasa mual nggak, cium bau yang kurang enak, atau ada rasa sembelit perut kamu, atau hal-hal aneh gitu?" tanya Della cuma memastikan biasanya setiap wanita mempunyai hal serupa atau tidak sama sekali.
"Eum... kalau untuk mual sih, nggak ada. Cuma rasa yang tidak disukai jadi suka gitu. Terus, perut waktu itu ada sih sembelit kayak sakit mau bab kayak nggak bab. Seperti rasa perih kayak mag gitu. Padahal, kan. Lala sejak liburan ke Paris belum haid. Makanya aku kira terlambat datang atau gimana. Keanehan sehari-hari, tiap Om Edy kesal dikit - dikit mau nangis terus. Memang kenapa, sih, tante." jawab Nella kemudian merasa aneh saja di pertanyakan sama Della.
"Besok siang kita kedokter, ya," intruksi si Della.
"Ya, ingin ke sana saja, takutnya kamu terjangkit penyakit aneh saja. Soalnya kamu kan jarang makan sebanyak ini. Cek kesehatan." jawab Della asal mengarang.
Kembali ketiga pria dewasa, Roy dan Alex sudah cekikikan mendengar cerita absurdnya si Edy.
"Kenapa ketawa, ada yang lucu. Mungkin lucu. Lucu karena percaya dengan karangan istri sendiri." Harga dirinya perlahan mulai jatuh dan berserak ke lantai.
"Bro, kami tahu ini resiko sebagai suami. Tapi, seharusnya kamu sadar apa yang di buat oleh istri barbar - mu itu adalah mujizat dari Tuhan. Sebentar lagi, akan ada penghuni baru di rumah ini dan kami mengucapkan selamat terlebih dulu." Ucap Roy meraih tangan Edy menjabat tangan itu. Edy masih bengong maksudnya selamat untuk apa.
__ADS_1
"Selamat untuk siapa? Penghuni baru? Maksudnya?" Edy malah balik bertanya, otaknya sudah setengah terbalik.
"Lex, kasih tahu dulu sama abangmu ini. Mungkin otaknya butuh di bersihkan dari siksaan istrinya." Timpal Roy kepada Alex
"Begini, loh, bang. Biasanya istri lakuin itu hal wajar. Kalau keanehan pada seorang wanita itu tanda sebagai suami sudah tahu bahwa akan adanya penghuni baru untuk keluarga kita. Dengan kata lain, Nella sedang mengandung, dan kami akan mendapat keponakan baru, masih ingat sebelum berangkat ke Paris, kami memesan bawakan kado spesial untuk rumah ini. Bawa penghuni baru, ingat, nggak?" Alex menjelaskan panjang lebar kepada Edy.
Edy mencerna semua setiap inci dari Adiknya ini. Dia pun mengingat dan kedua bola matanya melebar sempurna.
"Hamil? jadi aku akan jadi kepala keluarga?" tanyanya bloon.
Alex dan Roy mengangguk kepala bersamaan, lalu di peluknya, lah, adik dan pamannya ini. Roy dan Alex merasa tercekik sesak oleh pria barbar ini.
••••
Malam tibanya, Nella merasa mengantuk banget, ia butuh tidur nyaman. Mungkin ia kebanyakan makan jadinya cepat lelah dan malas untuk apa-apain. Edy masuk, terus menatap punggung yang sedikit berisi tengah berbaring menyamping terlelap tidur tanpa ada sedikit pun yang menganggu.
Senyumannya pun merekah, di dekatinya istri barbar ini. Selain pintar mengelabui akal somplaknya, tetap saja Edy sabar menanti kehadiran keluarga kecilnya.
"Kenapa aku enggak sadar kalau kamu ini ternyata sedang mengandung. Pantas saja, tingkah absurd kamu aneh akhir - akhir ini. Semoga saja, anak kita tidak tertular seperti sifatmu, ya." ucap Edy berdoa dan mengecupkan ubun kepalanya selama lima detik.
__ADS_1
Senyuman Nella melebar, merasa ia bermimpi sangat indah. Edy menarik selimutnya menutupi tubuhnya agar tidak masuk angin. Untuk seorang wanita sangat rawan apalagi dalam keadaan hamil muda. Bulannya benar besar dan terang mewarnai kebahagiaan mereka berdua.